Bagaimana Kim Bio bisa bangkit dari keterpurukan di negeri sendiri dan menjadi salah satu pimpinan klasemen ajang GS Caltex Maekyung Open? Bagaimana nasib wakil Indonesia di Negeri Ginseng?

Tiga tahun silam nama Kim Bio melambung gara-gara tak dapat menahan emosi. Tatkala sedang bermain pada salah satu ajang KPGA Tour, salah seorang penonton mengeluarkan bunyi dari jepretan kamera ponselnya, justru saat Kim tengah melakukan downswing sehingga bolanya meleset jauh dari targetnya.

Dengan emosi ia memutar badan dan mengacungkan cacian dengan jemarinya, lalu membanting driver-nya. Semua tindakannya ini terekam dengan sangat jelas oleh kamera televisi yang menyiarkan langsung ajang tersebut. Insiden ini berujung pada kebijakan melarang Kim bertanding pada KPGA Tour selama tiga tahun. Hukuman ini kemudian dikurangi menjadi hanya setahun, ditambah denda sebesar US$8.350 atau sebesar Rp120 jutaan, plus 120 jam melakukan pekerjaan sosial.

Nama Kim sebenarnya telah dikenal luas oleh para penggemar golf di Korea jauh sebelum insiden ini. Ia menyabet status Player of the Year dan Rookie of the Year 2010 saat masih berusia 20 tahun. Tidak heran jika insiden yang terjadi pada 29 September 2019 itu menjadi perbincangan di seluruh dunia.

Uniknya, setelah insiden tersebut ia justru menjuarai ajang yang membuatnya kembali terkenal itu. Kemenangan tersebut menjadi gelar keduanya dalam tahun tersebut.

Meski menyatakan penyesalannya kepada publik, pihak KPGA Tour tidak serta-merta mengurangi beban hukumannya. Kebijakan tersebut justru diambil hampir setahun kemudian. Dan Kim dinyatakan dapat kembali berkompetisi. Dan turnamen pertamanya setelah menjalani masa hukuman itu ialah GS Caltex Maekyung Open, ajang yang sempat ia menangkan pada tahun 2012.

Setahun setelah kembali berkompetisi, Kim berhasil meraih gelar KPGA Tour keenam dalam kariernya. Namun, sejak SK Telecom Open 2012, praktis ia belum pernah lagi meraih kemenangan internasional.

 

Son Minhyuk, Round 2 GS Caltex Maekyung Open 2022.
Pemain amatir Son Minhyuk menorehkan skor 69 dan 66 untuk menjadi salah satu pimpinan klasemen putaran kedua GS Caltex Maekyung Open 2022. Foto: KGA.

 

Pekan ini, peluang itu mulai terbuka lagi. Kembalinya GS Caltex Maekyung Open dalam kalender Asian Tour memberinya kesempatan untuk membuktikan ia sanggup kembali ke jajaran juara dalam sebuah ajang internasional.

Pegolf berusia 30 tahun ini memang sedang bagus-bagusnya. Memanfaatkan status keanggotaannya pada Asian Tour, Kim telah lima kali finis di jajaran sepuluh besar, termasuk tiga kali finis di lima besar. Dan ia melanjutkan permainan solidnya ke Namseoul Country Club untuk menjadi salah satu pimpinan klasemen sementara, bersama pemain senior Lee Dongmin (70) dan pemain amatir 17 tahun Song Minhyuk (66). Ketiganya menorehkan skor total 7-under 135. Kim sendiri menorehkan skor 68 usai mencatatkan lima birdie dengan satu double bogey.

”Saya merasa nyaman di lapangan hari ini dan jelas sangat menyenangkan bermain di hadapan sedemikian banyak penonton. Sudah lama kami tidak melihat kerumunan yang demikian,” tutur Kim, yang sejauh ini belum mengantongi kemenangan pada Asian Tour. ”Senang bisa bermain pada level yang sama yang telah saya lakoni pada tahun ini dan menempati posisi yang bagus menuju akhir pekan.”

Perjalanannya memang masih menyisakan 36 hole lagi. Pegolf India Viraj Madappa dan pegolf Korea Yang Jiho menempel Kim dengan catatan 6-under 136, dengan pegolf Korea lainnya Choi Minchel sendirian di peringkat 6 dengan skor total 137. Lalu masih ada pegolf No.1 Asian Tour Kim Joohyung dan pemain top Korea lainnya Park Sanghyun, yang baru saja menjuarai ajang DB Insurance Promy Open, pertengahan April lalu, dengan jarak hanya tiga stroke dari Kim. Artinya, posisi Kim masih jauh dari aman.

Sayangnya, ketika Kim harus memikirkan bagaimana cara melanjutkan permainan solidnya dalam dua putaran terakhir, dua wakil Indonesia harus memikirkan bagaimana cara memperbaiki performa masing-masing dalam ajang Asian Tour berikutnya. Rory Hie dan Danny Masrin yang mengusung Merah Putih harus mengakhiri perjuangannya lebih awal.

Rory, yang memulai pekan ini dengan skor 76, harus menuntaskan putaran kedua dengan skor 77. Pada 18 hole keduanya itu, pegolf Indonesia pertama yang menjuarai ajang Asian Tour ini hanya bisa menuai satu birdie di hole 15 par 4, namun harus mendapatkan tujuh bogey.

Danny, yang mengawali turnamen ini dengan skor 75, justru harus mencatatkan angka 80 pada kartu skornya. Ia juga hanya menuai satu birdie, yaitu di hole 8 par 4. Namun, ia harus mencatatkan skor double par di hole 4 par 5, plus dua double bogey dan sebuah bogey.