Tomoyo Ikemura menjadi juara perdana dari gelaran Richard Mille Charity Tournament setelah sukses menyalip Riki Kawamoto.
Tomoyo Ikemura sukses menjadi juara pertama dari gelaran Richard Mille Charity Tournament, yang digelar di Noto Country Club kemarin (3/8). Pegolf berusia 29 tahun ini menciptakan skor 64 untuk meraih kemenangan dua stroke atas Riki Kawamoto.
Meski tidak menciptakan skor terendah—kehormatan ini menjadi milik Tatsunori Shogenji, yang mengemas skor 63—Ikemura benar-benar bermain bersih tanpa bogey dengan permainan di sembilan hole terakhir yang memastikannya meraih kemenangan.
Memulai putaran final dengan tertinggal tiga stroke dari Kawamoto, Ikemura mampu menghindari membuang terlalu banyak pukulan di sembilan hole pertamanya di Noto Country Club itu. Selain bebas bogey, ia juga menciptakan dua birdie untuk perlahan-lahan memperbaiki posisinya.
Namun, ketika memasuki sembilan hole kedua, Ikemura menemukan iramanya, dan lekas melejit berkat birdie di hole 10. Sempat mendapat par di dua hole berikutnya, ia menambah catatan birdie-nya dari hole 13, lalu menciptakan eagle di hole 14.
”Jadi, untuk paruh kedua musim ini, saya mulai berlari dan mengobrol dengan pelatih fisik soal menerapkan latihan aerobik sambil memonitor detak jantung. Ini bertujuan membangun stamina.”
”Setelah hole 12, sekitar tee 13 saya memeriksa papan klasemen dan melihat Riki Kawamoto berada sendirian di posisi teratas. Grup terakhir tak banyak melakukan pergerakan—cuma Kawamoto. Saya kira, ’Dia sangat menikmati putaran ini,’ Saya masih dalam posisi 19-under bersama Ren Yonezawa, dan kami membahas bagaimana salah satu dari kami mungkin bisa menantangnya Lalu saya mulai memasukkan lebih banyak putt birdie, dan momentumnya pun bergeser,” jelas Ikemura.
Ia menutup dengan birdie di hole 15 dan 16, lalu menyelamatkan par di dua hole terakhirnya.
”Pada Japan Open tahun lalu, saya sempat memimpin hingga memasuki putaran final, tapi tidak bisa menutup dengan kemenangan. Sejak tahun lalu, masalah serupa kerap muncul ketika saya berada di posisi bagus menuju putaran final dan tak bisa memperpanjang keunggulan. Jadi, untuk paruh kedua musim ini, saya mulai berlari dan mengobrol dengan pelatih fisik soal menerapkan latihan aerobik sambil memonitor detak jantung. Ini bertujuan membangun stamina. Saya kira langkah ini sangat membantu,” tandas pegolf yang membawa pulang uang sebesar ¥19 juta atau sebesar Rp2,125 milyar.
Nicklaus Chiam tampil sebagai wakil internasional terbaik pada ajang ini. Pegolf Singapura ini finis di posisi T8 setelah bermain dengan lima birdie dan tanpa bogey. Skor total 18-under yang ia ciptakan membawanya finis di posisi yang sama dengan Suguru Shimoke dan Kazuki Higa.


