Christine Wolf menciptakan sejarah dengan menjadi pegolf wanita pertama yang memimpin di puncak klasemen sebuah ajang European Tour bersama Sam Horsfied pada ajang Scandinavian Mixed Hosted by Henrik & Annika.

”Menurut saya golf memiliki posisi yang unik dalam olahraga karena bisa menyatukan gender yang berbeda dalam satu kesempatan. Bagi kami para pemain, ajang ini memberikan perspektif baru yang saya nikmati dan untuk semua gerakan kesetaraan yang terjadi bahwa tidak harus ada perbedaan besar antara olahraga kaum pria dan wanita, jadi menurut saya ajang seperti ini sangat penting untuk menghadirkannya kepada audiens yang lebih luas.”

Begitulah yang disampaikan Meghan MacLaren menjelang gelaran ajang Scandinavian Mixed Hosted by Henrik & Annika. Inilah pertama kalinya sebuah kompetisi mempertemukan 78 pegolf European Tour dan 78 pegolf Ladies European Tour dalam satu panggung yang sama. Mereka memperebutkan satu trofi dan satu total hadiah, €1 juta.

Meskipun kaum pria terlihat mendominasi papan klasemen ajang yang diselenggarakan di Vallda Golf & Country Club, Kungsbacka, Gothenburg, Swedia ini, secara mengejutkan Christine Wolf tampil sebagai salah satu pimpinan klasemen. Pegolf Austria ini bahkan berhasil mengamankan kartu skornya dari bogey, dan mencatatkan enam birdie dan sebuah eagle. Meskipun bukan menjadi satu-satunya pegolf yang menorehkan skor 8-under 64, Wolf menjadi yang pertama menorehkan skor tersebut, sekaligus menciptakan sejarah dengan menjadi pegolf wanita pertama yang memimpin sebuah ajang European Tour.

Pegolf Inggris Sam Horsfield kemudian menyamakan skor tersebut berkat dua birdie di tiga hole terakhirnya. Namun, sebuah bogey di hole 5 membuat kartu skornya terlihat tidak seistimewa Wolf.

”Saya melakukan start dengan baik dan mendapat birdie di dua hole par lima pertama dan sebenarnya pukulan saya bahkan cukup dekat ke beberapa hole, cuma tidak memasukkan banyak putt di sembilan hole pertama. Lalu mendadak pukulan saya mengantar bola mendekati lubang dan menjelang hole-hole akhir, putter saya mulai panas. Sungguh menyenangkan!” tutur Wolff, yang merupakan pemenang Hero Women’s Indian Open 2019.

”Pukulan saya sedang bagus, terutama dengan drive saya, (mayoritas) mengarah ke tengah fairway. Saya tahu, saya bisa memukul dengan keras, dan bola masih akan tetap lurus. Saya mempercayai permainan saya.”

 

 

Ketika tiba di hole 16, Wolf telah membukukan 5-under. Sekali lagi pukulan tee-nya mengantarkan bola ke tengah fairway, namun kali ini pukulan keduanya harus melawan arah embusan angin.

”Saya jadi tidak yakin hendak menggunakan club yang mana dan ibu saya, yang menjadi kedi, menyarankan saya menggunakan satu club dan saya memukul hingga menyisakan jarak 11 meter. Menjelang guliran akhir, putt saya agak melandai dan kemudian begitu bola mulai melewati gundukan dan saya pikir jalurnya masih bertahan, cukup lama dan kemudian bolanya berhasil masuk,” tuturnya lagi.

Tak lama kemudian, Horsfield menyamai pencapaian Wolf tersebut.

Pegolf Inggris tersebut sempat menjuarai dua ajang pada UK Swing musim lalu dan meskipun performanya harus terusik oleh cedera punggung, kini ia tak sekalipun gagal lolos cut setelah dua kali mencapai lima besar. Ia bahkan selalu bermain hingga akhir pekan dalam enam turnamen yang ia mainkan musim ini. Ia menganggap keberhasilannya mencuri birdie di keempat hole par 5 menjadi salah satu kunci baginya pada putaran pertama ini.

”Saya belum benar-benar memanfaatkan seluruh hole par lima tahun ini, jadi itulah yang menjadi target saya. Saya memukul bola ke fairway dan bermain 4-under (di keempat par 5) hari ini. Itulah yang mendorong Anda—empat under di sini, dan tambahkan lagi sehingga menjadi 8-under,” ujar Horsfield.

Horsfield turut memuji Alice Hewson, yang bermain dalam grup yang sama dengannya. ”Sejujurnya, saya sama sekali tidak mengharapkan apa-apa. Namun, ia bermain bagus dan saya pun sangat menikmatinya,” sambung Horsfield lagi.

 

Sam Horsfield pada ajang Scandinavian Mixed Hosted by Henrik & Annika.
Sam Horsfield menyamakan skor Christine Wolf setelah mencatatkan dua birdie di tiga hole terakhirnya. Foto: Getty Images.

 

Selain Wolff yang berbagi tempat teratas, pegolf wanita Inggris Felicity Johnson juga berhasil mendobrak dominasi kaum pria dengan menempati posisi T7 setelah menorehkan tujuh birdie dan sebuah bogey.

Sementara itu, tuan rumah turnamen ini, Henrik Stenson menorehkan skor 2-under 70 sedangkan pegolf legendaris Annika Sorenstam mencatatkan 1-over 73. Pegolf Denmark Thomas Bjorn yang juga bermain bersama keduanya juga menorehkan skor 73.

”Saya pikir kami bakal melakukan permainan campuran yang bagus hari ini. Kalau dia (Sorenstam) bermain dari tee ke green dan saya mengurusi putting, saya pikir kami bakal mendapatkan skor yang lebih baik daripada skor individu masing-masing,” tutur Stenson.

Sorenstam sendiri mengaku sangat menikmati format campuran ini. ”Terkadang yang terpenting bukanlah skor, melainkan soal atmosfernya, orang-orang yang bersama Anda dan suasana di sekitarnya,” ujar pemegang 72 gelar LPGA ini.

Scandinavian Mixed ini memang harus menunggu setahun sampai akhirnya bisa digelar pada pekan ini lantaran pandemi COVID-19 memaksa ajang ini ditunda pada tahun 2020 lalu. Tidaklah mengherankan jika sang tuan rumah juga bersyukur ajang ini akhirnya bisa diselenggarakan.

”Menyenangkan sekali akhirnya bisa bermain. Saya sangat menikmatinya. Saya cukup puas dengan permainan dari tee ke green dan setelahnya memang kurang memuaskan. Begitulah adanya, tapi saya pikir secara keseluruhan ini hari yang luar bisa. Kalau melihat skor-skor yang tercipta, Anda bisa melihat skornya cukup rendah, jadi semoga saja skor demikian berarti banyak pemain yang senang,” ujar Sorenstam lagi.