Takumi Kanaya melanjutkan dominasinya dengan memegang keunggulan empat stroke dari sahabatnya, Keita Nakajima.

Sekali lagi Takumi Kanaya menunjukkan alasan mengapa ia layak menjadi salah satu pegolf papan atas di Jepang. Skor 7-under 65 pada putaran kedua tadi memberinya skor total 17-under untuk bertahan di posisi teratas ajang ASO Iizuka Challenged Golf Tournament, yang berlangsung di Aso Iizuka Golf Club. Pegolf berusia 25 tahun ini bermain tanpa bogey dan melesakkan tujuh birdie, termasuk tiga birdie beruntun mulai hole 16.

Kanaya, yang baru saja menjuarai BMW Japan Golf Tour Championship Mori Building Cup hari Minggu (4/6) lalu, menegaskan niatannya untuk mencatatkan dua kemenangan beruntun, melanjutkan skor 10-under 62 yang ia torehkan pada putaran pertama.

”Meskipun pukulan-pukulan saya di paruh putaran tadi tidak begitu bagus, saya masih bisa meningkatkan iramanya pada paruh terakhir dan bisa memaksimalkan banyak kesempatan,” jelas Kanaya, yang hanya bisa mencatatkan dua birdie di sembilan hole pertamanya.

”Dengan istirahat yang cukup, saya jadi terbantu untuk bisa tetap fokus selama bermain. Saya ingin bermain sebaik mungkin dalam dua putaran terakhir.” — Takumi Kanaya.

”Saya tidak begitu yakin alasannya (kesulitan dengan melakukan pukulan), tapi saya malah sering memukul dari rough. Meski begitu, saya masih bisa memainkan sembilan hole pertama itu tanpa mendapat satu bogey pun.”

Kana berkeras bahwa ia masih berada dalam kondisi yang tidak terlalu prima meskipun untuk pekan ketiga secara berturut-turut ia berada dalam persaingan di puncak klasemen. Sebelum kemenangannya pekan lalu, Kanaya juga tampil solid dan finis di tempat ketiga pada ajang Gateway to The Open Mizuno Open.

”Saya berkesampatan untuk istirahat hari Rabu, dan kemarin saya finis pada pagi hari, jadi punya banyak waktu untuk istirahat,” ujarnya. ”Sekarang saya merasa percaya diri. Dengan istirahat yang cukup, saya jadi terbantu untuk bisa tetap fokus selama bermain. Saya ingin bermain sebaik mungkin dalam dua putaran terakhir.”

Dengan 36 hole tersisa, Kanaya jelas tidak bisa lengah lantaran pesaing terdekatnya, Keita Nakajima, mulai mendekati posisinya. Skor 64 memberinya total 13-under untuk berada di belakang Kanaya.

”Berada dalam persaingan untuk meraih kemenangan dalam grup terakhir pada hari terakhir merupakan hal yang paling penting.” — Keita Nakajima.

Nakajima juga berniat menuntaskan perjuangannya dengan kemenangan. Apalagi dalam dalam dua turnamen terakhir ia juga finis di tempat kedua. Enam birdie dan satu eagle pada hari kedua ini memberinya peluang untuk memberi tekanan bagi Kanaya.

”Saya tidak berpikir untuk mengejar Kanaya hari ini. Golf dimainkan dalam empat hari, jadi niatan saya ialah main bagus dan berada di possi yang bagus pada putaran final,” ujarnya. ”Berada dalam persaingan untuk meraih kemenangan dalam grup terakhir pada hari terakhir merupakan hal yang paling penting.”

Sementara itu, untuk kedua kalinya Ryo Okamura, pemain yang kurang begitu dikenal, mencatatkan skor 66 dan berada di tempat ketiga sendirian dengan total 12-under, unggul satu stroke atas kuartet Yujiro Ohori (68), Mikiya Akutsu (69), Oda Koumei (65), dan Taichi Nabetani (66).

Pegolf Amerika Todd Baek kini menatap akhir pekan sebagai pegolf internasional terbaik, menempati peringkat T10 dengan skor total 9-under 135 setelah bermain tiga stroke lebih baik daripada hari pertama dengan skor 6-under 66.