Delapan birdie dengan hanya satu bogey membawa Asyrafa Danish Suryanto ke peringkat dua klasemen keseluruhan kelompok putra pada Pondok Indah International Junior Golf Championship. Apa yang membuatnya sanggup mencatatkan birdie terbanyak dalam satu putaran di Pondok Indah Golf Course?
Kerja keras dan disiplin yang tinggi terbukti menjadi kunci untuk tak hanya menciptakan kejutan, tapi juga membuka peluang bersaing di Pondok Indah Golf Course. Asyrafa Danish Suryanto jelas memetik buah dari ketekunannya pada ajang Pondok Indah International Junior Golf Championship. Pada putaran kedua ajang yang memasuki edisi ke-12 ini, pegolf berusia 15 tahun ini mengemas delapan birdie dengan hanya satu bogey untuk memperbaiki posisinya dan tampil sebagai pesaing terkuat bagi Park Gunwoong asal Korea.
Pegolf yang akrab disapa Rafa ini sempat frustrasi setelah mengakhiri putaran pertama dengan skor 6-over 78. Setelah bermain even par di sembilan hole pertamanya, ia justru hanya mencatatkan satu birdie, yaitu dari hole 11, namun mendapat tiga bogey serta dua kali mencatatkan double bogey di kartu skornya.
”Pada akhir putaran pertama kemarin, saya kembali lagi untuk latihan short game, kalau tidak salah sampai jam empat sore, barulah saya pulang, makan, dan istirahat,” tuturnya.
Memasuki putaran kedua, ia menikmati start yang ideal dengan langsung bermain 3-under di lima hole pertamanya. Bahkan ketika mendapat bogey di hole 15, ia tidak kehilangan momentum. Setelah menutup sembilan hole pertama—ia bermain dari hole 10—dengan birdie di hole 17 dan 18, pegolf yang bernaung di bawah Ciputra Golfpreneur Foundation ini menambah tiga birdie lagi di sembilan hole terakhirnya sehingga akan memulai putaran final dari peringkat kedua.
”Ini skor terbaik yang pernah saya raih selama mengikuti pertandingan resmi.”
”Saya sama sekali tidak berpikir bisa bermain sebagus ini. Cuma hari ini saya memang datang lebih pagi untuk latihan dan mendapatkan feel untuk putting, dari jam 9 sampai menjelang tee off (pada pukul 12:25). Paling hanya jeda untuk makan saja,” tuturnya. ”Ini skor terbaik yang pernah saya raih selama mengikuti pertandingan resmi.”
Ia menambahkan, birdie pertama di hole 11 ikut membantunya menciptakan momentum lebih awal. ”Saya bisa bermain lebih santai dan tidak banyak memikirkan kesalahan. Permainan saya pun bisa lebih mengalir daripada kemarin (putaran pertama),” ujarnya lagi.
”Hari ini saya juga bisa menentukan club yang tepat (untuk mengatasi angin), memang tadi ada kalanya saya harus memainkan club yang dua kali lebih panjang daripada biasanya. Saya juga harus memukul bola lebih rendah (untuk menghindari angin) dan ini memang sudah saya latih di driving range tadi pagi.
”Bisa dibilang kunci permainan saya hari ini ada di pukulan approach dan putting. Banyak pukulan approach yang menempel (dan mendekati lubang) sehingga memudahkan memasukkan putt.”

Dengan skor total 1-under 143, Asyrafa kini terpaut lima stroke dari Park, yang kemarin juga menampilkan permainan solid. Meskipun jarak di antara keduanya cukup besar, Asyrafa kini menjadi pemain yang paling berpeluang menciptakan kejutan dan finis satu peringkat lebih baik dari prestasi terbaiknya tatkala finis di tempat kedua pada edisi 2023 lalu.
Meskipun bukan perkara yang mudah, Asyrafa berniat untuk mempercayai proses yang selama ini ia jalani.
”Rencana permainan saya akan tetap sama. Malam ini saya ingin istirahat dan tidak memikirkan banyak hal. Semoga besok saya bisa lebih fokus lagi dan memberikan yang terbaik,” tandasnya.
Sementara itu, sang juara bertahan, Kenneth Henson Sutianto, yang baru kembali usai mempersembahkan medali perak nomor beregu pada ajang SEA Games 2025, berhasil tampil lebih baik dan mengemas skor even par 72. Dengan skor total 148, kini ia berbagi peringkat kelima dengan Margoz Marvin Kamengmau. Adapun Teuku Husein M. Danindra berada di peringkat keempat dengan catatan skor 146.


