Caroline Hedwall mengambil alih puncak klasemen Scandinavian Mixed Hosted by Henrik & Annika.

Berikan kesempatan kepada kaum wanita dan mereka akan memaksimalkannya. Itulah yang dilakukan para pegolf profesional wanita pada ajang Scandinavian Mixed Hosted by Henrik & Annika. Setelah pada putaran pertama kemarin pegolf Austria Christine Wolf menciptakan sejarah dengan menjadi pegolf wanita pertama yang memimpin atau berbagi posisi teratas pada ajang yang turut disokong oleh European Tour, kini giliran pegolf tuan rumah Caroline Hedwall yang tampil sebagai pimpinan klasemen.

Penampilan Hedwall pada putaran kedua ajang yang dimainkan di Vallda Golf & Country Club ini memang luar biasa. Usai membukukan skor 67 pada putaran pertama, salah satu favorit tuan rumah ini membukukan skor terendah pada pekan ini dengan membukukan dua eagle, yang salah satunya ia lakukan dari bunker. Ia juga menambahkan lima birdie dan satu bogey ke kartu skornya.

Menariknya, permainan cemerlang Hedwall juga seakan menular kepada kedua rekan mainnya. Bintang Solheim Cup yang telah mengemas enam gelar Ladies European Tour ini bermain bersama pegolf European Tour asal Belanda Joost Luiten dan pegolf remaja asal Slovenia Pia Babnik, yang baru saja meraih gelar Ladies European Tour pertamanya pada ajang Jabra Ladies Open pekan lalu.

”Saya merasa sedikit beruntung hari ini. Saya mendapat dua eagle dan memasukkan satu dari pukulan bunker, sangat menyenangkan! Eagle pertama saya di hole 16 dan saya melakukan dua pukulan yang sangat bagus ke green dan melakukan putt dengan baik. Lalu di hole 6, pukulan iron saya kurang bagus sehingga masuk ke bunker di samping green, hanya saja saya merasa cukup nyaman karena kemarin saya juga melakukan pukulan bunker di sana dan melakukannya dengan baik dan sekarang saya melakukannya lagi,” tutur Hedwall, yang kini mengemas total 13-under 131 dan unggul satu stroke atas Luiten.

 

 

Permainan cemerlang kaum wanita itu ikut mendorong Luiten untuk main dengan baik. Jika Hedwall menorehkan skor 64, Luiten mencatatkan skor 65, yang menempatkannya satu stroke di belakang pegolf Swedia tersebut dengan torehan 12-under 132.

”Mereka bermain luar biasa. Pukulan mereka juga jauh, bahkan saya pikir mereka memukul sejauh saya sehingga bisa mengatasi sejumlah hole, dan mereka memanfaatkannya. Mereka juga membuat banyak birdie. Caroline mendapat dua eagle yang benar-benar membantunya. Saya sendiri berusaha untuk mengimbangi dan berhasil melakukannya,” puji Luiten.

Luiten memang menjadi satu-satunya pegolf pria di grupnya dan mengaku harus segera membiasakan dirinya. ”Saya berusaha fokus pada diri sendiri karena tak ada hal lain yang bisa saya lakukan. Saya hanya harus mencatatkan skor yang baik dan melihat di mana posisi saya di papan klasemen dibandingkan para pegolf pria dan wanita lainnya. Saya pikir itu kuncinya. Jadi, iramanya agak sedikit berbeda karena saya merupakan satu-satunya pria di grup saya. Tapi memang menyenangkan bermain dengan format berbeda ini dan menyenangkan melihat permainan mereka. Mereka benar-benar menghajar bolanya (dengan baik), Anda bisa melihat skor-skor mereka,” sambungnya.

Sementara itu, Babnik juga ikut membukukan skor yang rendah pada putaran kedua. Skor 66 yang ia torehkan membawanya ke posisi T5. Pegolf Australia Stephanie Kyriacou juga ikut mendobrak jajaran kaum pria dengan membukukan skor 10-under dan sama-sama menjadi salah satu penghuni peringkat 5.

Pegolf wanita lainnya yang menembus sepuluh besar termasuk Olivia Cowan dari Jerman yang kemarin menorehkan skor 67 dan pegolf Inggris Alice Hewson (67), yang sama-sama menorehkan skor 9-under 135.

 

Joost Luiten menempel Caroline Hedwall dengan satu stroke.
Joost Luiten menjadi pesaing terdekat Caroline Hedwall dengan skor total 132. Foto: Getty Images.

 

Adapun Henrik Stenson, yang menjadi salah satu pemprakarsa ajang ini, kembali menorehkan skor 70 dan untuk sementara berada di posisi T55.

”Saya harus mencoba dan menemukan sesuatu yang memberi sedikit ketenangan. Rasanya saya terburu-buru ketika hendak melakukan pukulan-pukulan yang lebih jauh sehingga terasa tidak sinkron dengan urutan yang baik. Perjuangan akan terus berlanjut, namun dua hari terakhir memang menyenangkan. Annika mulai bermain lebih baik menjelang Senior Open, dia akan berjuang lebih keras dan main lebih baik di sana,” ujar Stenson.

Sorenstam sendiri harus menyudahi perjuangannya pekan ini setelah kembali mencatatkan skor 73. Meski kecewa lantaran pukulannya tidak cukup bagus, ia menilai permainan putter-nya menjadi lebih baik.

”Saya berusaha, berjuang, dan melakukan semua yang bisa saya lakukan. Pekan ini luar biasa, meskipun hasil kali ini memperpendek turnamen yang saya mainkan. Toh saya masih akan menikmati pekan ini bersama keluarga, terus mendukung ajang ini dan menjadi bagian dari perayaan ini,” tutur pemegang 72 gelar LPGA ini.

Scandinavian Mixed ini menjadi ajang yang diperhitungkan pada Race to Dubai pada European Tour dan Race to Cosa Del Sol pada Ladies European Tour. Total hadiah senilai €1 juta menjadi rebutan bagi para pegolf profesional pria dan wanita pada pekan ini.