Im Sungjae menunjukkan keberaniannya untuk menjaga jarak saing pada ajang WM Phoenix Open 2023, terpaut empat stroke dari Scottie Scheffler.
Cepat panas dan finis meyakinkan. Begitulah permainan Im Sungjae pada putaran ketiga WM Phoenix Open 2023 kemarin. Pegolf asal Korea ini kembali menorehkan skor 4-under 67 di TPC Scottsdale, yang membawanya ke posisi T6 dengan skor total 9-under 204. Catatan skornya ini sekaligus menempatkannya hanya terpaut empat stroke di belakang pegolf No.2 Dunia Scottie Scheffler (68), yang tengah mempertahankan gelarnya pada turnamen tertua kelima pada PGA TOUR ini.
Scheffler sendiri memegang keunggulan dua stroke dari dua pesaing terdekatnya, Nick Taylor (67) asal Kanada dan Jon Rahm (68) dari Spanyol, yang mengincar kemenangan ketiga dalam empat turnamen terakhir yang ia ikuti. Jordan Spieth (69) dan Adam Hadwin (67) mengintai di peringkat keempat dengan skor total 203.
Upaya Im untuk mewujudkan gelar PGA TOUR ketiganya ikut terjaga dengan menorehkan dua birdie di empat hole pertamanya. Salah satunya ia lakukan dengan melesakkan birdie dari jarak 11,4 meter di hole 4 par 3, lalu menambah tiga birdie dan satu bogey. Ia juga sukses melesakkan birdie di tiga hole par 5.
Permainan solid hari ketiga itu membuatnya cukup puas bisa mempertahankan posisinya dalam perburuan gelar. Terutama lantaran permainan driver-nya jauh dari harapan, di mana ia hanya bisa mengantarkan bolanya ke tujuh fairway. ”Di sembilan hole pertama tak banyak kesempatan yang saya dapat karena pukulan tee saya buruk, tapi begitu (aspek tersebut) membaik di sembilan hole kedua, saya bisa menciptakan lebih banyak peluang. Tidak terlalu banyak angin juga di sembilan hole kedua itu, jadi saya bisa sedikit lebih mudah mengelola permainan saya,” ujarnya.
Im sadar bahwa ia mesti tancap gas untuk bisa menuntaskan puasa gelar 16 bulannya sejak menjuarai Shriners Children’s Open pada bulan Oktober 2021 silam, plus mengukir namanya dalam sejarah turnamen sebagai juara Asia kedua setelah Hideki Matsuyama melakukannya tahun 2016 dan 2017.
Selain itu, ia juga berniat untuk menorehkan birdie ketiganya di hole 16 par 3 yang terkenal itu. Hole yang didesain dengan model arena itu bisa menampung 17.000 penggemar. ”Saya pikir saya punya peluang kalau besok (hari ini) tidak berangin. Saya pikir bakal ada hasil yang bagus kalau kami bisa tetap tenang. Turnamen ini terkenal karena gemuruh para penggemar, jadi saya akan menikmati atmosfer tersebut. Ini pengalaman yang unik dan saya menyukainya,” tuturnya.
Sementara itu, bagi Scheffler, pengalamannya mempertahankan gelar pekan ini merupakan pengalaman pertama baginya. Ia mengemas birdie di hole 2, 4, 14, dan 17, meskipun harus mendapat satu-satunya bogey di hole 13. Ia pun berpeluang menjadi pegolf ketujuh yang sukses mempertahankan gelar WM Phoenix Open. Matsuyama merupakan pemain terakhir yang berhasil melakukannya.
”Saya tak terlalu memikirkannya,” tutur Scheffler menyinggung upayanya mempertahankan gelar. ”Saya tidak mengikuti turnamen beberapa pekan sebelum ajang ini. Padahal yang lain bertanding. Saya mesti bermain sebaik mungkin; sekarang saya ada dalam posisi (untuk bisa kembali menang). Sesuatu yang saya bahas pada awal pekan ini ialah bahwa rasanya saya kerap berada di luar ketika melihat hari Minggu. Bisa berada di grup terakhir dengan keunggulan dua stroke, saya yakin, jelas menjadi posisi yang ingin saya tempati.
”Saya tak ingin muncul dalam sebuah turnamen dan finis di posisi ke-30. Saya suka berada di atas memimpin dan punya peluang menang. Hari ini sangat menyenangkan dan berupaya serta melakukan beberapa pukulan yang bagus di bawah tekanan. Besok (hari ini) saya berharap kondisinya kurang lebih sama.”
Juara Sony Open 2023 Kim Siwoo turut mencuri perhatian setelah melakukan lompatan besar. Skor 67 yang ia raih kemarin membantunya memperbaiki posisi hingga 20 peringkat lebih baik di T20. Adapun Matsuyama, yang juga menorehkan skor 67, turut memperbaiki posisi dari T54 pada putaran kedua, kini akan memulai putaran final dari posisi T25 dengan skor total 209. Sayangnya, Tom Kim harus mendapat double bogey di hole terakhirnya sehingga posisinya turun ke peringkat T28 setelah bermain dengan skor 73.


