Justin Harding kembali membukukan skor 3-under 69, sementara Kiradech Aphibarnrat mempertahankan peluang bersaing setelah bermain even par 72.
Pekan ini tampaknya bakal menjadi salah satu pekan yang bakal ia kenang terus. Dalam dua putaran pertama yang ia mainkan di Augusta National Golf Club sepanjang hampir satu dekade sebagai pegolf profesional, Justin Harding menampilkan permainan yang membuatnya sejajar dengan sejumlah nama besar.
Usai membukukan lima birdie dengan dua bogey pada hari pertama, Harding kembali mengulangi kombinasi yang sama pada hari kedua. Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, pegolf asal Cape Town, Afrika Selatan ini berhasil membukukan skor 3-under 69. Dengan skor total 6-under 138, ia tak hanya berjarak satu stroke dari Francesco Molinari, Jason Day, Brooks Koepka, Adam Scott, dan Louis Oosthuizen, tapi juga menempatkan dirinya sejajar dengan Dustin Johnson, Xander Schauffele, dan pemegang 14 gelar Major sekaligus 4 gelar The Masters Tiger Woods.
Harding hanya bermain even par di sembilan hole pertamanya sebelum akhirnya mendapat bogey di hole 10. Namun, ia kemudian mencatatkan empat birdie berturut-turut dari hole 12, dan kemudian mendapat birdie lagi di hole 17. Ia nyaris saja bergabung dengan kelima pemegang Major yang berada di puncak klasemen itu, kalau saja ia tak kembali mendapat bogey di hole terakhirnya. Bogey di hole 18 ini sekaligus yang kedua kalinya setelah pada putaran pertamam pun harus mendapat skor serupa.
“(Sejauh ini) saya sudah bermain dengan baik,” ujar Harding, yang meraih gelar European Tour pertamanya bulan Maret lalu. “Kemarin saya pikir saya lebih bisa mengontrol permainan saya. Saya pikir hari ini saya agak sedikit kurang fokus, terutama dengan driver. Biasanya permainan driver saya lebih baik daripada yang ini, saya tak begitu sering memukul ke kiri, seperti pada hari ini.”
Meskipun pukulan tee di beberapa hole meleset ke kiri, Harding menilai kemampuan untuk mengembalikan bola ke tempat yang tepat menjadi bagian yang penting ketika bermain di Augusta National Golf Club.
“Sekali lagi, ini masalah mengembalikan bola ke tempat yang tepat dan memberi peluang melakukan up-and-down yang baik,” sambung Harding lagi.
“Asian Tour telah menjadi bagian penting bagi saya untuk berada di sini (Augusta National Golf Club) …. Saya berencana untuk mempertahankan gelar Indonesian Open saya.” – Justin Harding
Juara Indonesia Open 2018 ini menikmati performa yang luar biasa dalam setahun terakhir. Usai menjuarai dua gelar Sunshine Tour, Harding menjuarai turnamen golf tertua di Indonesia pada bulan Juli dalam status sebagai pemain undangan.
Kariernya bisa dibilang makin melejit usai menjuarai gelar Asian Tour pertamanya itu. Ia kemudian mengulangi prestasinya pada Sunshine Tour dengan memenangkan ajang Royal Cup, persis dua pekan setelah menjuarai Indonesia Open. Harding melakukan hal yang sama ketika menjuarai Lombard Insurance Classic, dua pekan usai menjuarai Investec Royal Swazi Open untuk gelar Sunshine Tour ke-7 dalam kariernya.
Harding mengakui fakta bahwa kesempatan bermain di Jakarta pada waktu itu menjadi bagian yang sangat penting dalam perjalanan kariernya. Itulah sebabnya, pegolf berusia 33 tahun ini berkomitmen untuk kembali ke Indonesia untuk mempertahankan gelarnya itu.
“Asian Tour telah menjadi bagian penting bagi saya untuk berada di sini (Augusta National Golf Club) dan meskipun jadwal saya akan berubah banyak setelah saya mendapat keanggotaan pada European Tour (usai menjuarai Commercial Bank Qatar Masters), saya akan berusaha memainkan turnamen sebanyak mungkin dan mendukung Asian Tour semampu saya. Saya berencana untuk mempertahankan gelar Indonesian Open saya. Dan saya akan mengikuti beberapa turnamen lagi (di Asian Tour) hingga akhir tahun ini,” tutur Harding.
Tapi rencana itu jelas masih jauh baginya. Kali ini ia harus berfokus untuk mempertahankan performanya dalam dua putaran terakhir The Masters.
“Saya berusaha menikmati ajang ini (The Masters) sebaik mungkin. Pastinya saya ingin bisa mengeksekusi pukulan saya. Tapi di sini ada beberapa teman saya, keluarga saya juga ada di sini menonton. Kami semua hanya ingin menikmati momen-momen ini dan menikmati tiap birdie. Semoga saja akhir pekan ini matahari lebih bersinar dan cuacanya lebih baik lagi,” ujar Harding.

Tak hanya Harding yang mulai meramaikan persaingan di Augusta National Golf Club. Meskipun sejumlah nama besar mendominasi jajaran teratas klasemen, bintang golf asal Thailand Kiradech Aphibarnrat juga menjadi salah satu yang patut menjadi perhatian pada akhir pekan ini.
Pada putaran pertama, Kiradech sukses mencatatkan satu eagle dengan dua birdie dan satu bogey untuk mencatatkan skor 3-under 69. Kali ini, meski hanya sanggup mencatatkan tiga birdie dan tiga bogey untuk skor even par 72, Kiradech mengumpulkan skor total 3-under 141 dan hanya berselisih empat stroke dari para pimpinan klasemen.
Ia sempat mendapat bogey di hole 5, namun berhasil memasukkan putt birdie dari jarak 16 kaki di hole 7. Bogey di hole 11 ia balas dengan dua birdie di hole 12, di mana ia nyaris membukukan hole-in-one dan kembali mendapat birdie di hole 13 par 5. Namun, ia akhirnya harus kembali mendapat bogey di hole 14 lantaran gagal menilai arah angin.
“Angin berembus ke mana-mana dan sungguh sulit ditebak. Putting saya juga tidak begitu jitu. Saya punya beberapa peluang dari jarak sekitar 10 kaki, sekitar tiga atau empat peluang, tapi bisa main even par di lapangan ini sudah sangat bagus,” ujar Kiradech yang finis di peringkat T15 dan T44 ketika bermain pada ajang ini tahun 2016 dan 2018.
Kiradech sempat terjatuh usai melakukan approach di sekitar pepohonan pinus di hole 17.
“Saya pikir tidak ada masalah. Ada sedikit nyeri di lutut kanan saya dan saya terjatuh. Butuh beberapa menit untuk pulih dari rasa sakit tersebut,” ujarnya lagi.
Hingga putaran kedua The Masters Tournament ini, Kiradech menjadi pegolf Asia yang berada di peringkat terbaik. Skor 3-under 141 miliknya menempatkan dia di peringkat 16 bersama enam pegolf lainnya, termasuk Bryson DeChambeau, Justin Thomas, dan Rickie Fowler. Pegolf Korea Kim Siwoo berada di peringkat T36 setelah membukukan skor 72-72. Pegolf Jepang Satoshi Kodaira dan Hideki Matsuyama berada di peringkat T46 dengan 1-over 145, sementara bintang asal China Li Haotong ada di peringkat T50 bersama Juara FedExCup 2013 Henrik Stenson dan juara The Masters 2008 Trevor Immelman dengan 2-over 146. Satu pegolf Asia lain yang menembus babak akhir pekan ialah pegolf amatir Takumi Kanaya, juara Asia-Pacific Amateur Championship 2018.


