Im Sungjae berniat memperkukuh statusnya di jajaran elite dengan penampilan keenam secara berturut-turut pada ajang TOUR Championship pekan ini.

Ketika Im Sungjae membeli rumah di Atlanta pada akhir 2020, keputusan ini menjadi langkah untuk memiliki domisili di AS berkat kemudahan sambungan penerbangan dan berbagai pilihan restoran Korea di sekitarnya.

Keputusan itu juga menjadi motivasi besar untuk menjamin dirinya mengamankan status 30 besar setiap tahun guna mengikuti ajang final FedExCup Playoff, TOUR Championship, yang dimainkan di East Lake Golf Club, di Atlanta yang berjarak hanya 30 menit berkendara dari rumahnya.

Bintang Korea berusia 26 tahun ini segera melakoni penampilan keenam secara berturut-turut pada TOUR Championship. Partisipasinya ini sudah ia mulai sejak debutnya tahun 2019 lalu. Dan penampilan mengesankan ini jelas memperkukuh statusnya di jajaran para pegolf elite.

”Saya senang bisa ambil bagian dalam ajang TOUR Championship untuk tahun keenam secara beruntun. Saya selalu menargetkan masuk TOUR Championship tiap tahun tatkala memasuki musim yang baru,” tutur Im.

”Saya mesti bersabar dan dengan tenang mengelola permainan dan menjalankan satu per satu. Saya kira tiap pemain berpeluang menang.”

Dengan tujuh kali finis di sepuluh besar dan lebih dari US$6 juta yang ia menangkan tahun ini, Im menempati posisi ke-11 pada klasemen FedExCup setelah ajang BMW Championship di Colorado akhir pekan lalu. Ia pun akan memulai permainan di East Lake dengan 3-under atau tujuh stroke di belakang Scottie Scheffler dalam format berjenjang.

Mungkin jaraknya dengan pegolf yang telah menjuarai enam turnamen dan medali emas Olimpiade Paris itu terlihat besar. Namun, Im sadar bahwa keunggulan itu masih bisa dikejar.

Tahun 2022 lalu, ia tertinggal enam stroke di belakang Scheffler di East Lake sebelum akhirnya finis di tempat kedua, satu stroke di belakang juara FedExCup kala itu, Rory McIlroy. Scheffler sendiri finis T2 bersama Im setelah keunggulan enam stroke-nya sirna saat memasuki putaran final.

”Dengan pengalaman saya, saya kira kalau bisa berada dalam kondisi yang bagus dan pukulan-pukulannya berjalan dengan baik, saya kira saya bisa mengatasi jarak tersebut,” ujar Im. ”Saya mesti bersabar dan dengan tenang mengelola permainan dan menjalankan satu per satu. Saya kira tiap pemain berpeluang menang. Anda hanya perlu fokus tiap hari untuk mengejar pimpinan klasemen.”

Setelah mengawali musim 2024 dengan meyakinkan lewat T5 pada ajang The Sentry in Hawaii bulan Januari lalu, penampilan Im berangsur-angsur menurun dan gagal meraih finis yang lebih tinggi. Ia bahkan empat kali gagal lolos cut hingga bulan April. Ia sempat khawatir kondisi tersebut mengawali kejatuhannya sebelum akhirnya finis T4 di Quail Hollow bulan Mei lalu dan mengembalikan ke jalurnya dan lima kali finis di sepuluh besar lagi, termasuk T7 pada Open Championship.

”Tentunya saya berharap finis meyakinkan pada ajang ini. Itu target saya.”

”Saya menjalani masa-masa sulit selama tiga bulan. Setelah Sentry, saya kira saya bakal mendapatkan musim yang bagus, tapi permainan saya tidak cukup bagus sejak dari sana hingga The Masters. Saya kesulitan mengendalikan aspek mental, melakukan sejumlah swing yang buruk dan mengalami sejumlah masalah teknis,” jelas Im.

”Rasanya berbeda ketimbang beberapa tahun lalu dan saya kira saya bakal terpuruk. Saya pun melakukan sejumlah perubahan, melatih swing saya dengan giat, mengubah teknik putting dan semuanya mulai membuahkan hasil. Saya pun mendapatkan kepercayaan diri saya dan berusaha tetap sabar. Saya meyakini diri sendiri dan berjuang keras. Saya yakin, itulah titik balik musim ini.”

Posisi keduanya pada tahun 2022 menjadi hasil terbaik yang pernah dibukukan pegolf Asia dalam perburuan menjuarai FedExCup sejak turnamen ini dimulai tahun 2007. Pekan ini ia akan bermain bersama rekan senegaranya An Byeonghun, yang melakoni debut, Tom Kim, serta Hideki Matsuyama yang berusaha memperbaiki catatan rekor bagi Asia. Matsuyama sendiri tampil untuk ke-10 kalinya dalam sebelas musim.

”Tentunya saya berharap finis meyakinkan pada ajang ini. Itu target saya. Saya sangat bersyukur bisa mengikuti ajang ini dan bangga pada diri sendiri. Saya menembus ajang ini untuk keenam kalinya tahun ini, dan bermain dalam ajang ini tiap tahun sangatlah sulit. Tentu saya sadar hal ini dan saya senang bisa berpeluang bersaing memperebutkan FedExCup.”

Dengan juara FedExCup yang akan membawa pulang US$25 juta dan total US$100 juta yang dipertaruhkan di antara 30 pegolf di East Lake, Im jelas bermimpi bisa memenangkan hadiah besar itu dengan kenyamanan pergi dan pulang dari rumahnya sendiri.