Michael Hendry melanjutkan penampilan solidnya dari Asian Tour ke ranah Japan Golf Tour Organization dengan menorehkan skor 66 pada putaran pertama Token Homemate Cup.
Pegolf Selandia Baru Michael Hendry langsung mengawali musim baru di ranah Japan Golf Tour Organization (JGTO) dengan penampilan solid. Skor 5-under 66 yang ia raih di Token Tado Country Club Nagoya tadi (30/3) menempatkannya pada posisi bersaing.
Pegolf berusia 43 tahun ini melanjutkan performa solidnya usai mengikuti World City Championship di Hong Kong, di kancah Asian Tour, dengan bermain bersih tanpa buku dan menorehkan lima birdie, termasuk empat birdie secara beruntun dari hole 4. Skor 66 miliknya ini menempatkannya hanya dua stroke dari pimpinan klasemen, Shugo Imahira dan Takumi Kanaya, dan berbagi peringkat kelima dengan empat pegolf lainnya.
Dua kali juara kolektor hadiah uang JGTO Imahira dan juara edisi 2021 Kanaya berbagi posisi teratas setelah keduanya sama-sama menorehkan skor 64. Adapun Yosuke Asaji dan Yusaku Hosono berada di posisi ketiga, terpaut satu stroke di belakang mereka.
”Saya tidak punya status di sini (JGTO), jadi saya mesti mendapatkan hasil yang bagus untuk memastikan bisa ikut banyak turnamen tahun ini.” — Michael Hendry.
”Sangat solid, saya memukul bola ke 13 dari 14 fairway, banyak mencapai green, dan bahkan satu-satunya yang meleset bisa dengan mudah saya atasi. Sungguh awal yang memuaskan,” tutur Juara Indonesia Open 2010 ini.
Hendry sempat absen dari kompetisi di Jepang selama empat tahun. Tidak heran jika penampilan solid ini memberinya semangat untuk menambah catatan prestasinya. Apalagi satu-satunya kemenangan yang ia raih di Jepang terjadi pada ajang yang sama tahun 2015 silam.
”Sejauh yang saya lihat tidak banyak perubahan (dengan tahun 2015). Lapangan golfnya sendiri tampaknya persis sama buat saya. Sudah tentu tempat ini memberikan kenangan manis dan sayah anya ingin memanfaatkan hal tersebut untuk keuntungan saya pekan ini,” sambung Hendry.
”Sangatlah penting untuk bisa finis di posisi yang bagus pekan ini setelah bermain dengan baik hari ini. Saya tidak punya status di sini (JGTO), jadi saya mesti mendapatkan hasil yang bagus untuk memastikan bisa ikut banyak turnamen tahun ini.”
Pegolf Amerika, Han Lee, yang juga menorehkan skor yang sama dengan Hendry, sempat finis di posisi T9 pada ajang ini tahun 2022 lalu. Catatan hari pertama yang ia raih berkat tiga birdie di empat hole terakhirnya turut membuka peluang untuk mengulangi finis di sepuluh besar.

Adapun duo Korea Song Younghan dan Ryu Hyunwoo menjadi dua pegolf internasional lain yang tampil solid. Skor 67 yang mereka bukukan menempatkan keduanya di posisi T10.
Imahira dan Kanaya mematok skor terendah hari pertama usai mencatatkan banyak birdie untuk menguasai puncak klasemen sementara. Imahira membukukan lima dari delapan birdie di tujuh hole terakhirnya. Satu-satunya bogey ia bukukan di hole 11. Sementara Kanaya bermain tanpa bogey dan mencatatkan tujuh birdie.
”Semoga saya bisa mengamankan kemenangan lebih awal pada pekan ini. Target saya musim ini ialah memenangkan tiga gelar,” tekad Imahira.
Namun, Kanaya juga tengah dalam penampilan yang solid, terutama setelah menjuarai International Series Oman di ranah Asian Tour pada bulan Februari lalu. Tidak mengherankan jika ia pun berharap bisa menuntaskan pekan ini dengan kembali menjuarai gelar JGTO.
”Memenangkan kejuaraan (di Oman) itu memberi saya banyak percaya diri. Sejak saat itu, saya bisa memainkan semua pukulan dengan penuh keyakinan,” tandasnya.


