Im Sungjae berharap mengembalikan performa putting-nya agar bisa bersaing memperebutkan gelar FedExCup akhir musim ini.

Menghadapi Wyndham Championship yang berlangsung pekan ini Im Sungjae berharap permainan putter-nya bisa kembali tajam. Performa putting yang prima bakal menjadi modal penting baginya untuk membidik hadiah utama FedExCup, tatkala rangkaian FedExCup Playoff dimulai pekan depan.

Kehadirannya pada ajang Wyndham Championship, yang menjadi turnamen terakhir musim reguler PGA TOUR, akan menjadi kesempatan terakhir bagi Im untuk mengembalikan performa yang ia butuhkan.

Sejak pertama kali diperkenalkan tahun 2007 silam, belum pernah ada pemain Asia yang berhasil memenangkan FedExCup. Im menjadi satu-satunya yang nyaris mewujudkan hal tersebut tatkala ia memulai TOUR Championship 2020 dengan berada di peringkat ke-2 klasemen FedExCup. Sayangnya, ia kemudian harus finis di tempat ke-11.

Sejak bermain di level PGA TOUR tahun 2019, Im telah menorehkan sejumlah prestasi membanggakan dengan meraih predikat Rookie of the Year. Kini ia telah dua kali memenangkan gelar PGA TOUR. Kualitas permainannya juga masih ia tunjukkan musim ini dengan menempati perinkat 10 pada statistik Strokes Gained: Tee to Green.

”Saya pikir empat tahun pada PGA TOUR telah saya lalui dengan baik. Sayangnya, saya belum bisa menampilkan performa yang bagus pada ajang Major, ….” — Im Sungjae.

Sayangnya, performa putter-nya belum mengimbangi.

”Saya selalu berada di sepuluh besar untuk kualitas pukulan bola dan ingin berada di posisi sekarang dengan kualitas tersebut. Cuma kualitas putter saja yang sedikit kurang. Saya meningkatkan permainan dengan chipping dan scrambling, jadi satu-satunya aspek yang ingin saya tingkatkan ialah putting,” jelas Im yang menempati peringkat 61 untuk Strokes Gained: Putting.

Meski beberapa kali bersaing untuk meraih kemenangan pada musim ini, ia masih merasa kecewa dengan sejumlah penampilannya pada ajang Major. Prestasi terbaiknya pada ajang Major musim ini ia raih pada ajang Masters Tournament dengan finis di posisi T8, setelah sempat memimpin pada hari pertama. Lalu ia gagal lolos cut pada ajang U.S. Open dan T81 pada The Open Championship. Ia juga harus absen dari PGA Championship tahun ini lantaran terpapar COVID-19.

Toh ia masih berniat untuk berjuang menciptakan sejarah menjuarai FedExCup. Jika berhasil, ia akan menjajarkan dirinya dengan para jawara, seperti Tiger Woods, Vijay Singh, Jordan Spieth, Rory McIlroy, Justin Thomas, dan Patrick Cantlay, yang memenangkan FedExCup 2021.

”Saya sudah menang sekali (musim ini), dan beberapa kali masuk sepuluh besar untuk menggambarkan musim yang luar biasa,” tuturnya lagi. ”Saya pikir empat tahun pada PGA TOUR telah saya lalui dengan baik. Sayangnya, saya belum bisa menampilkan performa yang bagus pada ajang Major, tapi sepuluh besar pada ajang Masters membuat saya senang dengan posisi saya sekarang.

 

Im Sungjae dengan trofi Shriners Children’s Open 2021.
Im Sungjae menjuarai Shriners Children’s Open 2021 sebagai gelar PGA TOUR keduanya dalam 100 turnamen yang ia ikuti. Foto: Getty Images.

 

”Untuk sekarang, saya perlu fokus pada dua ajang playoff sebelum TOUR Championship. Mungkin saya bisa menyasar sesuatu jika bisa masuk sepuluh besar sebelum pekan terakhir. Saya menargetkan demikian.”

Ajang Playoff pertama, FedEx St. Jude Championship pekan depan hanya akan diikuti oleh 125 pegolf teratas pada klasemen FedExCup. Setelah itu BMW Championship hanya akan diikuti oleh 70 pegolf teratas, dengan penutup musim ini, TOUR Championship, hanya akan diikuti 30 pegolf teratas.

Saat ini Im juga hampir pasti menjadi anggota Tim Internasional, yang akan menghadapi Tim AS pada Presidents Cup di Quail Hollow bulan depan. Dalam debutnya tahun 2019, Im, yang kala itu ikut serta sebagai pilihan kapten, berhasil tampil memukau. Ia menyumbangkan 3,5 poin di Royal Melbourne, termasuk kemenangan 4&3 atas Gary Woodland. Kini ia mulai menantikan membawa bendera Tim Internasional lagi untuk meraih kemenangan kedua tim ini dalam sejarah Presidents Cup.

”Ketika pertama kali masuk tim, saya sangat gugup, tapi akhirnya saya menikmati permainan yang bagus dan merasa sangat senang. Saya bisa menyumbangkan sesuatu buat tim kami,” ujarnya.

”Untuk Presidents Cup, kerja sama tim sangatlah penting. Saya berharap kami menang atas AS. Para pemain dari tim kami telah bermain luar biasa belakangan ini dan saya pikir kami bisa menciptakan momen-momen hebat. Saya ingin menjadi bagian dari semua itu dan membantu dengan berbagai cara yang bisa saya lakukan.”