Kensei Hirata berpeluang memenangkan gelar JGTO keduanya musim ini dan menatap putaran final dengan unggul satu stroke dari Kunihiro Kamii.
Dua bulan setelah memenangkan gelar Japan Golf Tour Organization (JGTO) pertama dalam kariernya, Kensei Hirata kembali berada di posisi ideal untuk mengamankan gelar keduanya. Kemenangan pada ajang Japan PGA Championship Minggu (30/7) besok bakal menjadi kemenangan terbesar dalam kariernya, sekaligus memastikan kariernya di sirkuit papan atas ini hingga lima tahun ke depan.
Pegolf berusia 22 tahun ini kembali membukukan skor 69 untuk memberinya keunggulan satu stroke menuju putaran final di Eniwa Country Club, di Hokkaido. Dari lima birdie yang ia torehkan, empat di antaranya ia raih secara berturut-turut dari hole 11.
Kemenangannya pada ajang Gateway to The Open Mizuno Open bulan Mei 2023 lalu telah memberinya hak berkiprah di kancah JGTO hingga dua tahun ke depan. Namun, jika berhasil menang, ia tak hanya membawa pulang hadiah uang sebesar ¥30 juta (sekitar Rp3,2 milyar), tapi juga keanggotaan hingga lima tahun lagi.
Hirata meyakini satu stroke keunggulannya itu menjadi sangat penting untuk memulai putaran final besok. Namun, ia mesti mempertahankan permainannya untuk bisa menjadi pegolf pertama yang memenangkan lebih dari satu gelar pada tahun ini.
”Bahkan keunggulan satu stroke bisa menjadi pembeda yang signifikan. Namun, mengingat tantangan alam di lapangan, keunggulan satu atau dua stroke bisa lekas hilang hanya dalam satu atau dua hole,” ujarnya. ”Itu sebabnya, saya tidak terlalu fokus pada berapa jumlah keunggulan saya. Lebih ke soal mengelola permainan sendiri.
”Ketika menjuarai Mizuno Open, tekanan itu mulai terasa di tiga hole terakhir. Menurut saya besok pun saya akan merasa lebih tegang lagi.” — Kensei Hirata.
”Kami tengah menuju putaran final ajang akbar, jadi sangatlah wajar bagi siapa pun yang tengah bersaing untuk merasakan tekanan. Saya harap saya bisa mengatasinya dengan efektif dan memenangkannya.
”Ketika menjuarai Mizuno Open, tekanan itu mulai terasa di tiga hole terakhir. Menurut saya besok pun saya akan merasa lebih tegang lagi.”
Kunihiro Kamii menjadi pesaing terdekat Hirata setelah skor 67 membuatnya hanya berjarak satu stroke. Sementara Takumi Kanaya (66) mengintai di tempat ketiga dengan terpaut tiga stroke dari Hirata.
Sementara itu, duo Korea Ryu Hyunwoo dan Hwang Junggon, keduanya telah mengombinasikan enam gelar JGTO, juga tidak bisa diabaikan sebagai pesaing pada hari terakhir. Keduanya terpaut empat stroke dari puncak klasemen.
Adapun pegolf Australia Brad Kennedy hanya bisa bermain dengan skor 72 sehingga kini ia terlempar ke posisi T6 bersama pimpinan peraih hadiah uang terbanyak saat ini Keita Nakajima (68), Yuki Inamori (69), dan Taiga Semikawa (70).

