Takumi Kanaya berpeluang mewujudkan kemenangan internasional pertamanya pada ajang International Series Oman.

Takumi Kanaya melanjutkan salah satu penampilan paling cemerlangnya di luar Jepang. Pada putaran ketiga International Series Oman kemarin (11/2), Kanaya menorehkan skor 5-under 67 ada turnamen yang memperebutkan total hadiah sebesar US$2 juta di Al Mouj Golf ini. Skor tersebut sekaligus memberinya keunggulan satu stroke dari rekan senegaranya, Ryo Hisatsune, yang juga menorehkan skor serupa.

Sadom Kaewkanjana menjadi pesaing terdekat berikutnya. Pegolf Thailand yang kerap mewarnai jajaran atas klasemen pada berbagai turnamen Asian Tour sepanjang tahun lalu ini juga menorehkan skor 67 dan menempati peringkat ketiga, tiga stroke di belakang Kanaya. Adapun bintang Spanyol Sergio Garcia dan Joaquin Niemann dari Chile masing-masing menorehkan skor 68 dan 69 dan sama-sama mengemas skor total 5-under.

Kanaya jelas menjadi bintang utama setelah menunjukkan kapasitasnya dengan permainan mengagumkan untuk mempertahankan posisi teratasnya. Dengan kondisi yang lebih tenang, ketimbang putaran hari Jumat yang diwarnai angin kencang, pegolf berusia 24 tahun ini mengemas skor total 9-under berkat empat birdie yang ia raih di lima hole sejak hole 8. Sepanjang 18 hole ketiganya itu, Kanaya mengemas enam birdie dengan hanya satu bogey.

Secara mengejutkan, ia gagal memasukkan putt yang hanya berjarak 1,2 meter untuk birdie di hole 17 dan putt birdie jarak pendek lainnya di hole terakhir.

 

 

”Rasanya bagus karena lapangan ini sangat cocok buat saya,” aku Kanaya mengenai performa cemerlangnya sepanjang pekan ini. ”Saya bisa memainkan pukulan-pukulan saya, memukul ke fairway, dan mencapai green. Besok (hari ini) saya akan fokus melakukan pukulan demi pukulan.”

Bintang Jepang, yang memiliki swing khas dengan follow through yang cepat, ini telah memenangkan tiga gelar Japan Golf Tour. Ia menjuarai Mitsui Sumitomo Visa Taiheiyo Masters 2019 saat masih berstatus amatir, serta menjuarai Dunlop Phoenix Open dan Token Homemate Cup 2020. Namun, ia masih belum menikmati kemenangan di luar negeri.

Sebagai salah satu pegolf amatir tersukses dari Jepang, ia telah menjuarai Japan Amateur 2014, Asia-Pacific Amateur Championship 2018, serta meraih medali emas beregu pada Asian Games. Selama 55 pekan ia juga menempati posisi teratas pada World Amateur Golf Ranking.

Akan tetapi, persaingan pada putaran final hari ini juga dipastikan berlangsung seru. Rekan senegaranya, Hisatsune, juga mengincar kemenangan perdananya. Pegolf yang usianya empat tahun lebih muda daripada Kanaya ini bakal bermain dalam grup terakhir.

 

Ryo Hisatsune, Round 2 International Series Oman.
Ryo Hisatsune ikut mengincar kemenangan besar pertamanya dan akan memulai putaran final dengan terpaut satu stroke dari rekan senegaranya, Takumi Kanaya. Foto. Paul Lakatos/Asian Tour.

 

”Ya, saya sangat menghormati teman saya yang lebih tua ini, kami sama-sama orang Jepang dan saya senang bisa bermain dengannya. Sangat senang kami bisa main bersama dan menciptakan banyak birdie,” ujarnya. ”Hari ini luar biasa, rasanya saya cukup cerdas dalam manajemen permainan saya.”

Sadom juga bakal menghadirkan perlawanan mengingat pekan lalu ia harus puas finis di peringkat keempat pada ajang PIF Saudi International powered by SoftBank Investment Advisers.

”Hari ini cukup bagus buat saya, saya banyak memukul ke fairway ketimbang dua putaran terakhir,” tutur pegolf yang tahun 2022 lalu menjuarai Singapore Open. ”Bola saya hanya meleset dari satu fairway hari ini dan ada banyak peluang untuk membuat birdie. Main saya solid dan putting saya juga bagus hari ini.

”Saya pikir hari ini lebih mudah karena kemarin angin berembus sangat kencang sehingga sulit memukul ke green. Dan hari ini menurut saya putting saya juga lebih baik ketimbang kemarin dan itulah kuncinya.”

 

Sadom Kaewkanjana, Round 2 International Series Oman.
Sadom Kaewkanjana terpaut lima stroke dari Takumi Kanaya dan akan bermain dalam grup terakhir bersama pegolf Jepang tersebut. Foto: Paul Lakatos/Asian Tour.

 

Salah satu pegolf yang cukup rutin menjuarai gelar di Asia, Sergio Garcia, juga menampilkan performa luar biasa, terutama setelah bermain 76 pada hari kedua.

”Kemarin beberapa hole bisa dibilang membunuh putaran saya. Selain itu, rasanya sih bagus. Hari ini saya bermain dengan baik, menciptakan banyak peluang. Memasukkan beberapa putt yang sangat bagus, beberapa bisa masuk, beberapa cuma menyentuh bibir lubang, tapi saya sangat senang. Memang sangat penting untuk meraih skor yang bagus hari ini supaya bisa punya peluang (menang) besok (hari ini),” tuturnya.

Meski telah menikmati enam kemenangan di Asia, gelar terakhir yang ia raih terjadi pada Singapore Open 2018.

”Entahlah, kita lihat saja. Bakal tergantung bagaimana cuaca dan anginnya. … Semoga saya bisa mencatatkan skor yang bagus lagi dan kita lihat apa yang terjadi,” tandasnya.