Jonathan Wijono memimpin lima wakil Indonesia yang siap mengibarkan Merah Putih pada akhir pekan gelaran Mandiri Indonesia Open.
Setelah bermain dengan skor 73 pada putaran pertama, Jonathan Wijono menampilkan salah satu permainan terbaiknya di Pondok Indah Golf Course. Delapan birdie tanpa satu pun bogey pada putaran kedua tadi membawa pegolf berusia 22 tahun ini ke jajaran atas klasemen sementara ajang Mandiri Indonesia Open.
Bermain dari hole 10 di lapangan karya arsitek Robert Trent Jones Jr. ini, pegolf yang akrab disapa Jowi ini mencatatkan lima birdie di sembilan hole pertamanya, termasuk empat secara berturut-turut dari hole 15, sebelum menambah tiga birdie lagi di sembilan hole terakhirnya untuk menuntaskan hari kedua dengan skor 8-under 64.
Skor total 7-under 137 ini tak hanya melambungkan peringkatnya, tapi juga membuka peluang bersaing menuju 36 hole terakhir.
”Kemarin saya bermain lebih konservatif, soalnya posisi pin juga ditempatkan di lokasi yang susah. Kalau hari ini mentalitasnya lebih ke ’sikat saja’ karena tahu posisi kita ada di bawah, jadi harus mengejar (ketertinggalan). Selain itu, posisi pin hari ini juga tidak sesulit kemarin,” jelas Jonathan.
Permainan pegolf asal Jawa Timur ini memang tengah berada dalam kondisi yang bagus. Sejak Indonesian Tourism Golf Pro Series digelar bulan Maret 2023 lalu, ia telah mencatatkan lima kemenangan dengan torehan skor yang tidak pernah lebih buruk daripada skor 75—putaran kedua ITGPS 3 di Pondok Cabe Golf dan putaran final ITGPS 10 di Labersa—dalam sepuluh turnamen lokal yang ia ikuti.

”Hari ini bisa sesuai rencana permainan saya. Saya berhasil memenuhi 11 green in regulation (GIR), lebih bagus daripada kemarin yang cuma sembilan.” ujarnya.
Saat ini posisinya terpaut tujuh stroke dari pegolf debutan Indonesia Open asal Afrika Selatan, M.J. Viljoen, tidak ada yang mutlak mustahil dalam olahraga ini. Dan 36 hole tersisa memberinya 36 peluang birdie.
Pegolf amatir Gabriel Hansel Hari menjadi wakil Indonesia yang berada di posisi terbaik setelah Jonathan, sekaligus menjadi satu-satunya pegolf amatir yang melangkah ke akhir pekan. Meskipun permainannya tidak secemerlang hari pertama, ketika ia mengemas enam birdie dan satu bogey, skor 1-under 71 miliknya cukup membawanya ke T21.
Hansel sebenarnya berpeluang mencatatkan skor yang lebih baik kalau saja tidak mendapat tiga bogey berturut-turut dari hole 13. Ketiga bogey itu praktis membuat posisinya kembali even par, lantaran di sembilan hole pertama ia mengemas empat birdie dan satu bogey. Namun, ia mampu memperbaiki catatannya berkat birdie di hole 17 sebelum kemudian mengamankan par di hole terakhir.
”Satu hal yang penting yang saya pelajari dari dua hari ini ialah bagaimana pentingnya untuk tidak berpikir terlalu jauh,” ujarnya.
Tiga pegolf profesional Indonesia lainnya, Kevin Caesario Akbar, Nasin Surachman, dan Elki Kow turut menemani Jonathan dan Hansel dalam 36 hole berikutnya.

Dengan cut-off ditujukan bagi mereka yang minimal bermain 2-under, Kevin sempat terancam harus melupakan bermain hingga hari terakhir setelah bermain even par dalam sepuluh hole akibat bogey di hole 4 dan double bogey di hole 10 membuat tiga birdie yang ia raih di hole 5, 6, dan 9 harus pupus. Namun, atlet Ciputra Golfpreneur Foundation ini berhasil memperbaiki kartu skornya dengan menorehkan tiga birdie dari hole 11, 13, dan 16.
Adapun keberhasilan Nasin melangkah ke putaran akhir pekan Mandiri Indonesia Open melengkapi prestasi serupa pada ajang Indonesian Masters 2016 silam. Pegolf veteran yang telah memenangkan ITGPS 3 di Pondok Cabe Golf ini berhasil meminimalisasi jumlah pukulan dengan menuai dua birdie dan dua bogey untuk menyamai raihan total 3-under 141 milik Kevin dan sama-sama menempati posisi T46.
Sementara itu, meskipun hanya mengemas dua birdie dengan tiga bogey dan satu double bogey di hole 10, Elki juga berhasil berada di zona aman berkat penampilan solid hari pertama yang memberinya skor 67.
Pegolf Afrika Selatan M.J. Viljoen kini menjadi penguasa puncak klasemen sementara. Ia menjadi salah satu dari hanya tujuh pemain yang bermain tanpa bogey pada putaran kedua. Hanya saja, tidak ada yang menandingi catatan delapan birdie dengan satu eagle yang ia torehkan, yang memberinya skor total 14-under.
Ia akan menghadapi persaingan sengit dari pegolf Thailand Nitithorn Thippong yang mencatatkan tujuh birdie tanpa bogey dan mengumpulkan total 13-under.


