Im Sungjae memenangkan gelar PGA TOUR keduanya dalam turnamen ke-100 yang ia ikuti, lewat permainan tanpa bogey ketiga kalinya pada Shriners Children’s Open.

Im Sungjae mengungkapkan harapannya untuk bisa memainkan putaran final yang sempurna setelah pada putaran ketiga hanya bermain 1-under 70. Dan putaran final yang sempurna itu pula yang ia peroleh kemarin (10/10).

Secara mengagumkan, bintang asal Korea ini kembali bermain tanpa bogey dan membukukan skor 9-under 62. Skor total 24-under 260 itu memastikannya meraih gelar PGA TOUR keduanya dalam turnamen ke-100 yang ia ikuti. Skor kemenangannya ini membuat Im menyamai rekor skor kemenangan terendah yang pernah dibukukan di TPC Summerlin sejak lapangan ini menjadi lapangan par 71 pada tahun 2009. Pegolf lain yang menorehkan skor kemenangan serupa ialah Ryan Moore (2012) dan Webb Simpson (2013).

Pegolf berusia 23 tahun ini memulai putaran final kemarin dengan tertinggal tiga stroke, namun mencatatkan empat birdie di tujuh hole pertamanya, sebelum kemudian membukukan lima birdie berturut-turut dari hole 9 untuk memegang kendali turnamen. Saking fokusnya ia pada permainannya, Im sama sekali tidak menyadari bahwa ia menciptakan rangkaian birdie tersebut.

”Sejujurnya, saya bahkan tidak tahu kalau saya mencatatkan lima birdie berturut-turut. Saya terus berfokus pada tiap hole agar bisa memainkannya tanpa melakukan kesalahan. Dan luar biasa juga bisa mencatatkan lima birdie berturut-turut,” ujarnya.

Dengan mengamankan par di lima hole berikutnya, Im memastikan kemenangannya yang kedua, sekaligus menjadikannya juara termuda kedua dari turnamen ini sejak Tiger Woods melakukannya tahun 1996 ketika masih berusia 20 tahun, 9 bulan, dan 6 hari.

”Kemenangan ini sangat berarti. Saya tahu kalau saya meraih kemenangan pertama pada turnamen saya yang ke-50, dan bisa memenangkan gelar PGA TOUR kedua pada turnamen ke-100 sudah menjadi statistik yang cukup luar biasa,” ujar Im.

”Meraih gelar pertama sangatlah berat, tapi saya merasa gelar kedua malah lebih sulit lagi, tapi saya tetap sabar dan berusaha tetap tenang selama periode tersebut, tapi saya pikir melihat bagaimana semuanya berjalan, saya pikir kemenangan ini merupakan anugerah dari Yang Di Atas. Saya bisa bermain dengan baik dan senang dengan kemenangan ini.”

 

 

Salah satu faktor yang juga membantunya menciptakan skor serendah itu ialah fakta bahwa angin tidak berembus separah putaran ketiga. Tanpa angin yang menciptakan rintangan besar, Im sanggup bermain agresif pada putaran final. Statistik permainannya sepanjang empat putaran itu menempatkannya di peringkat kedua pengoleksi birdie terbanyak dengan total 26 birdie, dan menjadi yang terbaik untuk kategori Strokes Gained: Tee to Green.

”Perbedaan besar antara kemarin dan hari ini adalah bahwa hari ini tidak ada angin ketimbang dengan putaran ketiga. Dan hal tersebut membuat keadaan menjadi lebih mudah. Namun, permainan dari tee ke green, driver, iron, dan permainan putting berjalan sesuai dengan harapan dan memberikan hasil yang bagus,” jelasnya lagi.

Dengan PGA TOUR masih akan melangsungkan pertandingannya di Vegas untuk gelaran THE CJ CUP @ SUMMIT — turnamen Korea yang harus dimainkan di AS untuk kedua kalinya lantaran kondisi pandemi COVID-19—Im berharap bisa kembali bersaing untuk mewujudkan kemenangan berikutnya. Dan ia punya motivasi ekstra, mengingat CJ merupakan salah satu sponsor utamanya.

”Saya ingin merayakan kemenangan hari ini, jadi malam ini dan mungkin besok saya akan mengambil rehat sejenak. Namun, Selasa pagi saya ingin mempersiapkan diri untuk THE CJ CUP. Dan yang terpenting adalah saya disponsori oleh CJ, jadi ini turnamen yang penting bagi saya dan saya ingin main bagus, saya ingin bisa siap,” ujarnya.

Matthew Wolff menuntaskan Shriners Children’s Open dengan berada di tempat kedua setelah bermain dengan skor 68 dan membukukan skor total 20-under. Meskipun gagal meraih kemenangan keduanya, Wolff mengaku puas dengan hasil permainannya.

”Saya sangat senang dengan hasil pekan ini. Sungjae menampilkan permainan luar biasa pada hari terakhir. Dan olahraga ini, ketika saya sedang memimpin atau sedang bersaing, terkadang ada orang lain yang main jauh lebih baik pada hari terakhir. Namun, jika bisa terus menempatkan diri dalam posisi seperti ini saya tahu pada akhirnya saya akan meraih kemenangan. Namun, saya benar-benar senang dengan tren permainan saya, terutama sejak awal—atau akhir tahun lalu. Saya benar-benar ada di posisi yang bagus dan senang dengan permainan saya,” jelas Wolff.

Pegolf Korea lainnya, Lee Kyounghoon berhasil menempati posisi T15 setelah bermain dengan skor 66. Adapun Kang Sung, yang sempat menjadi pimpinan klasemen hari pertama, dan pegolf China Taipei Kevin Yu finis di peringkat T27 dengan skor total 15-under.

THE CJ CUP @ SUMMIT yang dimulai hari Kamis (14/10) bakal menyuguhkan para pemain bintang dengan 24 dari 30 pegolf teratas dari klasemen FedExCup musim 2020-2021, serta 12 dari 15 pegolf teratas Official World Golf Rankings.