Tom Kim berniat kembali angkat trofi untuk ketiga kalinya pada ajang Shriners Children’s Open.
Bintang Korea Tom Kim kini mengejar prestasi langka di kancah PGA TOUR. Pegolf yang sudah tiga kali menjuarai sirkuit yang berbasis di Amerika Serikat ini berharap bisa kembali mempertahankan gelarnya pada ajang Shriners Children’s Open yang resmi bergulir Kamis (17/10) ini. Ia sukses mengangkat trofi turnamen ini pada tahun 2023 dan 2022 lalu.
Tahun lalu ia sukses mempertahankan gelarnya di TPC Summerlin, di Las Vegas sekaligus menjadi pegolf termuda keempat yang menjuarai tiga gelar PGA TOUR. Pekan ini ia telah berada di lapangan yang selalu memberinya kemenangan itu dan berpeluang menjadi pegolf pertama setelah Steve Stricker (John Deere Classic 2009, 2010, 2011) yang memenangkan turnamen yang sama tiga kali berturut-turut. Jika sukses melakukannya, ia juga akan menjadi pegolf ke-10 sejak Perang Dunia II yang mampu melakukan prestasi serupa.
”Menurut saya pekan ini sangat, sangat keren karena saya berpeluang menciptakan prestasi tersebut. Saya kira itulah bagian terkerennya,” tutur Kim, yang menjelang ajang keempat dari kalender Musim Gugur PGA TOUR ini.
”Turnamen terakhir saya adalah Presidents Cup, jadi permainan saya masih terasa sangat bagus … saya berusaha untuk benar-benar fokus pada rencana permainan dan bisa berjuang memiliki peluang (menang) pada hari Minggu akan sangat luar biasa.”
”Saya kira tahun 2024 ini menjadi langkah pembelajaran yang besar dalam karier saya. Saya menghadapi sejumlah situasi sulit dan saya kira saya menanganinya dengan baik ….” — Tom Kim.
Meskipun bintangnya kian terang dan sering mendapat sorotan utama dalam dua tahun terakhir, Kim menjadi viral lewat media sosial dan juga tampil pada seri Netflix, ”Full Swing” setelah mengungkapkan niatnya melakukan perayaan usai kemenangannya di Vegas tahun 2023 lalu.
”Saya akan pulang dan akan menghabiskan sebongkah cokelat yang ingin saya habiskan, jadi itu yang akan saya lakukan,” ujar Kim setahun yang lalu. ”Dan kemudian saya akan melakukan pemesanan dari kamar, barulah saya tidur. Lalu saya akan bangun pukul 3 dan menempuh penerbangan pukul 6:30 pagi karena saya menyimpannya Sabtu malam lantaran rasanya sangat manis.
”Minggu ini saya tidak punya sebongkah cokelat, tapi saya akan mencari sesuatu yang lain.”
Pada akhir pekan ketika ia meraih kedua kemenangannya itu, Kim membukukan skor 62-66 untuk mengalahkan Patrick Cantlay dan Matthew NeSmith pada tahun 2022 dengan tiga stroke dan menaklukkan Adam Hadwin satu stroke pada musim lalu. Kim menikmati lapangan di TPC Summerlin, yang kerap mengundang para pemain untuk menciptakan skor yang rendah. Baginya lapangan ini sangat cocok untuk pukulannya yang lurus dan gayanya yang agresif.
”Jika mematok plot Anda dengan baik di 12 hole pertama, Anda akan mencapai hole 13 par 5 yang sangat, sangat mudah diakses, par 3 yang sangat pendek, par 4 yang bisa dicapai dalam satu pukulan, dan par 5 lainnya. Jadi, ada banyak peluang birdie di sana. Pukulan yang solid bakal mendapat hadiahnya. Green-nya sangat sempurna dan bola akan tetap berada di jalurnya,” tutur Kim, yang akan memulai ajang ini bersama dua pegolf yang memenangkan dua turnamen musim gugur terakhir, Kevin Yu dan Matt McCarty, dalam dua putaran pertamanya.

”Saya kira itu sebabnya saya bisa main bagus. Anda tak bisa memukul bola dengan kecepatan 180 (mil/jam) dan memukul ke mana-mana. Bola Anda mesti lurus. Sejauh ini itulah kekuatan permainan saya. Saya kira dalam dua tahun terakhir, (saya bisa menang) lantaran saya begitu fokus untuk menuntaskan tugas saya daripada berusaha untuk menang.”
Kim memasuki pekan ini dengan berada di peringkat 55 pada klasemen FedExCup, dengan peringkat 51-60 setelah FedExCup Musim Gugur ini akan dapat mengikuti dua Signature Event tahun 2025. Ia telah mengemas dua kali finis di sepuluh besar musim ini lewat T4 pada RBC Canadian Open dan kalah play-off dari Scottie Scheffler pada Travelers Championship. Kala itu ia melakoni sembilan pekan kompetisi pada tengah musim untuk mengembalikan permainan terbaiknya.
”Saya kira tahun 2024 ini menjadi langkah pembelajaran yang besar dalam karier saya. Saya menghadapi sejumlah situasi sulit dan saya kira saya menanganinya dengan baik karena saya bisa bermain dengan sangat baik dan menciptakan 9, 10 perubahan sebelum memulai sembilan pekan itu. Rasanya saya cukup fokus untuk berlatih. Jelas permainan saya berada di jalur yang sangat bagus menjelang akhir tahun ini,” tutur Kim.
”Sangat menyebalkan finis di posisi 51 (dan melewatkan hak mengikuti tiap Signature Event tahun 2025), tapi dari sebelum saya berada di sana, saya tak dapat bermain lebih baik. Presidents Cup, rasanya menjadi pekan yang sangat bagus bagi saya karena mengakhiri sembilan pekan itu dan jeda empat minggu dan kemudian mengikuti Presidents Cup dengan level dan intensitas tinggi, dan bisa tampil cukup bagus di mata saya merupakan sesuatu yang positif.
”Saya bisa melihat latihan pada jeda kompetisi saya mulai terlihat.”


