Thongchai Jaidee berhasil menjadi pegolf Thailand pertama yang menjuarai sebuah ajang PGA TOUR Champions.
Ada sejarah yang tercipta di University Ridge-The University of Wisconsin Golf Course pada hari Minggu (12/6) yang baru lalu. Salah satu legenda golf Asia asal Thailand, Thongchai Jaidee menjadi pegolf Thailand pertama yang memenangkan sebuah ajang PGA TOUR Champions.
Setelah menjadi salah satu pemain yang menempati posisi teratas menuju putaran final, pegolf berusia 52 tahun ini menorehkan skor 4-under 68 untuk skor total 14-under 202 pada ajang American Family Insurance Championship. Skor totalnya ini sudah cukup untuk memberinya keunggulan satu stroke atas Tom Pernice Jr. Inilah kemenangan pertamanya di Benua Amerika. Prestasi ini ia raih dalam turnamen ke-19 yang ia ikuti pada sirkuit yang ditujukan bagi para pegolf berusia di atas 50 tahun ini.
Jerry Kelly dan salahs atu pimpinan klasemen dalam 36 hole Miguel Angel Jimenez menjadi dua dari empat pemain yang berbagi posisi di tempat ketiga.
”Saya merasa sangat, sangat senang dengan turnamen di sini. Terkadang semuanya harus benar-benar sempurna, dan Anda tak bisa berharap menang … saya sangat senang,” ujar Thongchai, yang mendapat hak bermain pekan itu menyusul keberhasilannya finis T10 di Iowa sepekan sebelumnya.
Dengan skor 54 hole terendah pada ajag PGA TOUR Champions tersebut, Thongchai menjadi juara internasional pertama dalam sejarah ajang American Family Insurance Championship, yang sudah digelar sejak 2016. Peringkatnya pun melambung ke posisi 12 pada klasemen Charles Schwab Cup. Kini ia berhak tampil pada ajang PGA TOUR Champions hingga 2023, sekaligus berhak tampil pada ajang Mitsubishi Electric Championship 2023 di Hualalai.

Kemenangannya hari Minggu itu sebenarnya nyaris sirna lantaran bogey di hole 16. Akan tetapi, ia sukses meraih birdie tambahan di hole 17 par 3 dan meraih kemenangan dengan par di hole terakhir.
”Turnamen yang luar biasa di sini,” tutur Thongchai yang meraih keanggotaannya musim ini setelah finis di tempat kedua pada Qualifying School bulan Desember 2021 lalu.
”Sya bermain solid, solid, dan solid. Satu kesalahan di hole 16, saya memukul bola ke pohon dan bola itu hilang. Kami melakukan bogey yang bagus dan berusaha kembali ke rencana semula. Jarak saya sekitar 196,5 meter untuk pukulan keempat. Saya menggunakan 5-iron ke belakang green. Saya pikir putt bogey itu sudah bagus. Lalu di hole 17 saya memasukkan putt (untuk birdie) dan permainan pun berubah. Hole 17 itu luar biasa. Saya pikir rasa percaya diri saat menghadapi putting itu sangat membantu saya.”
Bagi mantan tentara penerjun payung Thailand yang baru beralih profesional saat berusia 30 tahun ini kemenangan kali in menambah serangkaian prestasinya pada kancah DP World Tour dan Asian Tour. Ia juga tercatat menjadi pegolf Thailand pertama yang tampil pada ajang Presidents Cup, yaitu tahun 2015. Sayangnya, pada masa keemasannya Thongchai belum bisa meraih kartu PGA TOUR. Kehormatan itu telah menjadi milik Kiradech Aphibarnrat.
”Saya ingin berterima kasih kepada keluarga, sponsor-sponsor, dan seluruh orang yang mendukung saya di Thailland. Menurut saya berkiprah pada Tour ini sangatlah sulit,” tandasnya.


