Viktor Hovland dan Rory McIlroy kini berbagi puncak klasemen pada The Open Championship ke-150 dengan keunggulan empat stroke atas Cameron Young dan Cameron Smith.

Salah satunya baru mengemas tiga gelar PGA TOUR, sedangkan yang satunya lagi sudah menorehkan 21 kemenangan. Satunya baru tiga kali tampil pada The Open Championship, sedang satunya lagi sudah sebelas kali tampil dan mengemas satu kemenangan. Seperti itulah perbandingan Viktor Hovland dan Rory McIlroy, yang kini berbagi tempat teratas pada The Open Championship.

Dengan perbandingan demikian, rasanya lebih mudah menyebut McIlroy lebih berpeluang untuk kembali mengangkat Claret Jug. Apalagi sudah delapan tahun berlalu sejak terakhir ia menjuarai sebuah ajang Major. Namun, di St. Andrews, segalanya jelas masih sangat mungkin, bahkan bagi beberapa nama lainnya, seperti Cameron Young dan Cameron Smith yang berada empat stroke di belakang Hovland dan McIlroy, atau bahkan Kim Siwoo dan Scottie Scheffler yang berselisih lima stroke dengan pimpinan klasemen.

Selain itu, St. Andrews juga telah menyuguhkan panggung yang membuktikan keduanya berada di level yang sama. Meski dalam dua putaran pertama Hovland dan McIlroy tidak menempati posisi teratas, keduanya sama-sama berada di jajaran atas dengan torehan skor total yang sama, 10-under. Dan pada putaran hari Sabtu kemarin (16/7), kedua bintang Ryder Cup Eropa yang bermain dalam satu grup ini menorehkan skor yang juga sama, 6-under 66, untnuk menempatkan mereka di posisi paling menguntungkan.

Hovland bermain sedikit lebih baik lantaran kartu skornya tidak dihias oleh satu bogey pun. Enam birdie ia raih, termasuk empat secara beruntun dari hole 3. Sementara itu, kartu skor McIlroy lebih berwarna, dengan satu eagle, lima birdie, dan satu bogey.

”Mungkin saya tidak bakal melupakan pengalaman itu dengan cepat. Saya main dengan baik, tapi rasanya keren juga bisa bergantian (meraih birdie) dengan Rory. Menurut saya kami jelas melakukan permainan kali masing-masing. … Rory dan Harry (kedi Rory) orang yang baik, dan kami saling mengobrol. Jadi ini grup yang bagus,” tutur Hovland.

 

 

Meski bermain tanpa bogey, praktiknya Hovland bukan berarti bebas dari kesulitan. Pukulan tee-nya di hole 8 par 3 praktis hampir mematikan momentum yang ia raih setelah di empat hole sebelumnya ia mencatakan empat birdie berturut-turut.

”Saya keliru memainkan 8-iron yang saya gunakan di hole 8 dan bola berhenti jauh di sisi kiri green. Namun, saya juga merasa senang bisa melakukan dua putt di hole itu. Rasanya, saya bakal mendapat bogey di sana, yang bakal sedikit membunuh momentum,” tuturnya. ”Bisa mengamankan sejumlah par juga sangat penting, terutama di hole 16 dan 17, plus beberapa putt pendek untuk par, seperti yang saya lakukan di hole 13 dan 15.”

Posisinya ini jelas memberi kesempatan besar bagi Hovland untuk menjadi pegolf Norwegia pertama yang memenangkan Major, justru pada perayaan istimewa penyelenggaraan ke-150.

”Bisa berada di sini saja sudah sangat istimewa, tapi punya peluang menjuarainya, saya seakan mesti memastikan ini bukan mimpi, tapi bukan berarti saya tidak akan habis-habisan,” ujar Hovland.

Berbeda daripada Hovland, McIlroy harus menunggu hingga hole 5 sampai bisa mendapat birdie pertamanya. Kesabarannya juga benar-benar membuahkan hasil tatkala mendapat tambahan tiga birdie dengan satu eagle. Eagle di hole 10 itu juga menciptakan gegap gempita yang luar biasa lantaran pukulannya dari bunker sejauh 25 meter langsung masuk ke lubang.

 

Rory McIlroy, Round 2 The Open Championship 2022.
Rory McIlroy berpeluang mengakhiri penantian lama untuk menjuarai ajang Major kelima dalam kariernya. Foto: Stuart Kerr/R&A/Getty Images.

 

Setelah birdie di hole 14, ia terpaksa mendapat bogey di hole 17 setelah pukulan pertamanya masuk ke rough sisi kiri. Saya berusaha melakukan pitching dengan wedge sekitar 123 meter. Dan bolanya justru melambung kencang dan melewati green,” jelas McIlroy. ”Dari sana skornya bisa lebih buruk lagi. Jadi, saya merasa cukup senang bisa melakukan chipping ke green dan memasukkan bola dalam dua putt.”

Kesalahan di hole 17 itu lekas ia perbaiki dengan birdie di hole 18, sekaligus kembali membuatnya berpasangan dengan Hovland untuk kedua kalinya pada pekan ini.

”Saya harus tetap mengikuti rencana permainan saya, tetap menjalani prosesnya. Makin banyak orang yang menyinggung soal hasilnya, makin saya bakal lebih membahas soal proses dan tetap pada rencana permainan karena itulah satu-satunya yang bisa saya lakukan, dan saya sudah melakukannya dengan baik dalam tiga hari terakhir. Dan semua itu menempatkan saya di posisi yang sekarang. Saya hanya harus melakukannya satu hari lagi,” ujar McIlroy menyinggung peluangnya menjuarai The Open hari ini.

Tak hanya Hovland, Young dan Smith juga akan menjadi penantang kuat bagi McIlroy. Keduanya sama-sama mencatatkan skor total 12-under. Young bermain sedikit lebih baik daripada pegolf Australia, yang akan menjadi pasangannya bermain pada putaran final. Lima birdie, satu bogey, dan satu double bogey memberi skor 71 baginya, sementara Smith hanya mencatatkan dua birdie dengan satu bogey dan satu double bogey.

Pesaing lain yang juga berpeluang menciptakan kejutan adalah pemegang tiga gelar PGA TOUR Kim Siwoo dan pegolf No.1 Dunia Scottie Scheffler. Kim menampilkan permainan terbaiknya selama mengikuti The Open dengan mencatatkan skor 67. Adapun Scheffler bermain dengan lima birdie dan dua bogey untuk skor 3-under 69.