Yuki Inamori sukses mengangkat trofi ACN Championship Golf Tournament usai menaklukkan Song Younghan dalam partai play-off.
Par di hole tambahan kedua yang dimainkan di hole 18 par 4 terbukti cukup bagi Yuki Inamori untuk meraih gelar Japan Golf Tour Organization (JGTO) pertamanya pada musim ini lewat ajang ACN Championship Golf Tournament.
Meski memulai putaran final tadi dengan terpaut dua stroke di belakang Shugo Imahira, sang pimpinan klasemen, Inamori berhasil melejit ke puncak klasemen setelah mengemas skor 6-under 66 berkat tujuh birdie dan satu bogey. Ia sebenarnya berpeluang menuntaskan turnamen dalam permainan reguler 72 hole kalau saja bogey di hole 18 itu tidak tercipta.
Dengan Song, yang juga mencatatkan skor 66 berkat permainan tanpa bogey, berhasil menyamakan skor total 17-under 271 milik Inamori, keduanya pun harus melanjutkan pertandingan dan kembali memainkan hole 18 tersebut.
Dalam partai play-off tersebut, Song harus mendapati bolanya mendarat di bunker. Beruntung Inamori tidak bisa memanfaatkan keadaan tersebut lantaran bolanya juga masuk ke bunker di kanan green.
”Kemenangan pada turnamen yang baru pertama digelar ini, khususnya di bawah sponsor yang baru, benar-benar merupakan kehormatan bagi saya.” — Yuki Inamori.
Ketika posisinya terlihat kurang menguntungkan, Inamori justru menunjukkan kualitas short game yang memukau, mengantarkan bolanya hingga menyisakan sekitar satu meter dari lubang untuk kemudian memasukkan putt penentu kemenangan.
”Saya belajar dari bogey sebelumnya dan memastikan kali ini bermain dengan tepat,” ujar Inamori, yang kini mengoleksi lima gelar JGTO dalam kariernya.
Kemenangan ini terasa manis baginya, mengingat ia cukup sering finis di sepuluh besar pada musim ini. Total ia telah delapan kali masuk sepuluh besar.
Selain itu, kemenangan ini turut membayar kekecewaannya setelah nyaris menjuarai ajang Yokohama Minato Championship. Kala itu ia sebenarnya sempat memimpin dalam tiga putaran, namun harus melepas peluang itu dan akhirnya finis di peringkat T5.
”Saya melatih swing saya sejak musim panas ini. Namun, meskipun menghadapi sejumlah tantangan, saya masih bisa bertahan hingga hari terakhir. Kemenangan pada turnamen yang baru pertama digelar ini, khususnya di bawah sponsor yang baru, benar-benar merupakan kehormatan bagi saya.”
”Turnamen-turnamen berikutnya semuanya termasuk turnamen utama. Meski Inamori meraih gelar kali ini, saya bersiap untuk mengamankan kemenangan dalam beberapa turnamen kunci berikutnya.” — Song Younghan.
Bagi Song, kegagalan meraih kemenangan ini memberinya finis di tempat kedua untuk ketiga kalinya berturut-turut setelah pertama kali terjadi pada ajang ANA Open, empat pekan silam. Dengan penampilan yang tengah prima belakangan ini, sangatlah wajar jika ia merasa kecewa. Namun, ia mengaku bahwa kemenangan hanya urusan waktu saja.
”Saya merasa yakin kalau putting par itu bakalan masuk, tapi ternyata bolanya tidak berbelok sesuai yang saya harapkan. Namun, saya mesti memberi kredit bagi Inamori yang melakukan pukulan bunker yang luar biasa itu,” puji Song.
”Meski bermain bogey pada play-off, saya menyelesaikan 18 hole terakhir dengan tanpa cela, yang menunjukkan penampilan yang membanggakan. Meski kalah, saya masih bisa bangga dengan upaya yang saya lakukan.
”Turnamen-turnamen berikutnya semuanya termasuk turnamen utama. Meski Inamori meraih gelar kali ini, saya bersiap untuk mengamankan kemenangan dalam beberapa turnamen kunci berikutnya.”
Shaun Norris dari Afrika Selatan menjadi pegolf internasional lain yang mencatatkan hasil solid pekan ini. Skor 67 pada putaran final memberinya finis terbaik musim ini dengan berada di peringkat ketiga dengan skor total 274, satu stroke di depan Imahira, yang hanya bisa bermain even par 72. Penampilannya kali ini jelas bakal menjadi sangat berarti untuk menghadapi Japan Open pekan depan, dan berusaha menjuarai ajang yang sempat ia menangkan pada 2019 itu.


