Kenangan berharga menjuarai gelar PGA TOUR pertama pada The Honda Classic mendorong Im Sungjae mengincar penampilan prima di PGA National Resort.

The Honda Classic merupakan turnamen yang paling berkesan bagi Im Sungjae. Itulah turnamen PGA TOUR pertama yang ia menangkan dalam kariernya. Kemenangan yang ia raih tiga tahun silam ikut menegaskana posisinya sebagai salah satu pegolf top dunia.

Hari ini ia bersiap untuk kembali bertanding di PGA National Resort, di Palm Beaech Gardens, Florida. Kembali mengikuti The Honda Classic, pegolf berusia 24 tahun ini bersemangat bisa kembali ke lapangan yang memberinya kemenangan itu dan berniat untuk bisa tampil prima guna memenangkan gelar PGA TOUR ketiganya.

”Saya sudah memenangkan turnamen ini pada tahun 2020. Akan selalu istimewa rasanya bisa bersaing dalam turnamen ini tiap tahunnya. Mungkin karena saya meraih kemenangan pertama di sini, dan saya sangat senang dan merasa istimewa. Selalu menyegarkan rasanya (bisa kembali),” tutur Im, yang kini merupakan pegolf No.18 Dunia.

The Honda Classic menandai rangkaian kompetisi di wilayah Florida dan Im jelas merasa sangat bersemangat berada di wilayah ini, menyusul keberhasilannya dua kali finis di sepuluh besar dalam tiga turnamen terakhir. Mengingat lapangan pekan ini dinilai sebagai salah satu lapangan PGA TOUR yang tersulit, Im sadar bahwa ia mesti bermain dengan sabar sepanjang pekan agar bisa mengulangi kemenangan tiga tahun silam.

”Saya sudah tiga kali masuk sepuluh besar (musim ini) dan sejauh ini bisa mempertahankan momentum. …. Saya akan berusaha untuk bersabar dan tetap tenang dalam tiap turnamen.” — Im Sungjae.

Juara bertahan pekan ini ialah Sepp Straka. Sementara pesaing tangguh lainnya termasuk Shane Lowry, Billy Horschel, dan Matt Kuchar.

”Menurut saya kami tidak perlu membuat banyak birdie di lapangan ini,” tutur Im, yang menjuarai turnamen ini dengan skor total 6-under tahun 2020 itu. Ia juga finis T8 pada tahun 2021.

”Kami menghadapi banyak angin kencang di sini dan lapangannya juga susah, jadi saya harus bisa menjaga skor saya dan itulah yang terbaik. Saya sudah tiga kali masuk sepuluh besar (musim ini) dan sejauh ini bisa mempertahankan momentum. Saya ingin meraih kemenangan ketiga, tapi akan selalu sulit untuk mewujudkannya. Saya akan berusaha untuk bersabar dan tetap tenang dalam tiap turnamen. Saya pikir saya akan segera mendapatkan kesempatan tersebut.”

Sejak menembus PGA TOUR melalui Korn Ferry Tour tahun 2018, kariernya memang melejit pesat. Ketika tampil dua kali dalam Presidents Cup untuk mewakili Tim Internasional, ia juga tampil memukau. Ia juga sukses menjuarai gelar PGA TOUR keduanya pada ajang Shriners Children’s Open 2021. Tatkala memenangkan The Honda Classic, Im menampilkan sejumlah pukulan penentu yang membuat Mackenzie Hughes, yang akhirnya finis di belakang Im, merasa ia bermain seakan menghadapi mesin.

Rangkaian hole 15-17 di PGA National pekan ini terkenal dengan julukan The Bear Trap, sebagaimana julukan desainer lapangan, Jack Nicklaus. Im mengingat dengan jelas bagaimana dua birdie di dua hole par 3 yang sangat menantang di hole 15 dan 17 membantunya memenangkan gelar pertamanya. Kala itu ia melakukan dua pukulan tee yang luar biasa, yang menyisakan jarak 2,4 meter untuk memberikan dua birdie yang krusial.

 

 

”Tahun 2020 itu saya membuat birdie di hole 15 dan 17. Keduanyam ungkin merupakan hole paling sulit di lapangan golf. Saya sangat gugup. Pukulan di hole 15 itu saya upayakan agresif untuk memberikan momentum supaya bisa menang. Saya cukup gugup dan merasakan tekanan yang besar, tapi justru bisa mengatasi perasaan tersebut,” kenang Im, yang finis di tempat kedua pada klasemen akhir FedExCup musim lalu.

”Tahun 2021 saya finis T8. Lantaran kemenangan pertama itu, sayay merasa sangat percaya diri.”

Meskipun masih harus bermain pada The Honda Classic, Im tak kuasa juga untuk membayangkan dua turnamen besar berikutnya. Arnold Palmer Invitational menjadi salah satu dari 12 turnamen yang statusnya ditingkatkan dan mendapat hadiah uang lebih besar. Setelah itu juga ada THE PLAYERS Championship.

”Kami segera menghadapi beberapa turnamen besar dalam beberapa pekan ke depan ini. Saya bersaing dengan para pemain terbaik di dunia dan para pesaing yang lebih kuat, saya jadi bersemangat. Saya senang bisa memiliki kesempatan bersaing dengan para pemain terbaik dunia. Ajang-ajang PGA TOUR memang selalu istimewa di semua lininya,” tandas Im.