Skor 66 membawa George Gandranata menguasai puncak klasemen Ibrahim Harisnanto Soetopo Memorial Cup presented by REWA menuju putaran final.

George Gandranata seakan memutar balik waktu dan menunjukkan permainan yang mampu mengungguli bintang-bintang muda Indonesia saat ini. Pada putaran pertama ajang Ibrahim Harisnanto Soetopo Memorial Cup presented by REWA yang berlangsung di Gading Raya Padang Golf dan Klub, di Tangerang, Banten siang tadi, pegolf berusia 38 tahun ini mencatatkan skor 6-under 66 untuk memuncaki klasemen sementara.

George bermain nyaris sempurna. Bahkan ia langsung menorehkan birdie di hole pertamanya, yaitu hole 10, lalu menutup sembilan hole pertamanya dengan tambahan birdie di hole 15 dan 18.

Memanfaatkan momentum tersebut, pegolf Indonesia pertama yang menjuarai ajang Asian Development Tour ini kembali menuai birdie di hole 1 dan 2. Ia bahkan hampir menuntaskan 18 hole pertamanya dengan skor 7-under berkat dua birdie tambahan dari hole 5 dan 8. Sayangnya, kartu skor pegolf yang juga sempat menjadi salah satu kekuatan dominan pada era Indonesian Golf Tour ini harus ternoda oleh bogey di hole terakhirnya.

Meski demikian skor 66 itu memberinya keunggulan dua stroke dari Kevin Caesario Akbar dan Henderi Nasim, yang menatap putaran final besok dari posisi T2 dengan skor 68. Kevin merangsek ke jajaran atas berkat catatan lima birdie dan satu bogey. Adapun Hendri mengemas enam birdie dengan dua bogey.

Adapun Moch. Seandy Alfaraby, Sim Minsub, dan Jonathan Tanoto menjadi pesaing berikutnya. Ketiganya mengemas skor 69.

Naraajie Emerald Ramadhan Putra, Rinaldi Adiyandono, Asep Saefulloh, dan Syukrizal menjadi kelompok ketiga yang mengakhiri putaran pertama di zona sepuluh besar. Keempatnya terpaut empat stroke dari George.

Turnamen yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp200 juta ini menjadi turnamen pertama sejak BNI Indonesian Masters, sekaligus menjadi turnamen lokal kelima pada musim ini. Sebagaimana namanya, turnamen ini menjadi ajang untuk menghormati sekaligus mengenang sosok Ibrahim Harisnanto Soetopo, salah satu tokoh golf yang pernah ikut membentuk Aspirasi Delapan, yayasan dan akademi golf yang kemudian menjadi cikal bakal Pondok Indah Golf Academy.

Meskipun turnamen ini hanya dimainkan sebagai turnamen 36 hole dan tidak memberlakukan cut-off, hanya 40 pegolf teratas plus ties saja yang nantinya berhak memenangkan hadiah uang.