George Gandranata akhirnya kembali ke jalur juara dengan mengukuhkan statusnya sebagai jawara match play. Pada hari terakhir ajang The Gunung Geulis Match Play Championship 2018 sponsored by Credit Suisse kemarin (25/10), George menuntaskan perlawanan Peter Gunawan dengan 1-up.
The Gunung Geulis Match Play Championship 2018 sponsored by Credit Suisse ini merupakan ajang match play pertama yang mempertandingkan para pegolf profesional. Meskipun para pegolf profesional Indonesia telah menikmati match play yang mempertemukan para pemain Indonesian Golf Tour dengan kolega mereka pada Professional Golf Malaysia, turnamen ini menjadi turnamen pertama di mana mereka bermain mewakili diri sendiri.
George sendiri berhasil melaju ke babak final setelah pada partai semifinal ia berhasil menaklukkan Hendri Nasim dengan 2-up. Adapun Peter Gunawan sendiri berhasil mengalahkan Adrian Halimi dengan telak, 3&2, di mana ia berhasil menyudahi perlawanan Adrian di hole 16.
Setelah istirahat satu jam, George dan Peter memulai pertarungan mereka untuk memperebutkan gelar juara match play pertama di Indonesia. Pertandingan berjalan seru dengan Peter berhasil mengungguli George 2-up hingga hole ketiga. Pertandingan kemudian sempat berimbang hingga hole 6 setelah George meraih poin di hole 4 dan 6.
Kedudukan sempat kembali menjadi 2-up untuk Peter berkat keberhasilannya meraih poin di hole 7 dan 8. Sayangnya, ia melakukan kesalahan sehingga kedudukan kembali berimbang sampai hole 10. George sendiri akhirnya berhasil memimpin untuk pertama kalinya ketika berhasil mempertahankan skor 2-up.
Peter masih memberikan perlawanan dengan mencuri poin di hole 15, namun George sanggup mempertahankan keunggulan 1-up miliknya hingga hole terakhir untuk memastikan hadiah uang Rp40 juta untuk posisi juara menjadi miliknya.
“Bagi saya, kemenangan ini sangat berarti. Saya sudah lama menunggu momen seperti ini.” – George Gandranata
“Bagi saya, kemenangan ini sangat berarti. Saya sudah lama menunggu momen seperti ini. Beberapa kali hampir menjadi juara, tapi justru gagal pada saat-saat terakhir,” ujar George yang menyebut pukulannya kali ini tidaklah setajam biasanya. “Tapi saya masih diberikan kesempatan oleh Yang Di Atas untuk menjadi juara, karena itu saya sangat bersyukur.”
“Waktu masih amatir saya pernah dua kali menjuarai turnamen match play. Tapi kali ini merupakan gelar match play profesional pertama sepanjang karier profesional saya,” aku George lagi.
Ia juga memuji perkembangan permainan Peter.
“Sejak babak 32 besar, semua lawan saya berat, dan memberikan pengalaman tersendiri. Lawan saya di fina kali ini, Peter, menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Salut dengan permainan Peter,” ujar George yang menikmati adrenalin dan strategi bermain yang berbeda ketimbang mengikuti ajang stroke play.
Kemenangannya kali ini membuat George kini telah mengumpulkan dua gelar. Bulan Februari 2018 lalu, ia mengawali Indonesian Golf Tour musim 2018 dengan memenangkan Seri I yang dimainkan di Jababeka Golf and Country Club.
Adrian Halimi akhirnya berhasil menutupi kekecewaannya menuju final dengan meraih tempat ketiga. Ia berhasil mengalahkan Hendri dengan skor 1-up.
Hadiah uang yang dimenangkan para pegolf profesional kali ini akan dihitung dalam Order of Merit Indonesian Golf Tour. Perolehan tersebut menjadi penting bagi mereka untuk bisa memastikan tempat berlaga pada Indonesian Golf Tour Grand Final yang tahun ini rencananya akan dimainkan di Damai Indah Golf Pantai Indah Kapuk Course pada 21-23 November 2018 mendatang.


