Michael Hendry menjaga peluangnya untuk menjuarai Token Homemate Cup untuk kedua kalinya, namun harus bersaing dengan Ryo Ishikawa dan Rikuya Hoshino yang kini memimpin.

Pegolf Selandia Baru Michael Hendry masih menjaga peluangnya mewujudkan gelar Japan Golf Tour Organization (JGTO) kedua dalam kariernya. Pada putaran ketiga Token Homemate Cup, yang merupakan turnamen awal musim 2023, ia kembali menampilkan permainan solid. Skor 3-under 68 hanya membuatnya terpaut satu stroke dari Ryo Ishikawa (64) dan Rikuya Hoshino (68), yang kini memipin klasemen sementara.

Kartu skor juara Indonesia Open 2010 ini memang tidak sebersih dua putaran sebelumnya. Setelah dua hari berturut-turut bermain tanpa bogey, kali ini ia harus mendapat tiga bogey, yang ia peroleh dari hole 3, 8, dan 11. Namun, ia masih bisa mengemas enam birdie, termasuk di hole terakhir untuk menjaga peluang meraih gelar pada pekan ini.

”Saya senang dengan posisi ini, jelas saya tidak bermain sebagus dua hari pertama, cukup berantakan, tapi saya berhasil memperbaiki keadaan dan mendapatkan skor yang bagus,” tutur Hendry.

”Angin hari ini sedikit lebih sulit sehingga lebih sulit melakukan pilihan club. Pastilah Anda lebih berarap berada di atas (klasemen), setidaknya posisi itu memberi Anda keunggulan. (Namun,) sejauh saya bisa bermain dengan baik, tak ada alasan untuk tidak menjadikan pekan ini pekan yang bagus!”

”Sejauh saya bisa bermain dengan baik, tak ada alasan untuk tidak menjadikan pekan ini pekan yang bagus!” — Michael Hendry.

Sayangnya, penampilan solid justru jauh dari Yusako Hosono. Setelah sempat menciptakan rekor terendah lapangan pada putaran kedua, ia harus bermain dengan skor 76 lantaran bermain 6-over di tiga hole terakhirnya.

Sementara itu, pegolf Amerika Han Lee dan pegolf Korea Song Younghan, menjadi bagian dari lima pemain yang terpaut dua stroke dari duo pemuncak klasemen di posisi T4, setelah keduanya sama-sama mengemas skor 67 dan skor total 201.

Lee menampilkan perjuangan luar biasa setelah mengawali putaran ketiga dengan buruk. Ia mendapat dua bogey di tiga hole pertamanya, namun berhasil merespons dengan mencatatkan tiga birdie di hole 4, 5, dan 7, sebelum kemudian mencatatkan empat birdie dan satu bogey di lima hole terakhirnya.

”Saya memasukkan banyak putt, sebagian besar berjarak 3-3,6 meter untuk birdie, saya cukup senang,” tutur Lee. ”Green agak sedikit lebih keras. Sebelum turnamen dimulai, hujan turun deras di Nagoya pada hari Minggu, jadi mereka menjalankan tugas dengan baik dengan membuat green-nya siap untuk turnamen ini.”

Dari puncak klasemen, Hoshino berpeluang untuk memperbaiki catatan penampilannya ketika tahun lalu finis di posisi ketiga.

 

Ryo Ishikawa, Round 3 Token Homemate Cup 2023.
Meski telah menjuarai 18 gelar JGTO, Ryo Ishikawa pernah menjuarai turnamen awal musim. Kini ia punya kesempatan bagus mewujudkan hal tersebut. Foto: JGTO Images.

 

”Tahun lalu saya berharap bisa meraih gelar, tapi akhirnya finis di tempat ketiga. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk memenangkan ajang pertama tahun ini!” tekad Hoshino, yang pada putaran ketiga mengemas delapan birdie dengan satu bogey.

”Dalam lima tahun terakhir, saya belum pernah gagal memenangkan setidaknya satu gelar tiap musim. Ini tentunya menjadi target besar saya untuk menjadikannya enam tahun berturut-turut melakukan hal tersebut dan berharap bisa mencapainya lebih awal pada musim ini!”

Namun, Ishikawa juga memiliki harapan serupa. Kemenangan pada hari Minggu akan memberinya gelar Token Homemate Cup pertama dalam kariernya. Prestasi terbaiknya pada ajang ini ialah ketika finis di belakang Atomu Shigenaga pada tahun 2018. Sebuah eagle, enam birdie, dan tiga bogey menjadi modal untuk melangkah ke putaran final. Dan ia punya motivasi lain untuk mewujudkan kemenangan lantaran, meskipun telah menjuarai 18 gelar JGTO, Ishikawa belum pernah memenangkan turnamen awal musim.

”Saya senang bisa bermain dalam grup pamungkas pada hari terakhir,” tuturnya. ”Saya kira dua pemain lain (Hoshino dan Hendry) sedang dalam permainan terbaik mereka, jadi saya merasa agak gugup. Saya hanya akan menikmati kompetisi dan melihat bagaimana hasilnya.”