Dylan Perry memiliki motivasi baru untuk meraih prestasi terbaik pada JGTO musim ini.

Status baru Dylan Perry baru-baru ini memberinya perspektif baru dalam melakoni karier profesionalnya. Pegolf Australia yang kini menjadi seorang ayah ini kini menatap kariernya dengan perspektif baru, meskipun ia belum lama beralih profesional.

Pegolf berusia 27 tahun ini harus menunda kembali ke Jepang untuk musim penuh ketiganya pada JGTO setelah menyambut kehadiran anak pertamanya dengan rekan wanitanya, Brittany. Namun, ketika akhirnya bisa bertanding lagi pada kancah JGTO, tiga kali berturut-turut ia harus gagal lolos cut, sejak tampil pada ajang Golf Partner Pro-Am Tournament.

Akan tetapi, serangkaian hasil mengecewakan itu tampaknya bakal berakhir pekan ini. Pada ajang ASO Iizuka Challenged Golf Tournament hari ini (9/6), ia menorehkan skor 5-under 67, tanpa bogey! Permainannya tadi menempatkannya empat stroke di belakang duo pimpinan klasemen, Tomoyo Ikemura dan Yusaku Miyazato.

”Ya, persis! Sekarang saya punya satu orang lagi yang menjadi alasan untuk berkompetisi,” ujar Perry menyinggung status barunya sebagai seorang ayah. Baginya peran baru ini memberinya motivasi ekstra untuk mencapai prestasi terbaik dalam kariernya.

”Saya tahu permainan terbaik saya tidak terlalu jauh. Saya puas bisa melakukan start yang baik pekan ini.” — Dylan Perry.

”Rekan saya melahirkan bayi pada akhir Februari lalu, jadi saya memutuskan untuk tinggal di rumah dan menjadi ayah selama beberapa bulan sebelum memulai musim ini.

”Putri kami, namanya Zyli. Ia malaikat kami. Kami sangat beruntung,” imbuhnya.

Tak lama setelah menyambut Zyli, Perry juga sempat terpapar COVID-19. Itu pula alasan mengapa ia tak bisa langsung memulai musim ini, dan harus menanti sampai turnamen keenam.

Meski demikian, Perry meyakini kalau ia segera kembali ke bentuk permainan terbaiknya. Setidaknya, itulah yang terlihat dari permainannya pada putaran pertama.

Setelah menorehkan dua birdie di tiga hole pertamanya, Perry menambah tiga birdie lagi di hole 10, 13, dan 16 untuk menempatkannya di posisi bagus, sekaligus membuka peluang lolos cut untuk pertama kalinya tahun ini.

”Saya tidak terlalu senang dengan permainan saya beberapa pekan terakhir, tapi pekan lalu saya sempat main bagus di Shishido (Hills) meskipun gagal lolos cut, sambungnya. ”Jadi, saya tahu permainan terbaik saya tidak terlalu jauh. Saya puas bisa melakukan start yang baik pekan ini. Saya juga tahu kalau skornya bakal sangat rendah sepanjang pekan di lapangan ini.

 

Yusaku Miyazato, Round 1 ASO Iizuka Challenged Golf Tournament 2022.
Yusaku Miyazati berbagi posisi teratas dengan Tomoyo Ikemura dengan skor 63. Foto: JGTO Images.

 

”Sudah jelas Anda bisa lekas panas di lapangan ini, terutama di dua hole par 5 yang pendek.”

Perry menyebut birdie di hole 10 sebagai sorotan terbaiknya pada hari pertama. Kala itu pukulannya langsung masuk bunker, namun berhasil memperbaiki posisi bolanya pada pukulan kedua dan menyisakan jarak sekitar 13-16 meter dari luar green.

Sejauh ini ia telah tiga kali finis di sepuluh besar. Prestasi terbaiknya terjadi pada ajang HEIWA PGM Championship 2019 saat finis di posisi T3.

Sementara itu, pegolf Australia lainnya Brad Kennedy dan pegolf Korea Ryu Hyunwoo untuk sementara memimpin kontingen internasional setelah keduanya sama-sama menorehkan skor 66. Kennedy sukses membukukan dua eagle di hole 1 dan 17, sebelum kemudian menambah tiga birdie lagi, plus satu bogey.

Thanyakhon Khrongpha dari Thailand menjadi wakil internasional lainnya yang berada di jajaran sepuluh besar.

Ikemura menjadi salah satu pimpinan klasemen hari pertama setelah menorehkan sepuluh birdie dengan satu bogey, di mana enam birdie ia torehkan di sembilan hole pertamanya. Catatan skornya itu kemudian disamai oleh Miyazato yang membukukan tujuh birdie dan satu bogey.