Lee Kyounghoon menghadapi Farmers Insurance Open pekan ini dengan mentalitas ”happy-go-lucky” dalam upayanya kembali ke eselon atas PGA TOUR dan 50 besar dunia.

Jangan ditanya seperti apa tahun 2023 bagi Lee Kyounghoon. Tahun itu menjadi tahun yang berat bagi pegolf berusia 32 tahun ini. Dalam rentang 10 turnamen, ia gagal lolos cut dalam delapan di antaranya sehingga musim panas tahun itu menjadi masa-masa penuh frustrasi baginya. Alhasil, ia gagal berada di jajaran 50 besar klasemen FedExCup. Artinya, ia tidak bisa otomatis mengikuti Signature Event pada PGA TOUR musim ini.

Finis T30 pada turnamen pertamanya tahun ini, Sony Open in Hawaii, yang dilanjutkan dengan T25 pada The American Express pekan lalu cukup memberinya pijakan yang cukup kuat untuk melanjutkan tahun ini. Dan hari Rabu (24/1) ini ia ikut meramaikan Farmers Insurance Open yang menyediakan hadiah total US$9 juta.

”Tahun lalu saya tidak main bagus pada semester kedua. Saya kehilangan rasa percaya diri dan bermain sedikit tidak sabar. Sungguh mengecewakan,” ujar Lee. ”Saya mengidentifikasi kelemahan permainan saya dan tahun lalu saya memang merasa putus asa. Saya bertekad main lebih bagus tahun ini. Sejauh ini saya berusaha untuk tetap gembira di lapangan, daripada berusaha main bagus. Belakangan ini saya merasa senang bisa main golf lagi, jadi rasanya menyenangkan.”

”Rasanya saya menjadi pemain baru lagi, serasa memulai dari awal. Malahan sikap ini membuat saya berlatih lebih keras dan fokus lebih baik untuk bisa kembali ke 50 besar.”

Pemegang dua gelar PGA TOUR yang sempat menjadi No.33 Dunia, namun kini berada di peringkat 80 ini menjalani musim keenamnya pada sirkuit papan atas dunia ini. Meski demikian, ia tidak merasa dirinya sudah menjadi salah satu pemain bintang yang mapan. Ia justru menjalani tahun ini layaknya sebagai sebuah awal baru. Dengan Olimpiade Paris 2024 dan Presidents Cup dalam kalender musim ini, Lee sadar ia mesti mewujudkan mantra ”main lebih baik” itu.

”Saya mesti main bagus dalam situasi apa pun. Rasanya saya menjadi pemain baru lagi, serasa memulai dari awal. Malahan sikap ini membuat saya berlatih lebih keras dan fokus lebih baik untuk bisa kembali ke 50 besar,” tuturnya. ”Saat jeda kompetisi, saya berlatih keras. Saya fokus pada iron saya karena itulah kelemahan saya tahun lalu. Dua pekan terakhir permainan iron saya sudah lebih baik. Saya juga mesti melatih putting. Begitu menemukan konsistensi, saya akan berada di posisi yang bagus untuk menjadi penantang. Tahun ini tahun yang penting. Saya ingin mengikuti dua ajang besar (Olimpiade dan Presidents Cup), tapi saya pikir saya harus lebih dulu mengembalikan permainan saya.”

Pegolf yang berdomisili di Orlando ini juga belajar menerima hari-hari dengan hasil yang buruk dan menggunakan semua pengalaman itu sebagai landasan belajar baginya. Pekan lalu, di La Quinta, ia sempat berada di jajaran atas setelah bermain 36 hole, tapi skor 74 pada putaran ketiga melemparnya dari peta persaingan.

”Saya lebih banyak belajar dari kekecewaan. Sebelumnya, ketika mengalami hari yang buruk, saya akan merasa kecewa dan tertekan, tapi sekarang saya memikirkan cara untuk meningkatkan diri dan main lebih baik lagi. Hal itu akan menjadi landasan yang lebih baik untuk hari esok, jelas pegolf yang empat kali finis di sepuluh besar pada musim lalu ini.

”Targetnya ialah mampu berhenti mencoba mencapai sesuatu dan sekadar kembali memainkan golf yang mahir saya lakukan.”

”Yang ingin saya capai tahun ini ialah main golf lebih baik … bisa memainkan permainan yang saya inginkan. Jika melakukan hal itu, saya pikir kemenangan akan datang secara alami. Targetnya ialah mampu berhenti mencoba mencapai sesuatu dan sekadar kembali memainkan golf yang mahir saya lakukan.”

Juara bertahan Max Homa, yang berstatus No.7 Dunia, akan mempertahankan gelarnya, dengan sejumlah pegolf top lain, seperti No.5 Dunia Xander Schauffele, dan duo Australia Jason Day dan Minwoo Lee. Adapun bintang Asia lainnya termasuk Im Sungjae dan Hideki Matsuyama.

Pegolf China Taipei Kevin Yu, yang finis T3 pada The American Express pekan lalu dan pegolf China Carl Yuan, yang finis T4 pada Sony Open in Hawaii wajib main bagus pekan ini. Masing-masing berada di posisi 4 dan 5 pada daftar AON Swing 5, di mana lima besar dari daftar tersebut berhak mengikuti AT&T Pebble Beach Pro-Am, Signature Event kedua musim ini, dengan total hadiah US$20 juta.