George Gandranata membukukan skor terendah putaran kedua Indonesian Tourism Golf Pro Series Seri ke-4, sekaligus meramaikan persaingan di puncak klasemen.
Tampil tanpa persiapan yang maksimal, George Gandranata justru berhasil merangsek ke jajaran atas pada akhir putaran kedua Indonesian Tourism Golf Pro Series yang berlangsung di Damai Indah Golf BSD Course sore tadi. Skor 68 yang ia torehkan tadi sekaligus menjadi skor terendah pada putaran kedua, dan membuatnya menjadi salah satu pimpinan klasemen menuju putaran final besok (26/5).
George mengombinasikan sebuah eagle, enam birdie, dan tiga bogey untuk membukukan skor 68. Sempat mengawali putaran keduanya dengan bogey di hole 11, yang menjadi hole keduanya, George mencatatkan tiga birdie di sembilan hole pertamanya, sebelum menuai eagle di hole 4, serta dua birdie dan dua bogey.
”(Permainan putaran kedua ini) sangat bagus. Awalnya saya masih mencari irama permainan, sampai akhirnya menemukannya,” tutur George menyinggung bogey di tiga hole pertamanya itu. ”Pekan ini lapangan di BSD ini terasa berbeda. Green-nya keras. Jadi, kalau meleset memukul green ke green pasti akan menyulitkan.”
”Awalnya saya masih mencari irama permainan, sampai akhirnya menemukannya.” — George Gandranata.
Ia mencontohkan pukulan hybrid yang ia lakukan di hole 2 ketika bola jatuh sebelum hole di tengah green dan bolanya malah bergulir keluar green. ”Pengaturannya seperti ajang Asian Tour di luar negeri. Jadi, wajar saja jika skornya tidak serendah biasanya,” sambung George.
Sorotan permainannya kali ini jelas ada pada eagle yang ia raih di hole 4. George mengaku pukulan tee-nya di hole par 5 itu sebenarnya kurang solid sehingga masih menyisakan sekitar 182 meter lagi ke green.
”Lalu saya menggunakan 3-wood dan mengantarkan bola sampai ke depan green. Dari sana saya melakukan chipping, mungkin dari jarak 18 meter dan bolanya berhasil masuk,” tutur George.
Meski punya peluang untuk kembali menjadi kampiun di negeri sendiri, George memilih bersabar dan tidak berpikir terlalu jauh. ”Saya masih belum mencapai apa-apa. Masih sisa satu hari lagi,” tandasnya.
Pemegang dua gelar Indonesian Tourism Golf Pro Series Jonathan Wijono turut mempersiapkan drama untuk putaran final besok. Pegolf berusia 21 tahun ini harus menuai tiga birdie dan tiga bogey untuk menorehkan skor total 2-under 142. Meski harus berbagi posisi dengan George, Elki Kow, dan Ditya Novianto, Jonathan masih berada di posisi yang bagus untuk kembali mengangkat trofi.

Adapun Ditya, yang memulai putaran kedua dengan keunggulan tiga stroke, justru harus merelakan bekal berharganya itu lantaran hanya bisa bermain dengan skor 3-over 75. Bermain pada sesi pagi, Ditya langsung bermain 2-over lantaran mencatatkan bogey di hole 10 dan 11, yang merupakan hole pertama dan keduanya. Upayanya untuk bangkit sempat membuahkan hasil dengan birdie pertamanya dari hole 14, sampai akhirnya ia menuai bogey ketiganya dari hole 16. Kombinasi tiga bogey dan satu birdie itu juga harus ia ulangi ulangi di sembilan hole terakhirnya sehingga ia harus berbagi posisi teratas dengan para pesaing lainnya.
Elki juga berpeluang menciptakan kejutan pada putaran final nanti. Ia memulai putaran keduanya dengan catatan paling istimewa, menorehkan 5-under dalam enam hole pertamanya, di antaranya dengan menuai empat birdie secara berturut-turut dari hole 1. Sayangnya, di hole 9 ia harus mendapat triple bogey, lalu menuai bogey di hole 10. Dua birdie dan dua bogey dalam delapan hole berikutnya memastikan ia berada di posisi yang ideal untuk memperebutkan hadiah utama sebesar Rp40 juta.
Sayangnya, pada putaran final besok tidak satu pun pegolf profesional wanita Indonesia yang akan tampil. Pasalnya dengan batas cut-off pada 12-over, tidak satu pun dari ketiga pegolf wanita yang tampil pekan ini mampu lolos cut. Dea Mahendra dan Tatiana Wijaya, masing-masing, kembali menuai skor 83 dan 84, sementara Ida Ayu Indira Melati Putri kembali bermain dengan skor 79.


