Bintang-bintang golf terbaik kini bersiap untuk berduel menuju TOUR Championship, yang kini menyuguhkan total hadiah sebesar US$18 juta!

Oleh Jim McCabe

Jika Anda ingin bukti bahwa golf merupakan olahraga seumur hidup, dimainkan di berbagai lapangan oleh berbagai kalangan usia, mari mencerna apa yang terjadi di berbagai sudut olahraga ini 15 tahun silam.

Dari Dallas, Texas, seorang bocah berusia 11 tahun Bernama Scott Scheffler mengikuti kompetisi pada North Texas PGA Junior Tour. Sejumlah kemenangan ia raih di Shady Valley, The Links at Water Chase, Lantana GC, dan menang delapan stroke atas Vince Whaley di Twin Creeks GC.

Sementara dari Bayou, pegolf junior 11 tahun lainnya yang Bernama Sam Burns membukukan angka 84 pada ajang tahunan Shreveport (Louisiana) City Amateur. Ia finis di lima besar.

Lalu dari Skotlandia, sebelah utara St. Andrews di area Angus, pegolf 18 tahun berambut poni dari Irlandia Utara, Rory McIlroy menjadi pemain amatir Terbaik pada The Open Championship di Carnoustie. Skor 68-76-73-72 memberi sinyal bahwa anak ini memang lihai.

Dengan skor 72-70, remaja 14 tahun asal Goshen, Kentucky bernama Justin Thomas finis di tempat kedua dalam kelompok usianya, dan tempat ketiga secara keseluruhan, pada ajang Evian Masters Junior Cup di Perancis. Satu tambahan hadiah bagi pemenang, ia bisa bermain bersama Juli Inkster dalam ajang pro-am sebelum Evian Masters dilangsungkan.

Dan dari belahan dunia lainnya, di Hawaii, remaja Jepang berusia 15 tahun Bernama Hideki Matsuyama mendominasi pertandingan menghadapi Henry Park, 6&5, untuk membantu tim pengunjung mencatatkan kemenangan 24,5-19,5 pada ajang Hawaii/Japan Junior Cup.

 

Rory McIlroy.
Rory McIlroy menjadi salah satu generasi muda dinamis yang kini mendominasi PGA TOUR. Foto: Getty Images.

 

Tentulah panggung-panggung tersebut dimainkan di bawah radar. Di panggung yang lebih mendapat perhatian, pemain yang lebih dewasa, Tiger Woods yang kala itu berusia 31 tahun, mengoleksi gelar PGA Championship keempatnya di Southern Hills di Tulsa, Oklahoma. Meskpun kemenangannya itu istimewa, mengingat itulah gelar Major ke-14 yang ia raih, yang sungguh membuat tercengang ialah pencapaian Woods pada akhir musim panas itu. Dengan performa yang mendominasi pada edisi perdana FedExCup pada PGA TOUR, Woods membawa pulang hadiah uang sebesar US$10 juta.

Akan tetapi, hal yang membuat gelaran TOUR Championship 2007 sebagai gelaran perdana FedExCup justru catatan kemenangannya. Ia memenangkan ajang pamungkas musim itu dengan keunggulan delapan stroke. Kemenangan ini memberinya gelar ke-61 dan ke-7 pada musim itu. Dan ia menuntaskan TOUR Championship dengan skor 23-under 257.

”Pekan ini sungguh fenomenal,” ujar Woods, yang kala itu tampil tidak dalam kondisi terbaiknya. Ia juga mengantongi cek senilai US$1,26 juta karena menjuarai TOUR Championship.

”Saya menikmati serentetan skor yang saya raih, melakukan pukulan demi pukulan yang bagus, dan merasa sangat nyaman dengan permainan saya. Rasanya sangat menyenangkan.”

Begitulah kisah masa itu, dan kini lihatlah masa sekarang. Apa yang terasa mengagumkan ialah betapa cepat waktu berlalu dan betapa sulit dipercayanya jika mengetahui bahwa 15 tahun lalu mereka bermain golf pada panggung-panggung yang kerap kurang mendapat sorotan sebagai anak-anak, Scheffler yang kini berusia 26 tahun (namanya sekarang Scottie, bukan lagi Scott seperti tahun 2007); Burns, 26; McIlroy, 33; Thomas, 29; dan Matsuyama, 30 menempati posisi 1-2-3-4-5 pada klasemen FedExCup pada awal bulan Juli lalu.

 

Sam Burns.
Sam Burns dianggap layak menjadi salah satu pegolf No.1 berkat performanya yang tak kalah mengagumkan. Foto: Getty Images.

 

Sisi sebaliknya dari Woods yang kini berusia 46 tahun ialah fakta bahwa olahraga ini kini dimainkan oleh generasi yang lebih muda. Dan betapa klasemen FedExCup mencerminkannya. Setelah Scheffler, Burns, McIlroy, Thomas, dan Matsuyama, masih ada Patrick Cantlay, Cameron Smith, Xander Schauffele, Will Zalatoris, dan Max Homa. Usia rata-rata sepuluh pemain ini ialah 28,5.

Angka ini empat tahun lebih muda ketimbang usia rata-rata tahun 2007, ketika FedExCup pertama diadakan, dengan tujuh dari sepuluh pemain teratasnya berusia 31 tahun atau lebih tua. Kali ini, delapan dari sepuluh pemain teratas berusia 30 tahun atau lebih muda.

Namun, jika parade kaum muda ini berbaris, sorotan paling terang akan diarahkan kepada pemimpinnya, bocah yang 15 tahun lalu mendominasi kompetisi pada North Texas PGA Junior Tour. Yang Scheffler telah raih dalam musim ketiganya bermain penuh pada PGA TOUR ialah menang empat kali dan mencapai puncak tertinggi dari Official World Golf Rankings.

Penunjukan tersebut tidaklah salah. Akan tetapi, beberapa orang menganggap Burns adalah No.1A karena ia telah menang tiga kali sebelumnya, dan jika melihat ke pertengahan musim 2020-2021, Burns meraih empat kemenangan dalam 29 turnamen yang ia ikuti.

Keriuhan yang Anda dengar ialah tampilnya Scheffler-Burns, dua pemuda yang juga teman baik dan, seolah menegaskan kekukuhan mereka pada PGA TOUR, mereka mencapai titik seruannya pada hari Minggu bulan Mei 2022 lalu.

Bermain imbang dan harus melanjutkan ke babak play-off pada ajang Charles Schwab Challenge, Burns memasukkan birdie jarak jauhnya di hole tambahan pertama untuk mengalahkan temannya dari Texas itu.

Bahkan Scheffler memamerkan senyuman lebar kala itu, memberikan pengakuan kepad Burns, sadar bahwa masih ada banyak kesempatan untuk membalas utang tersebut. Mungkin utang itu bakal terbayarkan lebih awal tatkala rangkaian FedExCup Playoff bergulir. FedEx St. Jude Classic di Memphis akan mengawalinya pada 11-14 Agustus, disusul dengan BMW Championship di Wilmington, Delaware pada 18-21 Agustus, dan terakhir TOUR Championship di Atlanta, Georgia pada 25-28 Agustus.

 

Scottie Scheffler.
Dalam usianya yang ke-11, Scottie Scheffler mungkin sudah sadar bahwa FedExCup akan menjadi bagian dari masa depannya. Foto: Getty Images.

 

Turnamen-turnamen ini merupakan ajang-ajang yang menampilkan para pemain Terbaik dari jajaran elite dunia, dan meskipun Anda mungkin mengira mereka akan mengagumi Scheffler yang kala itu berusia 24 tahun dan tampil untuk pertama kalinya pada Agustus 2020, faktanya tidak seperti itu. Dalam putaran keduanya pada rangkaian Playoff itu, Scheffler membukukan skor 59 di TPC Boston.

Ia tidak menang pekan itu, tapi finis T4 memberinya kesempatan pada ajang FedExCup Playoff berikutnya. Ia finis T20 pada BMW Championship, dan peringkat 5 pada TOUR Championship. Tiga pemain yang finis di atasnya pada klasemen FedExCup 2020, Schauffele, Thomas, dan Jon Rahm, kini menjadi pesaing tangguh untuk FedExCup 2021-2022, yang menandakan era kaum muda dan pemain berbakat yang dinamis dalam edisi ke-16 pada perlombaan sepanjang musim ini.

Kecepatan perkembangan mereka sungguh mengagumkan. Dari junior hingga meraih sorotan di panggung FedExCup. Dan lagi, mungkin ada orang-orang yang sudah memperkirakan hal seperti ini. Joel Edwards adalah salah satunya.

Sebagai veteran PGA TOUR, Edwards berada di penghujung kariernya. Ia biasa berlatih di Royal Oaks di Dallas, di mana Scheffler menjadi pegolf junior yang paling bersinar.

Sebagai pemain yang lular biasa berbakat dan dewasa melampaui usianya, Scheffler kerap menantang Edwards dan veteran PGA TOUR lainnya, Harrison Frazar, dengan beragam kontes. Frazar mengaku ia kalah berkotak-kotak bola golf pada siswa kelas empat itu. Edwards juga mengaku, ”dia membikin saya rugi; saya biasa membawa banyak uang karena saya tahu bakal dikalahkan (dalam taruhan memukul tiang di driving range dengan pukulan wedge).”

Dan kalau ada satu hal yang menonjol tentang Scheffler saat itu, bahkan melampaui kemampuannya bermain golf, hal itu adalah penampilannya.

”Dia selalu mengenakan celana panjang. Dia tampak seperti pemain Tour berusia 10 tahun,” ujar Edwards.

Dan saat berusia 11 tahun, sembari mengikuti kompetisi North Texas PGA Junior Tour, Scheffler mungkin sudah tahu kalau FedExCup yang baru itu kelak akan menjadi bagian dari masa depannya.