Takumi Kanaya mengambil alih posisi Shin Yonggu sebagai pimpinan klasemen International Series Oman.

Salah satu pegolf paling berprospek dari Jepang, Takumi Kanaya, tampaknya mengikuti langkah Shin Yonggu dalam memanfaatkan kondisi lapangan pagi hari yang ideal untuk mencatatkan skor, sekaligus menggeser posisi pegolf Kanada tersebut dari puncak klasemen International Series Oman.

Mantan pegolf amatir No.1 Dunia ini mungkin hanya menorehkan skor 1-under 71 untuk melangkah ke akhir pekan. Akan tetapi, permainan tersebut sudah cukup untuk memberinya skor total 4-under, yang sekaligus menempatkannya di posisi teratas pada ajang yang memperebutkan total US$2 juta ini.

Langkah Kanaya juga diikuti oleh rekan senegaranya. Ryo Hisatsune, yang juga memainkan putaran keduanya pada pagi hari kini hanya terpaut satu stroke usai menorehkan skor 70. Mereka menjadi bagian dari hanya sembilan pemain yang bisa bermain under di Al Mouj Golf yang dipenuhi embusan angin kencang.

Dengan kecepatan angin hampir mencapai 30 km per jam, kondisi lapangan pada siang hari menjadi semakin sulit. Shin, yang sempat menorehkan skor 66 dan menguasai klasemen hari pertama, justru harus bermain dengan skor 76. Ia pun harus rela turun peringkat ke posisi ketiga, bersama pegolf Chile Joaquin Niemann (70), Zach Murray asal Australia (72), dan pegolf Amerika Berry Henson (73).

 

 

Keberhasilan Kanaya mengambil alih posisi teratas tidak terlepas dari kualitas permainannya yang tajam. Selama ini ia dikenal sebagai salah satu pemain iron paling presisi dan bekal inilah yang ikut membantunya mengatasi kondisi yang brutal pada hari kedua.

”Ini hari yang berat, angin berembus sangat kencang. Namun, ya, saya merasa luar biasa, membukukan skor 71 yang terbukti menjadi skor yang bagus,” ujar Kanaya yang menorehkan empat birdie dan tiga bogey. ”Saya suka mengendalikan bola, itu aspek favorit saya, jadi saya punya peluang. Masih ada dua hari lagi, jadi saya akan berusaha sebaik mungkin.”

Pegolf berusia 24 tahun ini baru dua tahun menjalani karier profesional, menyusul petualangan masa amatir yang penuh sensasi. Selain menjadi No.1 Dunia amatir selama 55 pekan, ia menjuarai Mitsui Sumitomo Visa Taiheyo Masters pada Japan Golf Tour. Dan usai beralih profesional, ia juga telah menikmati dua kemenangan di negeri sendiri, termasuk ajang prestisius Dunlop Phoenix Open 2020.

Sementara itu, Hisatsune sukses menorehkan enam birdie, meskipun harus mencatatkan empat bogey di kartu skornya. Pegolf yang juga disebut-sebut berpotensi meraih sukses internasional ini setahun lebih awal beralih profesional daripada Kanaya, dan telah memenangkan tiga gelar pada sirkuit sekunder pada tahun 2021.

 

Ryo Hisatsune, Round 2 International Series Oman.
Ryo Hisatsune menjadi pesaing terdekat bagi Takumi Kanaya pada kondisi lapangan yang brutal dan menjadi dua dari hanya sembilan pemain yang bisa bermain under. Foto: Paul Lakatos/Asian Tour.

 

”Meskipun hari ini saya bermain lebih pagi, tetap saja sulit karena begitu berangin. Saya banyak melakukan putt penentu hari ini dan bisa membuat birdie di tiap par 3, jadi saya sangat senang dengan permainan saya. Permainan terkuat saya ada pada driver, saya memukul bola hampir ke semua fairway sehingga lebih mudah melakukan pukulan kedua. Namun, dengan angin seperti ini tetap tidak mudah,” jelasnya.

Meskipun harus tergusur dari puncak klasemen, Shin, yang gagal menorehkan satu birdie pun, masih berada dalam persaingan di jajaran atas.

”Lapangannya benar-benar berbeda ketimbang kemarin. Saya tahu angin bakal berembus, jadi pasti akan sulit, tapi posisi pinnya juga sulit hari ini. Green-nya lebih keras daripada kemarin, pastinya saya main pagi kemarin, dan sore ini pinnya sangat sulit, terutama dengan angin yang seperti itu,” jelas Shin.

Adapun satu-satunya wakil Indonesia, Naraajie Emerald Ramadhan Putra, harus menyudahi perjuangannya pada putaran kedua. Ia sempat menciptakan momentum tatkala menorehkan birdie di hole 12, yang merupakan hole ketiganya. Namun, dua bogey di hole 14 dan 16 menghentikan momentum tersebut. Dua bogey dari hole 1 dan 4 turut memberatkan langkahnya. Ia sempat menorehkan birdie keduanya lewat permainan apik di hole 7. Sayangnya, bogey di hole terakhir membuat langkahnya harus kembali kandas. Skor total 7-over miliknya hanya terpaut satu stroke dari batas cut-off.