Tiffany Chan mengawali Hana Financial Group Singapore Women’s Open dengan menorehkan hole-in-one pertama dalam kariernya.
Tampil dalam turnamen yang baru pertama kali diselenggarakan, dan menorehkan hole-in-one pertama dalam karier golf profesional, jelas merupakan pengalaman yang luar biasa. Tidak mengherankan jika Tiffany Chan merasa luar biasa puas bisa melihat bagaimana pukulannya di hole 16 par 3 di Tampines Course masuk ke lubang dalam satu pukulan.
Dengan jarak 112 meter, pegolf asal Hong Kong ini menggunakan 9-iron, yang tak hanya memberinya hole-in-one pertama dalam kariernya, tapi juga membantunya mengawali ajang awal musim KLPGA Tour, Hana Financial Group Singapore Women’s Open, dengan skor 4-under 68.
”Ini yang pertama kalinya!” tutur Chan. ”Saya melihat pukulan tersebut sempat menghantam pin. Saya sudah pernah memasukkan bola dari fairway, namun belum pernah melakukannya dari tee box.
”Bisa menyaksikannya dan melihat bagaimana bola masuk di tengah lubang merupakan salah satu pencapaian terbesar yang pernah saya dapatkan selama bermain golf.”
Hole-in-one tersebut terjadi setelah Chan menorehkan birdie keempatnya hari ini di hole 13, setelah menorehkan skor 3-under di sembilan hole pertamanya.
Kartu skornya memang tidak sepenuhnya sempurna. Ia sempat mendapat bogey di hole 1 par 4, yang menjadi satu-satunya bogey yang ia torehkan. Meski demikian, ia sukses meraih birdie di hole 5 dan 8 sehingga menyelesaikan putaran pertama dengan berada di posisi T9, tiga stroke di belakang Park Hyunkyung dan Jeong Yunji, yang berbagi posisi teratas.

Satu-satunya pegolf Hong Kong yang berlaga pada LPGA Tour ini mengaku senang bisa menjadi bagian dari 102 peserta gelaran awal Hana Financial Group Singapore Women’s Open, yang menjadi turnamen awal musim bagi KLPGA Tour dan Ladies Asian Tour Series.
Pekan ini menjadi partisipasi keempat Chan bermain dalam sebuah ajang yang diakui oleh KLPGA Tour. Sebelumnya, ia sempat bertanding pada Kia Motors Korea Women’s Open 2016 dan mengikuti Kumho Tire Women’s Open di China tahun 2014 dan 2016.
Sebagai pemain reguler pada LPGA Tour sejak 2019, Chan juga menegaskan kedua rekan satu grupnya memiliki kualitas permainan yang sama dengan yang biasa ia jumpai di sirkuit Amerika tersebut.
”Ini pertama kalinya saya bermain dalam ajang KLPGA sebagai pegolf profesional. KLPGA Tour sangat mirip dengan LPGA Tour, standardnya sungguh tinggi, semua pemain Korea dan jangan lupa juga para pegolf Asia Pasifik.
”Princess (Mary Superal dari Filipina) yang telah menang (Simone Asia Pacific Cup) di Indonesia (bulan Agustus lalu), Atthaya (Thitikul, No.3 Dunia dari Thailand), jadi menurut saya ajang ini seberat LPGA.
”Cuacanya juga sulit diatasi karena jauh lebih lembab di sini. Namun, semuanya sudah terbiasa, jadi Anda mesti main luar biasa bagus untuk bisa bermain dalam cuaca seperti ini.”


