Jonathan Wijono mencatatkan finis 20 besar keduanya pada ajang Asian Asian Development Tour musim 2024 lewat OB Golf Invitational presented by Sentul Highlands Golf Club.

Memiliki catatan prestasi yang membanggakan di sirkuit lokal cenderung membuat publik berharap seorang atlet bisa berbicara lebih banyak di level yang lebih tinggi. Namun, konsekuensi dari kompetisi yang kian intens secara berturut-turut memaksa Jonathan Wijono untuk menginjak rem sejenak dan mengambil waktu untuk kembali berlatih dengan pelatihnya.

Investasi yang ia lakukan dengan Chris Connell beberapa pekan waktu pun mulai terlihat. Untuk pertama kalinya sejak The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura bulan Agustus 2023 lalu, Jonathan kembali menikmati putaran final, kali ini lewat ajang Asian Development Tour (ADT) lainnya, OB Golf Invitational presented by Sentul Highlands Golf Club.

Setelah menorehkan 2-under 70 pada putaran kedua untuk memastikan bermain pada putaran final, Jonathan kembali bermain under dan menuai 1-under 71 untuk skor total 2-under 214 dan finis di posisi T18.

Posisi finisnya pekan ini mungkin tidak lebih baik ketika finis T15 di Gunung Geulis bulan Agustus lalu. Namun, catatan permainannya terlihat lebih baik dan menunjukkan arah yang diharapkan.

 

Jonathan Wijono, Round 3 OB Golf Invitational presented by Sentul Highlands Golf Club.
Jonathan Wijono tampil bersama kedi profesional asal Malaysia (kanan) yang biasa menemani pegolf DP World Tour Jonathan Veerman. Foto: GolfinStyle.

 

Bermain dengan ditemani kedi profesional asal Malaysia, yang kerap menemani pegolf yang kini berkiprah pada DP World Tour, Johannes Veerman, Jonathan langsung mencatatkan 2-under berkat birdie di hole 1 dan 2.

”Kebetulan (jalur pada) dua putt itu kelihatan banget, jadi apa yang dibayangkan dan eksekusinya benar-benar persis banget,” tutur Jonathan. ”Ketika melihat dari belakang, jalurnya kelihatan, lalu saat eksekusi, kebetulan tenaga dan bidikannya juga sesuai banget sehingga bisa masuk.”

Setelah menorehkan birdie ketiganya dari hole 4, ia memang harus mencatatkan bogey di hole 5, 10, dan 11, namun berhasil memperbaiki skor berkat birdie keempatnya dari hole 17, sekaligus menutup pekan ini dengan skor 71.

”Sebenarnya, permainan saya tidak terlalu berbeda dengan beberapa hari terakhir. Kami sudah tahu mau menaruh bola di mana, cuma eksekusinya saja yang kadang tidak sesuai. Dari pukulan tee memang penting melakukan penempatan bola,” jelas Jonathan.

 

Kalin Joshi, Round 3 OB Golf Invitational presented by Sentul Highlands Golf Club.
Kalin Joshi nyaris mengikuti jejak Yuvraj Singh Sandhu sebagai pegolf India kedua yang menjuarai ajang Asian Development Tour kalau saja putt birdie di hole 17 berhasil ia masukkan. Foto: GolfinStyle.

 

”Bogey-bogey tadi memang soft bogey saja, jadi pukulan keduanya yang memang salah. Dari tadi cuma pukulan kedua yang salah, sementara untuk putting tidak ada yang sampai tiga putt. Chipping juga jauh lebih baik hari ini, cuma pukulan kedua saja yang lagi kurang bagus. Jadi, yang biasanya menjadi kekuatan saya, yaitu pukulan approach dan chipping, tadi hanya approach saja yang mengecewakan, makanya akhirnya mendapat bogey.”

Meski menuai hasil yang positif, Jonathan menilai keputusannya untuk kembali menjumpai pelatihnya dan melakukan perbaikan menjadi sesuatu yang sangat penting. Tidak ada perubahan signifikan yang mereka lakukan, selain apa yang ia sebut ”hal-hal kecil”.

”Kemarin ’kan saya bermain selama enam minggu berturut-turut ya, mungkin ada capeknya, swing-nya berubah sedikit atau bagaimana. Terus kemarin di Bali itu, menang saja pukulan saya masih ke kanan dan ke kiri, tidak bisa dikontrol. Makanya langsung istirahat, ketemu sama Chris,” tuturnya.

”Mungkin hanya hal-hal kecil yang dia benahi, hanya sequencing saja sih sebenarnya, supaya badan atas dan badan bawah bisa lebih sinkron. Jadi, seharusnya pukulannya bisa lebih terarah. Cuma karena belum biasa dengan swing-nya, jadi masih butuh waktu.

 

Sangchai Kaewcharoen, Juara OB Golf Invitational presented by Sentul Highlands Golf Club.
Chip-in birdie dari belakang green di hole tambahan kedua memberi gelar Asian Development Tour dan gelar internasional pertama bagi Sangchai Kaewcharoen. Foto: GolfinStyle.

 

“Minggu ini sudah mulai oke, ditambah saya mencoba bermain dengan kedi profesional. Jadi, saya pikir semua itu benar-benar membantu saya. It’s getting there, saya bisa merasa lebih bagus, cuma perlu waktu saja, membiasakan lagi. Minggu ini saya memang benar-benar mencoba untuk merasakan sekuens itu sih, cuma karena sudah lebih biasa, jadi bisa lebih terkontrol. Jadi, minggu depan mungkin mainnya bisa lebih santai.”

Finis di peringkat T18 sekaligus menempatkan Jonathan sebagai pegolf Indonesia terbaik pada pekan ini. Skor total 2-under 214 itu membuatnya unggul tiga stroke dari Danny Masrin (71) yang berada di posisi T24, dan empat stroke lebih baik daripada Rory Hie (74) dan Kevin Caesario Akbar (73) di posisi T28. Sementara, Asep Saefulloh, yang bermain even par 72, empat stroke lebih baik daripada putaran keduanya, finis di posisi T35.

Drama terjadi pada putaran final tadi ketika Kalin Joshi (70) dan Sangchai Kaewcaroen (68) melakoni play-off dua hole setelah keduanya sama-sama mencatatkan total 12-under 204. Sangchai memastikan gelar ADT pertama dalam kariernya setelah mencatatkan birdie dari chipping yang ia lakukan dari belakang green di hole 18.

”Saya sangat senang. Ini kemenangan pertama saya di luar negeri. Saya berharap bisa masuk sepuluh besar ADT musim ini supaya bisa meraih kartu Asian Tour,” tutur Sangchai.

Joshi sebenarnya berpeluang untuk meraih kemenangan pertamanya sejak terakhir menjuarai ajang Asian Tour, Panasonic Open India 2019, jika saja peluang birdie dari jarak sekitar 2 meter di hole 17 berhasil ia maksimalkan.