Yuan Yechun memenangkan gelar Korn Ferry Tour pertamanya lewat play-off pada ajang Chitimacha Louisiana Open presented by MISTRAS.
Yuan Yechun menjadi pegolf China daratan ketiga yang memenangkan gelar Korn Ferry Tour, menyusul kemenangannya lewat babak play-off atas Peter Uihlein pada ajang Chitimacha Louisiana Open presented by MISTRAS hari Minggu (20/3) kemarin. Kemenangan ini sekaligus membuatnya kian dekat untuk meraih kartu PGA TOUR.
Yuan memulai putaran finalnya kemarin dengan tertinggal lima stroke dari Uihlein, sang pimpinan klasemen. Tujuh birdie dan satu bogey yang ia raih di Le Triomphe Golf & Country Club membuatnya mengumpulkan skor total 14-under 270, sama dengan yang diraih oleh pegolf Amerika tersebut. Dan di hole play-off pertamanya, Yuan berhasil memasukkan putt berputar sejauh 3,6 meter yang menjadi penentu kemenangannya.
Kemenangan kali ini menjadi lebih istimewa lagi baginya. Hari Senin (21/3) ini ia genap berusia 25 tahun sehingga kemenangan ini menjadi hadiah ulang tahun baginya juga. Namun, yang terpenting ialah kemenangan ini membuatnya kian dekat untuk bisa meraih kartu PGA TOUR. Tahun lalu ia sengaja merelakan peluang tersebut lantaran memilih kembali ke China dan mempersiapkan diri mengikuti Olimpiade Tokyo dan China National Games. Kala itu keputusannya itu ia ambil justru ketika ia tengah memperebutkan satu dari 25 kartu PGA TOUR lewat Musim Reguler.
”Sungguh mengagumkan bisa meraih kemenangan pertama saya di sini. Sejujurnya, ini pertarungan yang berat, tidak mudah, saya masih sulit mempercayainya,” ujar Yuan, yang kini menempati peringkat teratas pada klasemen Korn Ferry Tour The 25. ”Saya tahu, begitu memainkan putaran final ini, saya harus benar-benar panas dan mendapat beberapa birdie untuk memiliki peluang dan saya mendapatkannya pada pertengahan putaran ini. Sungguh mengagumkan bisa menuntaskannya dengan kemenangan seperti ini.”
Yuan memulai putaran finalnya dengan lima birdie dan satu bogey dan menorehkan skor 32 di sembilan hole pertamanya. Ia kemudian menambah dua birdie lagi di hole 10 dan 15, sebelum kemudian melakukan par yang krusial dari bunker sisi green di hole terakhir dan mencatatkan skor total 14-under. Uihlein, yang membukukan skor 70 pada putaran final itu, menyamai skor tersebut.
Pada partai play-off, keduanya sama-sama melakukan pukulan approach yang solid dengan menyisakan jarak sekitar 3,6 meter dari lubang. Setelah Yuan sukses meraih birdie, Uihlein harus menerima kenyataan putting-nya gagal menyamai birdie pesaingnya itu.

”Beberapa pekan terakhir saya melatih rutinitas mental saya, rutinitas mental sebelum melakukan putting, jadi di bawah kondisi yang demikian saya bisa memiliki rasa percaya diri ekstra dan tahu apa yang harus saya lakukan. Cukup mempertahankan rutinitas itu, melihat putt, dan melakukan pukulan dengan baik, dan saya senang putt itu masuk,” tuturnya.
”Kemenangan ini sangat spesial. Saya sudah melatih putt seperti ini ratusan kali dan sudah bermimpi melakukan putt untuk memenangkan turnamen seperti ini, play-off atau di hole 18. Dan hal ini terjadi pada hari ulang tahun saya juga.”
Musim 2022 ini berjalan dengan baik bagi Yuan. Sudah dua kali ia finis di tiga beasr. Kini ia mengoleksi 853 poin dan hanya butuh 47 poin lagi untuk mengumpulkan 900 poin yang diproyeksikan cukup untuk memberinya kartu PGA TOUR. Jika berhasil finis sendirian di posisi 16 pada turnamen berikutnya, Yuan dipastikan mencapai batas yang diharapkan itu.
Dengan permainan yang menjanjikan sejauh ini, Yuan jelas tidak punya alasan untuk merasa kecewa karena memutuskan pulang dan membela China pada Olimpiade Tokyo pada musim panas 2021 lalu. ”Bermain pada Olimpiade merupakan pengalaman sekali seumur hidup. Saya melakukan sejumlah pengorbanan, tapi tahu kalau permainan saya menjadi lebih baik dan saya bisa kembali tahun ini dan menuntaskan misi. Saya bersemangat karena bisa mewujudkannya. Tahun ini, saya merasa lebih bersemangat. Saya tahu saya bisa melakukannya. Saya tak sabar untuk menuntaskan sisa musim ini,” imbuhnya.
Baginya keberhasilan sejauh ini takkan berhasil tanpa kehadiran istrinya, Luo Ying, pegolf profesional yang ia jumpai ketika berkuliah pada University of Washington. ”Saya bersyukur istri saya di sini. Kami sudah melalui banyak hal dan gembira pada apa yang telah terjadi. Saya sangat bersemangat. Memiliki istri yang memahami golf, yang tahu betapa sulitnya golf dan memahami segalanya tentang golf, adalah hal yang luar biasa, ini keberuntungan buat saya. Dia memiliki kesabaran bersama saya. Sebagai pengamat, ia bisa memberi tahu kelemahan-kelemahan saya. Kami menjadi tim dan saling mendukung untuk menjadi lebih baik,” jelas Yuan, yang bermain dalam musim keempatnya pada Korn Ferry Tour.
”Istri saya memberi tahu kalau yang berulang tahun mesti menang. Saya mempercayai dia. Secara teknis, saya sudah berulang tahun, menurut hitungan China, kami merayakannya 12 tahun sebelum harinya. Yah, untuk ulang tahun ini saya tidak mendoakan supaya bisa menang, kemenangan itu bukan salah satu doa saya. Saya mendoakan hal lainnya. (Namun,) kemenangan ini jelas menjadi hadiah ulang tahun terbaik yang bisa saya peroleh.”
Kemenangan Yuan ini sekaligus melanjutkan kemenangan wakil China pada Tour internasional. Sepekan sebelumnya, rekan senegaranya, Wu Ashun, yang juga ikut turun pada Olimpiade Tokyo, menjuarai ajang DP World Tour lewat ajang Magical Kenya Open. Yuan yakin rangkaian kemenangan ini akan berdampak besar di negeri mereka. ”Target utama kami ialah bermain pada PGA TOUR, tetap di sana, dan menang,” tandasnya.


