Emas untuk duet Meva Helina Schmit dan Putu Mayvil Handayani serta pasangan Amadeus Christian Susanto dan Nicholas Angga Wiyono.

Amadeus Christian Susanto dan Nicholas Angga Wiyono membuktikan bahwa birdie di Royal Sumatra Golf Course bukanlah skor yang sulit untuk diciptakan, terutama pada nomor foursome. Sembilan birdie dengan hanya dua bogey menjadi kunci pasangan dari Jawa Tengah ini mempersembahkan medali emas untuk provinsi mereka.

Tertinggal lima stroke dari pasangan unggulan Sumatera Utara, Rayhan Abdul Latief dan Asa Najib Bhakti, Amadeus dan Nicholas langsung menciptakan dua birdie di dua hole pertama mereka. Meski sempat kembali even par lantaran bogey di hole 3 dan 4, keduanya berhasil mengakhiri sembilan hole pertamanya dengan 3-under berkat birdie di hole 5, 7, dan 8. Dan ketika memainkan sembilan hole kedua di lapangan karya desainer Bob Moore ini, mereka tak lagi melakukan banyak kesalahan dan menambah empat birdie lagi.

Secara mengejutkan pula duo Rayhan-Najib hanya bisa bermain even par 72. Dua birdie di hole 10 dan 11 sempat membangkitkan harapan, mengingat kedua birdie itu membawa keduanya mencatatkan skor total 8-under. Sayangnya, selain gagal menambah koleksi birdie, mereka harus menutup putaran final dengan double bogey sehingga harus puas berada di tempat kedua dengan skor total 6-under 138 untuk raihan perak.

Adapun kedua rekan mereka, Christian Agita Sinuhaji dan Mikail Jaydra Muhamad Darmawan mencatatkan skor terbaik kedua pada putaran final tersebut. Skor 2-under 70 membuat mereka berhak mendapatkan medali perunggu dengan skor total 2-under 142.

 

Amadeus Christian Susanto dan Nicholas Angga Wiyono, Round Final Foursome Putra PON XXI.
Amadeus Christian Susanto dan Nicholas Angga Wiyono menciptakan sembilan birdie dan dua bogey untuk memastikan emas untuk Provinsi Jawa Tengah. Foto: Dede Indra Susanto.

 

Kejutan lainnya terjadi dari nomor foursome putri. Pimpinan klasemen hari pertama, pasangan DKI Jakarta Kristina Natalia Yoko dan Sania Talita Wahyudi harus melepas peluangnya lantaran bermain dengan skor 8-over 80. Pasangan yang turut berkontribusi bagi raihan medali emas beregu putri ini tak mendapat satu birdie pun, malahan mengemas empat bogey dengan double par di hole 18.

Keberhasilan pasangan Kalimantan Timur, Rani Ardelia dan Yuniar Pamadya Astuti membukukan skor 74, atau enam stroke lebih baik daripada duet DKI Jakarta itu juga menciptakan pukulan tambahan bagi Yoko dan Sania. Pasalnya, dengan sama-sama membukukan skor 8-over 152, duet Rani-Yuniar lebih berhak memenangkan medali perunggu lantaran mereka membukukan skor 18 hole yang lebih baik.

Catatan skor terbaik hari kedua nomor foursome putri sebenarnya diciptakan pasangan Jawa Barat, Rana Syarifa Mukawa dan Rayi Geulis Zullandari. Meski hanya membukukan satu birdie, mereka juga mencatatkan bogey yang lebih sedikit daripada pesaingnya, yaitu hanya dua bogey. Skor demikian sudah cukup membawa mereka ke posisi kedua untuk membawa pulang medali perak—tiga peringkat lebih baik ketika mereka memulai putaran final.

Sementara itu, meski harus bermain dengan skor 4-over 76, duet Meva Helina Schmit dan Putu Mayvil Handayani layak menjadi yang terbaik. Skor total 6-over 150 miliknya membuat mereka bermain satu stroke lebih baik daripada duo Rana-Rayi. Medali ini menjadi medali pertama yang dipersembahkan atlet Bali setelah terakhir provinsi ini memenangkan medali pada PON XIX di Riau. Kala itu Provinsi Bali memenangkan empat medali perak (dari nomor foursome putra, foursome putri, mixed-foursome, dan beregu putri) dan satu medali perunggu (dari nomor individu putri).

Nomor terakhir, mixed-foursome, akan menjadi penutup rangkaian kompetisi golf PON XXI di Royal Sumatra Golf Course. Seperti halnya nomor foursome putra dan putri, mixed-foursome akan berlangsung dalam dua putaran.