Delapan birdie dengan satu double bogey menempatkan Jonathan Wijono di puncak klasemen sementara Combiphar Players Championship 2022.

Melanjutkan momentum yang ia ciptakan pada ajang OB Golf Invitational presented by Jababeka & Co. pekan lalu, Jonathan Wijono kembali tampil cemerlang. Delapan birdie menghias kartu skornya sehingga menempatkannya di posisi teratas, kali ini pada ajang Combiphar Players Championship 2022.

Pegolf Thailand Suttijet Kooratanapisan menempel Jonathan setelah menyamai catatan skor 6-under milik pegolf asal Surabaya itu. Hanya saja Suttijet masih harus memainkan enam hole lagi untuk menuntaskan putaran pertamanya. Pegolf Thailand ini mencatatkan tujuh birdie dengan satu bogey ketika turnamen dihentikan.

Pekan lalu, Jonathan mencatatkan finis lima besar ketiganya selama mengikuti ajang Asian Development Tour yang dipertandingkan di Indonesia. Meski beralih ke Parahyangan Golf, pegolf berusia 22 tahun ini kembali menampilkan permainan yang layak menempatkannya di posisi teratas.

”Saya pikir saya membawa momentum (dari pekan lalu) dan merasa pukulan saya lebih solid lagi dalam dua hari terakhir,” ujar Jonathan, ”jadi semoga bisa tetap memegang kendali dan bermain seperti ini terus. Hari yang ideal di mana saya bisa memukul banyak bola ke fairway dan green.”

Mengawali permainannya dari hole 10, Jonathan meraih birdie pertamanya di hole 11, sebelum menciptakan empat birdie berturut-turut dari hole 17, 18, 1, dan 2. Ia seakan memegang kendali penuh permainannya tatkala menorehkan tiga birdie secara beruntun dari hole 6.

Sayangnya, di hole terakhir ia justru mencatatkan double bogey sehingga harus puas menuntaskan putaran pertama ini dengan skor 66.

 

Joshua Andrew Wirawan, Round 1 Combiphar Players Championship 2022.
Joshua Andrew Wirawan menorehkan skor terendahnya selama berkompetisi pada ajang Asian Tour dan Asian Development Tour tahun ini dengan skor 68 di Parahyangan Golf Club. Foto: GolfinStyle.

 

”Pukulan kedua saya terlalu bagus sampai melewati green dan masuk ke bunker. Itu sih dead spot, jadi saya berusaha main aman dan menaruh bola ke green. Saya kurang beruntung di atas green itu … saya hanya berusaha mengantarkan bola sedekat mungkin, sayangnya tidak bisa langsung memasukkan bola dengan putt kedua,” jelasnya.

Pegolf asal Jawa Timur lainnya, Joshua Andrew Wirawan, menjadi wakil tuan rumah terbaik berikutnya pada hari pertama tadi. Seakan ingin memutus rantai mengecewakan dalam sejumlah penampilannya pada ajang Asian Development Tour dan Asian Tour, pegolf yang bernaung di bawah Ciputra Golfpreneur Foundation ini menorehkan enam birdie dengan dua bogey sehingga berbagi peringkat ke-3 dengan Kade McBride asal Australia dan Chanat Sakulpolphaisan dari Thailand.

Pegolf yang akrab disapa Andrew itu sempat mengawali putaran pertamanya dengan bogey di hole 11, yang merupakan hole keduanya. Akan tetapi, ia lekas bangkit dan menorehkan dua birdie berturut-turut dan menuntaskan sembilan hole pertamanya dengan skor 1-under.

Setelah menambah tiga birdie lagi dari hole 1, 3, dan 5, ia terpaksa menuliskan satu bogey lagi di hole 8, namun berhasil menuntaskan 18 hole pertamanya tadi dengan menciptakan birdie keenamnya. Skor 4-under 68 ini merupakan skor terendah ia torehkan sejak mengikuti kompetisi yang diakui oleh Asian Tour dan Asian Development Tour.

Selain Jonathan dan Andrew, Benita Yuniarto Kasiadi dan Peter Gunawan menjadi dua pegolf Indonesia lainnya yang mengawali putaran pertama dengan bermain under. Berbeda dari dua rekan muda, yang juga berasal dari Jawa Timur itu, putra pegolf legendaris Kasiadi ini mengawali putaran pertamanya dengan penuh kesabaran. Sempat bermain 1-over hingga tujuh hole, ia membalikkan keadaan dengan birdie pertamanya di hole 18, yang ia lanjutkan dengan tiga birdie tambahan untuk menorehkan skor 3-under 69.

Sementara itu, Peter, yang juga bernaung di bawah Ciputra Golfpreneur Foundation, mengawali putaran pertama ajang Asian Development Tour yang memperebutkan total hadiah sebesar US$100.000 atau Rp1,5 milyar ini dengan skor 2-under. Kartu skornya pada putaran pertama ini menjadi yang paling berwarna lantaran terdiri atas satu eagle, tiga birdie, satu bogey, dan satu double bogey.