Ayaka Furue membangkitkan kenangan eagle di hole terakhir edisi 2024 jelang upayanya mempertahankan trofi Amundi Evian Championship.

Setahun yang lalu, Ayaka Furue memainkan lima hole terakhirnya di Evian Resort Golf Club dengan catatan 5-under. Tiga birdie berturut-turut dari hole 14, yang diakhiri dengan eagle di hole ke-72 memberinya gelar Major pertama dalam karier profesionalnya. Kemenangannya kala itu sekaligus menempatkannya sebagai pegolf Jepang ketiga yang mengangkat trofi di Championship Course.

Hari ini, pegolf Jepang tersebut akan berusaha mempertahankan gelar yang ia raih tahun 2024 itu. Jadi, tak heran jika eagle di hole terakhir itu menjadi hal yang paling mengesankan baginya ketika kembali ke Evian-les-Bains.

”Saya berusaha mengingat lima hole terakhir pada hari itu, tapi terutama yang terakhir, hole 18 itu, di mana saya menciptakan eagle. Itu salah satu momen yang paling mengesankan yang saya miliki saat ini,” tutur pegolf berusia 25 tahun ini.

 

Ayaka Furue, The Amundi Evian Championship 2024.
Ayaka Furue mencatatkan total 112 putt dan rata-rata 1,64 putt per green in regulation untuk menjuarai edisi 2024 lalu. Foto: Mark Runnacles/LET.

 

Tahun lalu, performa pukulannya dari atas tee memang kurang meyakinkan. Akan tetapi, Furue memastikan kemenangannya dengan memadukan akurasi pukulan ke green dan permainan putting.

Dari total 52 fairway yang ia mainkan sepanjang 72 hole, akurasi pukulannya dari tee setinggi 67,3%. Dengan kata lain, ia mengantarkan bolanya ke 35 dari 52 fairway.

Akan tetapi, persentase pukulan approach-nya mencapai 80,6%. Itu berarti, ia sukses mengantarkan bolanya ke 58 dari total 72 green.

Performa putting-nya juga tajam. Ia mencatatkan rata-rata 28 putt per putaran, dengan permainannya pada putaran final bisa dibilang yang terbaik, yaitu ketika ia mencatatkan 27 putt. Dan sepanjang pekan itu, ia hanya sekali melakukan tiga putt, yaitu pada putaran final.

”Saya tidak pernah memikirkannya, tapi saya sangat senang ketika hendak tee off, staf di lapangan menyebutkan kalau saya seorang juara Major dan kalau saya sudah menang di Tour.”

”Lapangan di sini tentulah tidak mudah, dan Anda mesti memukul ke fairway dan mengantarkan bola ke green. Jadi, saya ingin mempertahankan permainan saya dari atas fairway dan ke green dan (kalau bisa mewujudkan) hal itu akan sangat membantu saya,” ujarnya lagi.

Tak seperti mayoritas pegolf yang memimpikan gelar Major, pegolf yang sempat membela Jepang pada Asian Games 2018 di Jakarta ini mengaku tidak pernah membayangkan bisa memenangkan Major.

”Saya tidak pernah memikirkannya, tapi saya sangat senang ketika hendak tee off, staf di lapangan menyebutkan kalau saya seorang juara Major dan kalau saya sudah menang di Tour. (Perasaan seperti ini) benar-benar baru bagi saya. Jadi, rasanya senang juga,” ujar pegolf yang memenangkan gelar LPGA keduanya lewat ajang ISPS HANDA Women’s Scottish Open 2024 ini.

Kembali ke Evian Resort Golf Club jelas memberinya pengalaman yang jauh lebih istimewa lagi pada kali ini. Statusnya sebagai juara bertahan membuat banyak fotonya terpajang di banyak tempat. Tentulah akan lebih istimewa lagi jika ia bisa mempertahankan gelarnya pada hari Minggu nanti.

 

Ai Miyazato, Juara Evian Chapionship 2009 dan 2011.
Ai Miyazato menjadi satu-satunya pegolf Jepang dan Asia yang meraih lebih dari satu kemenangan di Evian Resort Golf Club. Foto: Tristan Jones/LET.

 

Akan tetapi, seberapa sering seorang pegolf mempertahankan trofi Amundi Evian Championship di Evian Resort Golf Club? Sejak kejuaraan ini resmi menjadi Major kelima golf wanita tahun 2013, belum pernah ada satu pegolf pun yang sukses melakukannya.

Satu-satunya pegolf yang sukses mengangkat trofi secara berturut-turut adalah Laura Davies. Pegolf Inggris ini melakukannya ketika ajang ini masih hanya sebagai turnamen Ladies European Tour dan belum menjadi Major, yaitu pada tahun 1995 dan 1996.

Adapun pegolf Swedia Helen Alfredsson menjadi satu-satunya pegolf yang sukses menjuarai ajang ini sebanyak tiga kali. Ia memenangkan ajang yang kala itu masih bernama Evian Masters pada tahun perdana, yaitu 1994, dan kemudian kembali mengangkat trofi pada tahun 1998 dan 2008.

Pegolf legendaris Swedia lainnya, Annika Sorenstam, juga menjadi nama lain yang memenangkan ajang ini lebih dari sekali tatkala ia menjuarai kejuaraan ini pada tahun 2000 dan 2002.

”Saya merasa pada turnamen ini, di lapangan ini, saya merasa bisa memenangkan turnamen ini karena saya menyukai lapangannya, dan saya menyukai semua yang ada di sini.”

Sementara, senior Furue, Ai Miyazato menjadi satu-satunya pegolf Asia yang dua kali menjuarai ajang ini, yaitu pada tahun 2009 dan 2011. Sebelumnya, Hiromi Kobayashi memenangkan edisi 1997, sekaligus menjadi pegolf Asia pertama yang berjaya di Evian-les-Bains.

Penampilan Furue musim ini memang belum memuaskan. Dari 16 turnamen yang ia ikuti sebelum bertolak ke Perancis, ia telah mencatatkan 13 kali lolos cut dengan tiga kali finis di sepuluh besar—T2 pada HSBC Women’s World Championship; peringkat ke-3 pada Blue Bay LPGA; dan peringkat ke-4 pada ShopRite LPGA Classic presented by Acer. Adapun dari tiga ajang Major terakhir yang ia ikuti, Furue hanya sekali bermain penuh, yaitu pada ajang The Chevron Championship dengan finis di posisi T30.

Akan tetapi, lapangan di Evian Resort Golf Club ini merupakan lapangan yang memberinya penampilan yang solid. Dalam debutnya tahun 2019, ia finis di tempat keempat, lalu finis T19 (2022), dan finis T36 (2023), sebelum akhirnya meraih kemenangan pada tahun lalu. Secara total, ia mencatatkan skor 44-under dalam 16 putaran di lapangan ini.

”Saya merasa pada turnamen ini, di lapangan ini, saya merasa bisa memenangkan turnamen ini karena saya menyukai lapangannya, dan saya menyukai semua yang ada di sini,” ujarnya tatkala meraih kemenangan tahun lalu.

 

Ayaka Furue, The Amundi Evian Championship 2025.
Ayaka Furue mencatatkan total 44-under dari 16 putaran dan empat penampilannya pada ajang The Amundi Evian Championship sejak debutnya tahun 2019. Foto: Mark Runnacles/LET.

 

Dengan demikian, bukan tidak mungkin ia mencatatkan sejarah baru dengan menjadi pegolf pertama yang sukses mempertahankan trofi; baik pada era kejuaraan Major, maupun sepanjang sejarah ajang ini.

Para pegolf Asia yang menikmati kemenangan di Evian Resort Golf Club
Era Major
2024 Ayaka Furue (Jepang)
2019 Ko Jinyoung (Korea)
2016 Chun Ingee (Korea)
2014 Kim Hyojoo (Korea)

Era non-Major
2012 Park Inbee (Korea)
2011 Ai Miyazato (Jepang)
2010 Shin Jiyai (Korea)
2009 Ai Miyazato (Jepang)
1997 Hiromi Kobayashi (Jepang_

Catatan penampilan Ayaka Furue 2019-2024
2024: #1, 65-65-70-65, 19-under 265
2023: T36, 69-76-70-69, 284
2022: T19, 63-72-71-68, 10-under 274
2019: #4, 66-68-68-67, 15-under 269