Kim Siwoo meraih hadiah pernikahan yang sempurna dengan meraih gelar PGA TOUR keempatnya pada Sony Open in Hawaii.

Kim Siwoo menampilkan kemenangan sensasional pada hari Minggu (15/1) kemarin. Pegolf Korea ini mengejar ketertinggalannya dari Hayden Buckley untuk memenangkan Sony Open in Hawaii. Gelar PGA TOUR keempatnya ini praktis memberinya hadiah pernikahan yang sempurna.

Memulai putaran final dengan tertinggal tiga stroke, pegolf berusia 27 tahun ini menorehkan tiga birdie dan memaksa berbagi posisi teratas setelah menambah tiga birdie dan dua bogey. Kemudian di hole 17 ia menorehkan birdie ketujuhnya, lalu menorehkan birdie kedelapan dari jarak 15 inchi untuk menutup putaran final dengan skor 6-under 64 dan skor total kemenangan 18-under 262.

Kemenangan ini praktis membuatnya menyamai prestasi rekan senegara, sekaligus seniornya, K.J. Choi, yang sempat meraih kemenangan di Waialae Country Club tahun 2008, sekaligus meneruskan prestasi rekan Tim Internasionalnya pada Presidents Cup, Hideki Matsuyama, yang mengangkat trofi pada ajang ini 12 bulan silam.

Bulan Desember 2022 lalu, Kim menikahi kekasihnya, yang merupakan pegolf KLPGA, Oh Jihyun. Ia menyebut kehadiran sang istri yang memberinya rasa tenang ikut menjadi kunci untuk membantunya meraih kemenangan, membawanya ke peringkat 8 klasemen FedExCup, sekaligus membawa pulang hadiah uang sebesar US$1,42 juta.

”Jelas kehadirannya di sini bersama saya sangat membantu. Ia datang ke AS setelah musim kompetisinya berakhir dan menyaksikan langsung beberapa turnamen dengan saya. Kehadirannya menenangkan saya dan membuat nyaman di dalam maupun di luar lapangan. Khususnya hari ini, saya bisa melihatnya di lapangan dan ketika saya agak gugup, sosoknya membantu saya rileks. Rasanya kami masih bulan madu karena kami datang lebih awal pekan ini,” tutur Kim, yang sepanjang turnamen ini mengemas 24 birdie.

Hayden, yang mengejar gelar PGA TOUR pertamanya, harus puas menempati peringkat kedua setelah hanya bermain dengan skor 68. Birdie dari jarak 3,6 meter di hole terakhir gagal ia masukkan. Padahal itulah peluangnya untuk memaksakan play-off.

Kim melejit ke posisi teratas setelah melesakkan birdie, masing-masing dari jarak 3 meter, 4,8 meter, dan 2,7 meter di tiga hole pertamanya. Namun, ia tak membutuhkan putter untuk memasukkan birdie yang paling penting di hole 17 par 3, di mana bolanya justru melambung melewati green. Setelah mendengar seruan riuh dari green 16, yang menandakan Hayden kembali unggul satu stroke, Kim melakukan chip-in dari jarak 9 meter sebelum akhirnya meninju udara dengan penuh semangat dan mengangkat kedua tangannya merayakan birdie itu.

 

 

”Saya tahu kalau saya mesti membuat birdie. Saya mendengar keriuhan, jadi saya harus bermain agresif. Tak ada ruginya,” ujar Kim, yang bermain satu grup di belakang grup pemuncak klasemen. ”Rasanya luar biasa dan kemudian, seperti tiga hole pertama, saya masih terus panas.”

Ia senang bisa mengikuti langkah K.J. Choi dengan menjadi juara di Hawaii. Choi telah membuka jalan bagi para pegolf Korea dan Asia selama lebih dari dua dekade, dan memenangkan delapan gelar PGA TOUR. Prestasinya itu disamai oleh Matsuyama, ketika memenangkan ajang ini tahun lalu, meskipun sang juara bertahan akhirnya harus puas finis di posisi T48.

Istimewanya, kemenangan Kim juga bertepatan dengan perayaan 40 tahun kemenangan Sony Open yang diraih Isao Aoki pada tahun 1983. Kemenangan Aoki itu menjadikannya sebagai pegolf Jepang dan Asia pertama yang memenangkan gelar PGA TOUR.

”Sungguh menyenangkan bisa kembali memenangkan ajang yang pernah K.J. menangkan sebelumnya,” tutur Kim, yang juga menjuarai THE PLAYERS Championship 2017, ajang yang memberi gelar PGA TOUR terakhir bagi Choi. ”Sungguh pertanda yang baik buat saya. Ia telah memenangkan banyak turnamen dan saya selalu ingin mengikuti langkahnya. (Prestasi) ini merupakan kehormatan besar buat saya.”

Kini Kim berharap bisa menambah koleksi gelarnya, meskipun ia mengaku memberi tekanan yang terlalu besar bagi dirinya sendiri dalam tahun-tahun belakangan ini. ”Rasanya seperti kemenangan pertama saya, jadi saya pikir inilah yang terbaik. Sungguh menyenangkan, dan semoga masih banyak yang bisa saya raih. Semoga saya bisa mendapat lebih banyak rasa percaya diri dan meraih banyak kemenangan,” tegasnya.

”Tahun lalu merupakan tahun yang berat. Saya memainkan banyak putaran dengan baik, tapi saya tidak main bagus pada hari Minggu. Itu sebabnya saya sering finis di posisi 13. Saya pikir semua itu membantu saya untuk lebih sabar dan kemudian tahun ini saya berusaha untuk memiliki pola pikir agar tidak lekas kecewa, dan bersikap lebih positif. Hari Jumat dan Sabtu yang lalu saya agak merasa kecewa, tapi tidak banyak terpengaruh. Saya pikir fakta itu membantu. Jadi, saya harus lebih sabar dan cukup memainkan permainan golf saya.”

Duo Korea lainnya, An Byeonghun (67) dan Kim Seonghyeon (68), yang sama-sama meraih kartu PGA TOUR melalui Korn Ferry Tour musim lalu, finis di posisi T12 dengan skor total 268. Adapun pendatang baru asal China Taipei Kevin Yu Chunan (68) dan Carl Yuan (68) asal China menjadi dua dari tujuh pemain yang finis di peringkat 21.