Kiradech Aphibarnrat dan An Byeonghun kini meramaikan persaingan di jajaran atas pada ajang Korn Ferry Tour Championship presented by United Leasing & Finance 2022.
Lompatan besar dilakukan Kiradech Aphibarnrat pada putaran kedua Korn Ferry Tour Championship presented by United Leasing & Finance kemarin (2/9). Pegolf asal Thailand ini menorehkan skor 7-under 65 dan kini menjadi salah satu pemain yang berada di peringkat kedua pada turnamen tutup musim Korn Ferry Tour ini.
Pegolf berusia 33 tahun ini menciptakan sembilan birdie dengan dua bogey di Victoria National Golf Club, di Newburgh, Indiana. Setelah sebelumnya membukukan skor 67, kini Kiradech mencatatkan skor total 132, dan hanya terpaut dua stroke dari pegolf Kanada Michael Gligic, yang mempertahankan posisi teratas.
Pegolf Korea An Byeonghun, yang telah memastikan kartu PGA TOUR untuk musim depan melalui musim reguler, juga membukukan skor 65 dan mencatatkan skor total yang sama dengan Kiradech. Kesempatan ini memberinya peluang meraih kemenangan kedua pada musim ini.
Adapun pegolf China Yuan Yechun masih mempertahankan peluangnya untuk menuntaskan musim ini sebagai pegolf No.1 Korn Ferry Tour. Pada putaran kedua itu ia menorehkan empat birdie dengan dua bogey untuk skor 70 dan kini menempati posisi T13 dengan skor total 8-under. Pimpinan klasemen peraih poin pada Korn Ferry Tour, Paul Haley II, mengumpulkan skor 3-under menuju akhir pekan.
Kiradech, yang menjadi pegolf Thailand pertama yang meraih kartu PGA TOUR, mengaku puas dengan kembalinya kualitas permainan putting-nya dalam pekan yang penuh tekanan ini. ”Saya bisa bilang kalau saya mendapatkan start yang bagus, membuat birdie di hole pertama dan main 5-under di sembilan hole pertama. Dua pekan terakhir ini putting saya tidak masuk-masuk. Namun, dua hari terakhir justru menjadi lebih baik,” jelas Kiradech.
Musim ini, sekali lagi, Kiradech gagal menembus 125 besar untuk mempertahankan kartu PGA TOUR-nya. Itu sebabnya, mantan pegolf No.1 Asian Tour ini harus kembali ke Korn Ferry Tour Final untuk meraih kembali kartunya. Kehadiran kedinya dari Thailand, Prajak Khaoprathum, sejak bulan Juli lalu menjadi salah satu kunci positif yang membantunya.

”Saya butuh kedi Thai, saya mesti mengobrol dengan sesama Thai, dan sebelumnya saya tidak menikmati kerja saya sama sekali,” tutur Kiradech, yang sempat menjadi pemain reguler di jajaran 30 besar sebelum performanya menurun.
”Ketika main bagus sendirian, Anda tidak merayakannya dengan orang lain. Ketika main jelek, Anda sendirian lagi, sulit menjelaskan semuanya kepada semua orang. Saat saya ditemani olehnya lagi pada ajang Rocket Mortgage (Classic) dan merasa lebih menikmati bermain golf, main bagus pada ajang Wyndham (Championship), saya masih bisa bilang kalau saya bermain dengan sangat baik dalam beberapa pekan terakhir meskipun finis di posisi 55 (pada ajang Boise) dan gagal lolos cut pekan lalu, pukulan saya sudah menjadi solid.
”Target pekan ini, saya pikir saya mesti berada did enam, tujuh, atau lima besar, saya tidak tahu pasti, tapi saya tidak ingin berfokus pada hal itu. Meskipun tidak bisa mewujudkan target ini, saya bisa kembali bermain pada DP World Tour atau Korn Ferry Tour. Permainan saya beberapa tahun terakhir memang tidak bagus, dari peringkat 30 besar dunia menjadi 300-an.”
Seperti halnya Kiradech, An juga sebelumnya kerap berada di jajaran 30 besar dunia, sebelum kehilangan kartu PGA TOUR untuk pertama kalinya pada tahun 2021. Namun, ia lekas bangkit dan kembali mendapatkan hak bermain pada Tour papan atas itu. Kini ia pun berpeluang mewujudkan gelar Korn Ferry Tour kedua pada musim ini.
”Anda bisa melihat dari skornya bahwa saya bermain dengan baik kemarin dan main cukup bagus hari ini. Secara keseluruhan, long game saya solid. Bola saya banyak masuk ke fairway. Itulah target saya pekan ini, memukul banyak green dan fairway. Saya cukup senang dengan posisi saya sekarang,” tutur An, yang mendapatkan delapan birdie, termasuk di tiga hole terakhirnya.
”(Kartu PGA TOUR) sudah diamankan, tapi Anda tentu ingin finis sebaik mungkin. Tiga pekan terakhir semua lulusan Korn Ferry Tour bermain dengan sangat baik. Rasanya saya juga sudah main cukup bagus dalam dua pekan terakhir, finis di posisi 20, lalu 14 atau sekitar itu dan kemudian sepertinya posisi saya turun satu peringkat. Itu artinya persaingan sangat berat. Saya berusaha memotivasi diri sendiri setiap hari pada pagi hari dengan berkata, ’Hari ini akan menjadi hari yang baik,’ dan sepertinya hal itu cukup bermanfaat. Saya hanya perlu melakukan apa yang sudah saya kerjakan untuk dua hari lagi.”


