Birdie di hole terakhir menjaga peluang Rikuya Hoshino meraih kemenangan perdana dengan keunggulan satu stroke.

Rikuya Hoshino menjaga peluangnya mewujudkan kemenangan perdana musim 2023 ini setelah menorehkan birdie di hole terakhirnya pada putaran ketiga The Crowns. Pegolf berusia 26 tahun ini mengemas lima birdie dengan satu bogey untuk catatan skor 4-under 66. Dengan skor total 11-under 199, kini ia memegang keunggulan satu stroke atas Juara The Crowns 2021 Hiroshi Iwata.

Iwata sendiri berhasil bangkit setelah mendapat double bogey di hole ketiganya dengan meraih enam birdie, termasuk tiga birdie berturut-turut dari hole 10-12. Ia juga mencatatkan birdie di hole terakhirnya untuk menjaga peluang mewujudkan kemenangan kelima dalam kariernya.

Pesaing kuat lainnya ialah Taiga Semikawa. Pegolf berusia 22 tahun yang telah menjuarai tiga gelar Japan Golf Tour Organization (JGTO) ini berpeluang meraih kemenangan keduanya musim ini setelah menorehkan skor 67. Dengan skor total 7-under 203, ia menempati peringkat ketiga bersama Mikumu Horikawa.

Massaya Hattori juga berpeluang menciptakan kejutan dengan posisi satu stroke di belakang Semikawa dan Horikawa setelah bermain dengan skor 70. Sementara pegolf Afrika Selatan Jbe Kruger kini memimpin skuad internasional setelah skor 68 yang ia torehkan membuatnya mengoleksi skor total 206.

”Siapa yang bisa mengatasi kondisi cuaca yang tidak bisa diprediksi, green, dan bunker akan tampil sebagai juaranya.” — Rikuya Hoshino.

Dengan keunggulan tipis, Hoshino tetap bertahan di puncak klasemen, meskipun bakal menjalani putaran final dengan persaingan ketat. Iwata jelas masih membawa momentum setelah finis di tempat keempat pada ajang ISPS HANDA Championship pekan lalu.

Pada putaran ketiga itu, Hoshino mencatatkan birdie di hole 1, 7, dan 8 dengan satu-satunya bogey ia raih di hole 4. Permainannya berlanjut ke sembilan hole berikutnya dengan catatan birdie di hole 12 dan 18.

”Saya berharap bisa bermain 3 atau 4-under, jadi sungguh luar biasa bisa mewujudkannya,” tutur Hoshino.

”Angin berembus sangat kencang dan membuat permainan sangat sulit bagi kami, terutama di sembilan hole pertama. Syukurlah saya masih bisa mendapatkan momentum dengan menciptakan birdie di hole 7 par 3.

”Iwata bermain agresif di sembilan hole kedua, dan begitu juga dengan Semikawa karena mereka terus membuat birdie sehingga rasanya birdie saya tidak bakal cukup!

”Saya menantikan pertarungan final dengan mereka lagi. Siapa yang bisa mengatasi kondisi cuaca yang tidak bisa diprediksi, green, dan bunker akan tampil sebagai juaranya.”