Gemilau Joanne Kurnia mewujudkan salah satu mimpinya dengan segera menjalani debutnya pada Women’s Amateur Asia-Pacific, yang dimulai Kamis (12/2) besok.
Bagi banyak pegolf amatir di wilayah Asia Pasifik, mengikuti Women’s Amateur Asia-Pacific (WAAP) menjadi salah satu impian dan target besar. Meskipun persaingannya akan sangat sengit, ajang ini memberikan tiket emas untuk mengikuti tiga kejuaraan Major, sekaligus sejumlah ajang amatir papan atas dan ajang profesional wanita lainnya.
Selain AIG Women’s Open, sang juara berhak mengikuti The Amundi Evian Championship dan Chevron Championship. Selain itu, ia juga berhak mengikuti ajang R&A lainnya, yaitu The Women’s Amateur Championship serta mendapat hak bertanding pada Augusta National Women’s Amateur. Adapun ajang profesional lainnya yang bisa ia ikuti termasuk Hana Financial Group Championship pada KLPGA Tour dan ISPS HANDA Women’s Australian Open pada Ladies European Tour.
Gemilau Joanne Kurnia juga menjadi salah satu pegolf amatir yang telah memimpikan bisa mendapat undangan istimewa untuk mengikuti WAAP. Setelah gagal mewujudkannya pada tahun 2025 lalu, pekan ini ia menjadi salah satu dari empat pegolf Indonesia yang telah berada di Selandia Baru untuk ajang bergengsi ini.
”Saya sudah menargetkan ikut WAAP sejak tahun lalu, tapi sayangnya WAGR saya waktu itu tidak cukup bagus. Awalnya saya juga merasa sedih karena nama saya tidak ada di dalam daftar, tapi bersyukur ada spot yang tersedia sehingga akhirnya saya bisa mengikuti kejuaraan ini,” tuturnya.
”… saya ingin mempertahankan pola pikir yang tepat sepanjang turnamen.” — Gemilau Joanne Kurnia.
Pegolf berusia 18 tahun ini hanya sempat mengikuti dua turnamen menjelang bertolak ke Royal Wellington. Bulan Januari lalu ia tampil pada ajang Amateur Golfers Indonesia (AGI) Amateur Championship VI dan finis di tempat ketiga, di belakang Abigail Rhea Soeryo Wiharko yang tampil sebagai juara. Lalu awal Februari ini, ia sempat mengikuti Advance Golf Partners Collegiate dan menikmati peningkatan skor, meskipun akhirnya finis di posisi T34.
Sadar bahwa permainannya mungkin masih jauh dibandingkan pegolf No.11 Dunia asal Korea Oh Soomin, No.21 Dunia asal Filipina Rianne Malixi, atau sang juara bertahan Jeneath Wong, Gemilau yakin kesempatan yang ia raih kali ini bakal memberinya pengalaman berharga.
”Menurut saya, cara menangani tekanan menjadi satu hal yang ingin saya tingkatkan saat mengikuti WAAP pekan ini. Ada begitu banyak pemain hebat, jadi bisa bermain sambil mengatasi tekanan akan menjadi sangat penting. Dari sisi skor, saya berharap bisa bermain di skor 70-an. Dan yang lebih penting lagi, saya ingin mempertahankan pola pikir yang tepat sepanjang turnamen.”
Rasa kecewa juga sempat dialami oleh Thea Jessica Tan tatkala mengetahui namanya tidak masuk daftar peserta tahun ini. Sampai akhirnya, ia mendapatkan spot yang ia nantikan itu.

”Ada rasa kecewa ketika mengetahui nama saya tidak otomatis masuk. Jadi, sebenarnya saya cukup kaget ketika akhirnya mendapat undangan,” tutur pegolf yang juga berusia 18 tahun ini.
Thea menjadi satu-satunya pegolf Indonesia yang telah merasakan level persaingan pada kejuaraan ini dengan tampil pada edisi 2024 dan 2025. Kali ini ia kembali tampil dan berharap bisa menembus dua putaran final setelah pada dua penampilannya terdahulu ia selalu kandas pada hari kedua.
”Saya akan berusaha main sebaik mungkin dan berjuang mencatatkan skor serendah mungkin,” ujarnya.
Selain Gemilau dan Thea, Indonesia turut diwakili oleh Bianca Naomi Amina Laksono dan Abigail Rhea Soeryo Wiharko.


