Hiroshi Iwata bermain nyaris sempurna untuk menciptakan kejutan sebagai pimpinan klasemen sementara ZOZO CHAMPIONSHIP. Siapakah Hiroshi Iwata dan bagaimana ia bisa menguasai posisi teratas?
Kembalinya ZOZO CHAMPIONSHIP ke Accordia Golf Narashino Country Club ditandai dengan percikan pesona oleh salah satu pegolf tuan rumah. Hiroshi Iwata menunjukkan bahwa Jepang tidak hanya memiliki Hideki Matsuyama. Permainan cemerlang Iwata ini membawanya mencatatkan skor 7-under 63 untuk memegang kendali pada akhir putaran pertama.
Pegolf berusia 40 tahun ini tidak menunggu waktu untuk mencuri perhatian. Ia segera menorehkan birdie di hole pertamanya, yang ia mulai dari hole 10. Meskipun sempat tersandung bogey di hole 12, yang menjadi satu-satunya bogey sepanjang hari ini, ia lekas bangkit dan menorehkan birdie keduanya di hole 13, sebelum menuntaskan sembilan hole pertamanya ini dengan birdie-birdie-eagle. Meskipun hanya berhasil mencatatkan dua birdie di sembilan hole terakhirnya, Iwata memastikan start yang ideal pada ajang yang menjadi salah satu pusat perhatian global pada pekan ini.
Menarik melihat bagaimana sosok yang mulai menggeluti golf sejak berusia 14 tahun ini sukses mencuri perhatian ketika para pegolf bintang, seperti Matsuyama, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 Xander Schauffele, pemegang dua gelar Major Collin Morikawa, atau salah satu pegolf favorit penggemar Rickie Fowler ikut meramaikan persaingan.
Performa Iwata pada kancah Japan Golf Tour musim ini memang tidaklah buruk. Bulan Mei 2021 lalu ia sukses menjuarai gelar profesional ketiga dalam kariernya lewat ajang The Crowns. Setelah kemenangannya itu, ia telah lima kali finis di posisi sepuluh besar, dengan T11 pada ajang Japan Open Golf Championship, sebelum menuju ZOZO CHAMPIONSHIP.
Iwata beralih profesional pada tahun 2004. Sejak saat itu, ia telah tiga kali mengikuti Qualifying School, dan tiga kali pula menjuarai ajang Japan Golf Tour. Sebagai profesional, ia harus bersabar hingga sepuluh tahun sejak memutuskan menjadikan golf sebagai mata pencahariannya. Kemenangan pertamanya lewat ajang Fujisankei Classic, yang dimainkan di Yamanashi. Kala itu ia sukses menaklukukan pegolf Korea Hur Inhoi dengan keunggulan satu stroke.
Setahun kemudian, ia sukses memenangkan gelar keduanya, kali ini dengan mengungguli Shugo Imahara, juga dengan kemenangan satu stroke.
Kemenangan ketiganya harus tertunda hingga bulan Mei 2021 lalu, tatkala ia mengikuti ajang The Crowns, turnamen yang terpaksa dimainkan tiga hari. Untuk pertama kalinya dalam kariernya, Iwata meraih kemenangan lebih dari satu stroke.
Setelah dalam dua edisi perdana penyelenggaraan ZOZO CHAMPIONSHIP ia harus absen, tampaknya pegolf yang telah mengumpulkan hadiah uang sebesar ¥557.667.715 ini ingin memaksimalkan kesempatan kali ini.
Perjuangannya jelas belum akan selesai, mengingat ada terlalu banyak hal yang mungkin terwujud dalam 54 hole berikutnya. Namun, meski hanya untuk sementara, pengalaman bisa memimpin dalam satu-satunya ajang PGA TOUR yang dilangsungkan di Jepang ini, akan menciptakan kenangan yang menyenangkan baginya.


