Jonathan Wijono mencatatkan finis terbaiknya selama mengikuti BNI Ciputra Golfpreneur Tournament.
Setelah dua kali berturut-turut gagal lolos cut pada ajang BNI Ciputra Golfpreneur Tournament, akhirnya Jonathan Wijono berhasil memperbaiki catatan penampilannya pada ajang Asian Development Tour tersebut. Pegolf berusia 23 tahun ini menorehkan skor terbaiknya sepanjang pekan dengan 6-under 66 untuk mengakhiri turnamen di posisi T9 dengan skor total 12-under 276.
Bermain dengan pendekatan konservatif-agresif, pegolf asal Surabaya ini menuai tujuh birdie dengan hanya satu bogey untuk berbagi tempat dengan empat pegolf lainnya.
”Cukup puas dengan hasil hari ini, terutama sangat bersyukur bisa finis di posisi setinggi ini,” tutur Jonathan.
Dalam tiga penampilannya terdahulu, ia hanya sekali bermain penuh selama empat putaran. Hanya saja pengalamannya pada tahun 2016 ketika finis di peringkat 43 itu ia raih ketika ia masih berstatus amatir.
Setelah memainkan sembilan hole pertamanya dengan 2-under, Jonathan langsung menambah empat birdie dalam rentang hole 10-14.

”Mulai dari hole 12, pukulan driver saya masuk ke fairway dan ke green kurang lebih tersisa lima meter, dan tiba-tiba saja jalur putting-nya terlihat dan puji Tuhan bisa langsung masuk. Mungkin terbawa birdie di hole sebelumnya, pukulan 3-wood dari fairway bisa masuk ke green dan saya melakukan dua putt di sana. Dan di hole 14 pukulan tee saya benar-benar menyisakan kurang lebih semeteran, jadi dari situ saya bisa mendapat birdie lagi,” jelas Jonathan menyinggung tiga birdie berturut-turut dari hole 12-14.
Meski kemudian ia harus mendapatkan bogey dari hole 16, ia menuntaskan permainannya akhir pekan lalu dengan birdie di hole terakhir dan mencatatkan sepuluh besar kedua dalam kurun tiga pekan.
Kini ia menatap ajang besar berikutnya, Indonesia Open, yang untuk pertama kalinya kembali ke Damai Indah Golf PIK Course sejak terakhir digelar di sana tahun 2014. Jonathan berniat untuk tetap meyakini proses yang telah membawanya mencatatkan hasil solid dalam tiga pekan terakhir ini.
”Saya berusaha untuk (bermain) sesabar mungkin, berusaha komitmen pada prosesnya, termasuk supaya bisa komitmen ke pekan depan,” tandasnya.
Liu Meraih Gelar Asian Development Tour Pertama
Adapun pegolf China Taipei Liu Yung-Hua menjadi juara berbeda kesembilan sejak BNI Ciputra Golfpreneur Tournament digelar pada 2014. Pegolf yang telah menjuarai dua turnamen di sirkuit domestiknya ini melangkah ke putaran final dengan terpaut dua stroke dari pegolf Thailand Vanchai Luangnitikul, ia langsung meraih birdie di hole pertamanya.

Meskipun Vanchai juga mencatatkan birdie di hole pertamanya, ia hanya bisa bermain 1-under di sembilan hole pertama itu setelah mencatatkan tiga birdie dan tiga bogey. Adapun Liu mengemas 2-under, yang memangkas jarak keduanya.
Ketika Vanchai hanya berhasil menambah tiga birdie dengan satu bogey di sembilan hole terakhirnya, Liu justru menampilkan salah satu permainan terbaiknya dengan torehan lima birdie, termasuk empat birdie di lima hole terakhirnya.
Memasuki hole terakhir, Liu mengaku merasa gugup lantaran pukulan keduanya menyisakan jarak 201 meter. Namun, ia justru berhasil mengantarkan bolanya ke green, yang sekaligus memberi tekanan kepada Vanchai, dan pimpinan klasemen dalam dua putaran pertama Matthew Cheung asal Hong Kong.
Baik Vanchai, maupun Cheung wajib menciptakan eagle untuk setidaknya memaksakan play-off. Setelah upaya keduanya gagal, Liu melakukan dua putt untuk birdie dan menorehkan skor 22-under 266, skor terendah kedua yang dibukukan oleh juara turnamen ini. Ia hanya terpaut satu stroke dari rekor Yuvraj Singh Sandhu yang meraih kemenangan tahun lalu.
”Ketika menghadapi putt terakhir itu, rasanya saya bisa mendengar bunyi detak jantung saya. Menurut saya hari ini saya banyak melakukan pukulan kedua dengan baik. Saya juga berhasil membaca jalur putt di atas green sehingga bisa menciptakan banyak birdie,” tutur Liu, yang mempersembahkan kemenangannya ini kepada keluarga dan timnya.

