Hideki Matsuyama menegaskan keinginannya untuk mengulangi kemenangannya pada Sony Open in Hawaii.

Hideki Matsuyama tidak melihat pukulan kemenangannya, tapi ia tahu pukulannya itu bagus. Sementara Russel Henley, pemain yang takluk darinya dalam play-off Sony Open in Hawaii 2022 lalu, bergurau ingin mematahkan 3-wood kepercayaan Matsuyama, club yang memberinya salah satu pukulan terbaiknya tahun lalu itu.

Kedua pemain tersebut kembali tampil pada Sony Open in Hawaii, yang mulai berlangsung dari Kamis (13/1) pekan ini. Bintang Jepang itu kini berharap bisa menorehkan kemenangan PGA TOUR ke-9, yang akan menjadikannya sebagai pegolf Asia dengan kemenangan terbanyak di sirkuit papan atas dunia ini.

Sejumlah nama besar lain yang akan bertanding di Waialae Country Club, di Honolulu, termasuk Jordan Spieth, Tom Kim, Adam Scott, Im Sungjae, Lee Kyounghoon, dan Kim Siwoo. Menariknya, mereka-mereka ini turut menjadi bagian dari Presidents Cup bulan September 2022.

Selain itu, ada pula nama bintang muda Jepang yang baru, Keita Nakajima dan Taiga Semikawa. Keduanya merupakan mantan pegolf amatir No.1 dunia. Lalu ada juga Kazuki Higa, pegolf No.1 Japan Golf Tour Organization musim lalu, yang hadir dalam kapasitas undangan dari Sony, yang merayakan 25 tahun sebagai sponsor utama ajang ini.

Setahun setelah kemenangannya itu, pukulan 3-wood Matsuyama yang indah dari jarak 217 meter itu masih menjadi bahan perbincangan. Pegolf yang kala itu belum genap berusia 30 tahun ini harus memainkan play-off dengan Henley, Juara Sony Open 2013, setelah bermain dengan skor 63. Ia kemudian menuntaskan kemenangan itu lewat eagle memukaunya setelah menyisakan jarak kurang dari semeter usai approach dengan 3-wood-nya. Uniknya, Matsuyama tak dapat melihat pukulannya di hole 18 par 5 itu lantaran pandangannya disilaukan oleh matahari sore di Honolulu.

”Pukulan itu, saya tak bisa mengikutinya, jadi denga menyaksikan video saya tahu betapa bagusnya pukulan itu. Sungguh bagus,” tutur Matsuyama sambil tersenyum. Ia memang layak berbangga lantaran kemenangan itu membuatnya sejajar dengan K.J. Choi yang mengoleksi delapan gelar PGA TOUR.

 

 

Henley berpapasan dengan Matsuyama secara kebetulan di lapangan golf di Phoenix, belum lama ini. Dan ia bergurau dengan pegolf Jepang ini, mengambil 3-wood miliknya, dan berpura-pura hendak mematahkannya. ”Dia berdiri dengan timnya, saya hanya mendekat dan berujar, hei kawan, dan meraih 3-wood itu dan nyaris mematahkannya dengan lutut saya,” ujar Henley geli.

”Dia bermain luar biasa. Ia mencatatkan skor 63, 63 pada akhir pekan, dan dalam golf seperti itulah Anda kalah. Tentulah tidak ada dendam. Saya cuma bergurau. Saya sangat menyukai Hideki. Saya selalu menikmati bermain dengan Hideki, dan berpikir permainan golfnya sungguh indah untuk ditonton. Anda tahu, saya selalu menikmati ketika dipasangkan dengannya, jadi moment itu menjadi kenangan yang menyenangkan untuk dikenang. Begitu pula buatnya, tapi rasanya masih sakit sih (dikalahkan olehnya).”

Pekan lalu Matsuyama memulai kampanye 2023-nya dengan finis T21 pada ajang Sentry Tournament of Champions, yang juga digelar di Hawaii. Kini ia merasa yakin bisa mempertahankan gelar di Waialae, meskipun cedera lehernya belum sepenuhnya pulih.

”Sejujurnya, agak sedikit mengejutkan juga saya bisa menang tahun lalu. Waialae merupakan salah satu lapangan golf tersulit. Bermain dengan skor 63 pada akhir pekan menjadi sesuatu yang membuat saya senang, jadi saya merasa gembira bisa kembali ke sini,” tutur Matsuyama, yang bergabung dengan Isao Aoki (1983) sebagai pemenang Sony Open.

”Belakangan ini saya mengalami sedikit masalah di leher. Saya tak bisa berlatih sebanyak biasanya dalam beberapa bulan terakhir, tapi permainan saya sedang bagus. Jadi, saya tidak akan berharap banyak, tapi saya juga amat menantikan pekan ini.”

Selain itu, Matsuyama juga merasa bersemangat melihat prospek generasi muda pemain Jepang yang ikut menuju PGA TOUR. ”Ketika saya bergabung dengan PGA TOUR, usia saya baru 21, dan belakangan ada banyak pemain yang lulus dari kuliah, lalu main bagus pada PGA TOUR. Saya merasa sangat gembira melihat banyak pemain muda Jepang yang berusaha ke sini dan berusaha untuk bersaing. Hal-hal yang sudah saya lakukan selama sepuluh tahun terakhir memberi dampak yang positif. Saya merasa sangat senang,” tandas Matsuyama.