Ho Yu-cheng berpeluang mewujudkan gelar profesional pertamanya di Indonesia dan akan menarik inspirasi dari kisah sukses sejumlah bintang China Taipei di panggung global.

Bagi Ho Yu-cheng, basket dan memancing merupakan dua hobi yang sangat ia gandrungi di luar profesinya sebagai pegolf. Ia kerap meluangkan waktunya menyaksikan pertandingan NBA dan menjadi salah satu pendukung berat Los Angeles Lakers.

”Saya sangat mengagumi Kobe Bryant dan menjadi penggemar L.A. Lakers,” ujarnya.

Ia dengan bangga menunjukkan sarung driver yang berdesain logo klub basket asal Amerika itu ketika kami menjumpainya pada akhir putaran kedua kemarin.

Uniknya, ia juga senang memancing. Dan sahabat karibnya, Kevin Yu, yang kini bermain pada PGA TOUR kerap menemaninya memancing setiap tahun jika keduanya sedang berada di negeri mereka.

 

Ho Yu-cheng, Round 3 BNI Ciputra Golfpreneur Tournament 2023.
Ho Yu-cheng kerap menghabiskan waktu dengan memancing bersama sahabatnya, Kevin Yu, ketika mereka tengah pulang kampung. Foto: Yongki Hermawan.

 

”Saya memang berteman karib dengan Kevin Yu dan kami kerap mengobrol dan membahas cara supaya kami bisa sama-sama bermain lebih baik lagi,” tuturnya.

Dengan C.T. Pan, yang kini menjadi salah satu figur besar bagi China Taipei yang telah meraih satu gelar PGA TOUR dan medali perunggu Olimpiade Tokyo, Ho bakal menarik inspirasi dari kisah sukses kedua bintang PGA TOUR tersebut ketika memulai putaran final BNI Ciputra Golfpreneur Tournament di Damai Indah Golf BSD Course besok (26/8).

Permainannya yang cemerlang pada putaran ketiga membantunya mencatatkan delapan birdie dengan dua bogey, untuk menorehkan skor 66 keduanya pada pekan ini. Skor total 19-under 197 miliknya tak hanya membawanya ke puncak klasemen, tapi juga memberinya keunggulan dua stroke dari pimpinan klasemen hari pertama Jakraphan Premsirigorn (67) asal Thailand, dan tiga stroke dari duo India Samarth Dwivedi (63) dan Yuvraj Singh Sandhu (69).

Lebarnya fairway di Damai Indah Golf BSD Course seakan memuaskan gaya bermainnya yang sempat redup ketika bertanding pada The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura sepekan sebelumnya. Bermain di lapangan pegunungan dengan fairway yang jauh lebih menuntut akurasi dari tee, Ho hanya bisa bermain dalam dua putaran pertama karena gagal lolos cut.

Skenario fairway-green benar-benar ia jalankan dengan luar biasa. ”Saya hanya berusaha menempatkan bola saya di fairway dan melakukan pukulan kedua saya ke posisi yang memudahkan untuk membuat birdie dan sejauh ini strategi klasik ini berjalan dengan baik,” jelasnya. Dan ia membukukan 4-under di sembilan hole pertamanya, tanpa menorehkan bogey sama sekali.

 

Jakraphan Premsirigorn, Round 3 BNI Ciputra Golfpreneur Tournament 2023.
Pimpinan klasemen hari pertama Jakraphan Premsirigorn asal Thailand masih berpeluang mengikuti jejak rekan senegaranya, Suteepat Prateeptienchai, yang menjuarai BNI Ciputra Golfpreneur Tournament. Foto: Yongki Hermawan.

 

Meski hari ini ia terpaksa menorehkan bogey di hole 11 dan 18, Ho juga menorehkan empat birdie tambahan di sembilan hole terakhirnya, yang memberinya bekal untuk memainkan putaran final.

Ia sadar bahwa dirinya berkesempatan menorehkan sejarah baru dalam gelaran BNI Ciputra Golfpreneur Tournament ini lantaran belum ada pegolf China Taipei yang memenangkan turnamen yang mulai dipertandingkan pada tahun 2014 ini. Apalagi kemenangan pada pekan ini juga berpotensi memacunya untuk meraih sukses yang lebih tinggi lagi, seperti yang dilakukan oleh Miguel Carballo (2017) dan Tom Kim (2019).

Jika berhasil mewujudkan kemenangan, Ho akan menjadi pegolf China Taipei pertama yang meraih kemenangan di Indonesia sejak terakhir Lu Chien-soon mengangkat trofi Indonesia Open pada tahun 1985.

Toh ia sudah sangat paham bahwa keunggulan dua stroke saja tidak akan cukup untuk menjamin segalanya. Alih-alih berpikir terlalu jauh, ia memilih untuk ”fokus pada permainan saya dan memperbaiki catatan skor saya. Itulah target saya besok. Saya tidak akan memikirkan soal posisi finis nantinya, hanya fokus pada permainan saja.”