Gavin Green dan Phachara Khongwatmai berbagi posisi teratas menuju putaran final International Series Singapore.

Harapan untuk mewujudkan gelar Asian Tour kedua masih dalam genggaman Gavin Green, meski harus berbagi posisi teratas dengan Phachara Khongwatmai asal Thailand, yang juga mengincar hal yang sama. Green, yang memimpin dalam 36 hole pertama setelah membukukan dua skor 65, harus puas bermain even par sehingga skor totalnya tetap 14-under. Adapun Phachara berhasil menyamakan raihan skor Green itu setelah menorehkan skor 69.

Namun, dengan keunggulan hanya satu stroke dari Chan Shih-chang (66) asal China Taipei dan Nitithorn Thippong (68), dan dua stroke dari Steve Lewton (69) asal Inggris, putaran final di Tampines Course, Tanah Merah Country Club akan berlangsung seru.

Pertandingan pada Sabtu (13/8) kemarin sempat dihentikan pada pukul 11:10 waktu setempat dan baru bisa dilanjutkan pukul 13:30 akibat gangguan cuaca.

 

 

”Hari yang penuh perjuangan … saya tak bisa berbuat banyak,” ujar Green, yang mendapati birdie di hole 8 sirna akibat bogey di hole 13. ”Meski begitu, saya masih bertahan semampunya, membuat par dari mana-mana, terkadang Anda mesti bisa bermain seperti ini.

”Golf bukan permainan di mana Anda bisa selalu main sempurna, kedi saya terus mengingatkan, ’Tetap fokus, tetap sabar, terus berusaha, dan lakukan pukulan yang bagus,’ dan tahulah, kami bisa melakukan banyak penyelamatan hari ini, …. Kami masih dalam jalur (perburuan gelar), 18 hole lagi ….”

Sejak memenangkan Mercuries Taiwan Masters 2017, Green masih terus mengejar kemenangan keduanya. Sementara Phachara baru memenangkan Laguna Phuket Championship 2021.

Ketimbang Green, permainan Phachara pada hari ketiga itu jelas lebih baik. ”Semuanya tidaklah buruk hari ini, hanya satu hal, putting saya. Pukulan saya cukup bagus, seperti halnya putaran pertama dan kedua, tapi banyak putt yang meleset. Semoga besok (hari ini) putting saya bisa berjalan dengan baik.

”Green-nya agak lebih lambat hari ini, semua jarak pukul saya hilang. Pembacaan jalur saya bagus, cuma jarak pukulnya tidak sampai.”

Sementara itu, harapan Chan untuk meramaikan posisi teratas harus pupus lantaran mendapat bogey di hole 18. ”Saya tahu saya juga berada di posisi teratas setelah birdie hole 17,” ujar Chan. ”Saya terus mengingatkan diri agar tidak memukul ke kiri di hole 18. Saya berusaha membuat birdie di sana, tapi tidak mendapat pukulan yang bagus dari bunker. Kecewa dengan bogey itu, tapi sudahlah, saya masih senang dengan seluruh penampilan saya hari ini.”

 

Phachara Khongwatmai, Round 3 International Series Singapore 2022.
Skor 69 membawa Phachara Khongwatmai menyamai raihan skor Gavin Green dengan 14-under 204. Foto: Paul Lakatos/Asian Tour.

 

Chan jelas akan menjadi salah satu pesaing untuk menjuarai ajang ini. Sejauh ini ia telah meraih empat kemenangan pada Asian Tour, termasuk Blue Canyon Championship pada November 2021 dan Royal’s Cup empat bulan kemudian.

Nitithorn, yang juga berada di posisi ketiga bersama Chan, justru mencatatkan dua eagle di dua hole par 4, yaitu di hole 3 dan 9. Pegolf yang menjuarai DGC Open di India bulan Maret 2022 lalu ini mengaku tidak menyangka bisa melakukan hal itu lantaran, ”itu blind shot. Saya tidak melihat apa-apa, tapi tahu kalau pukulan saya bagus dari jarak 153 meter. Lalu saat menuju green saya melihat bolanya tidak ada dan ada di dalam lubang. … di hole sembilan saya menyisakan jarak 57 meter, yang merupakan celah jarak pukul saya, saya tidak mahir memukul di jarak-jarak segitu, tapi pukulan saya malah masuk,” tutur Nitithorn.

Mantan Juara U.S. Amateur Peter Uihlein juga menjadi salah satu pemain yang berpeluang menciptakan kejutan. Skor 67 yang ia raih pada putaran ketiga itu menempatkannya tiga stroke di belakang Green dan Phachara. Jaco Ahlers (69) asal Afrika Selatan pun menempati posisi serupa degan Uihlein.

Rekan senegara Uihlein, Patrick Reed, justru harus kesulitan untuk memperbaiki posisinya. Juara Masters 2018 ini harus puas menorehkan skor 72 sehingga hanya bermain total 3-under.

Persaingan seru juga terjadi di antara dua pegolf amatir Singapura. Hiroshi Tai saat ini memimpin perlombaan menjadi pemain amatir terbaik pekan ini setelah menorehkan skor 69 dan membukukan 6-under 212. Adapun James Leow (71) harus berjuang keras mengejar ketertinggalan dua stroke-nya.