Jonathan Wijono berhasil memperbaiki penampilannya dan kini memimpin lima wakil Indonesia ke putaran final OB Golf Invitational presented by Sentul Highlands Golf Club.
Upaya Jonathan Wijono untuk memperbaiki permainannya mulai membuahkan hasil. Sejak terakhir berhasil finis T15 pada ajang The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura bulan Agustus 2023 lalu, akhirnya pemuda asal Jawa Timur ini bisa menembus putaran final. Skor 2-under 70 pada putaran kedua OB Golf Invitational presented by Sentul Highlands Golf Club tidak hanya membawanya ke putaran final, tapi juga menjadi wakil Indonesia terbaik yang akan berjuang dalam 18 hole terakhir.
Meski memulai putaran kedua tadi dengan bogey di hole 2 dan 3, ia lekas bangkit dan menorehkan birdie di hole 4, 6, dan 7 dan berhasil meminimalisasi kesalahan sehingga hanya mencatatkan 35 pukulan dalam sembilan hole pertamanya. Dua birdie di hole 10 dan 11 ikut memperbaiki posisinya di klasemen sementara. Ia memang masih mencatatkan dua bogey di sembilan hole terakhirnya, namun birdie di hole 17 membantunya mencatatkan skor total 1-under 143.
”Hari ini saya lebih memaksimalkan untuk tidak melakukan kesalahan,” tutur Jonathan, ”jadi lebih melakukan penempatan dari pukulan tee.”
Meskipun telah memenangkan enam turnamen di sirkuit domestik, Jonathan memang masih belum tampil maksimal pada ajang Asian Development Tour (ADT). Setelah 15 besar di Gunung Geulis bulan Agustus itu, ia tak kunjung berhasil tampil pada putaran final dalam tiga turnamen ADT terakhir. Penampilan solid kali ini jelas memberi angin segar baginya. Tidak hanya karena ia bisa kembali bermain penuh, tapi juga hasil latihan dengan pelatihnya, Chris Connell mulai membuahkan hasil.
”Strategi saya akan tetap sama, cuma mesti lebih meminimalkan kesalahan lagi supaya tidak menambah-nambah pukulan yang tidak perlu.” — Jonathan Wijono.
”Pastinya ada (rasa lega). Beberapa minggu kemarin saya lebih ke melakukan penyesuaian ke beberapa perubahan kecil yang saya latih dengan Chris, jadi pastinya butuh waktu.
”Sekarang rasanya sudah lebih baik, tapi saya berusaha untuk sedikit lebih menajamkannya lagi. Rasanya swing saya sudah jauh lebih baik sekarang.”
Jonathan akan memulai putaran final besok dari peringkat T22.
”Strategi saya akan tetap sama, cuma mesti lebih meminimalkan kesalahan lagi supaya tidak menambah-nambah pukulan yang tidak perlu,” tegasnya.
Rory Hie, yang kini juga mulai berlatih dengan Chris Connell, kini terpaut satu stroke di belakang Jonathan, sekaligus menjadi bagian dari lima wakil Indonesia yang melangkah ke putaran final. Bermain di lapangan yang biasa menjadi tempatnya berlatih, Rory kembali mencatatkan skor even par 72 sehingga kini berada di peringkat T25.

Juara The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura Kevin Caesario Akbar ikut melangkah ke putaran final. Setelah bermain dengan skor 73 pada hari pertama, kali ini pegolf yang bernaung di bawah Ciputra Golfpreneur Foundation ini menorehkan dua birdie dengan dua bogey untuk skor 72 dan skor total 145.
”Pukulan saya memang lagi kurang bagus. Kemarin itu sempat mengalami kendala pada permainan iron dan kali ini kesulitan melakukan tee off,” jelas Kevin. ”Lapangan ini memang tidak mudah, tapi akan lebih sulit lagi jika pukulan sedang kurang bagus.
”Saya sedang menganalisis setiap pukulan dan akan menunggu momentumnya klik lagi.”
Dua wakil Indonesia lainnya yang melangkah ke putaran final ialah Danny Masrin (70) dan Asep Saefulloh (76). Masing-masing menorehkan skor total 146 dan 147 dan akan memulai putaran final dari peringkat T38 dan T45.

Perubahan juga terjadi di jajaran atas. Pimpinan klasemen hari pertama Newport Laparojkit, yang sempat menorehkan skor 62, justru harus menuai skor 74 sehingga harus melepas takhtanya. Rekan senegaranya asal Thailand Pattaraphol Khanthacha, yang musim ini telah meraih satu gelar ADT, mencatatkan skor terendah hari kedua, 7-under 65 dan menikmati posisi teratas dengan skor total 10-under 134.
Beberapa jam kemudian, pegolf India Khalin Joshi menyamai total skor tersebut. Joshi, yang kembali menorehkan skor 67, ikut meramaikan persaingan dengan berada di puncak klasemen dan akan mengincar gelar internasional pertamanya sejak menjuarai ajang Asian Tour, Panasonic Open India 2018 silam.
Akan tetapi dengan empat pegolf lainnya terpaut hanya dua stroke dari kedua pemuncak klasemen itu, persaingan pada putaran final bakal berlangsung menarik. Pegolf Australia Deyen Lawson (67), pegolf India Yuvraj Singh Sandhu (66), dan duo Thailand Sangchai Kaewcharoen (69) dan Newport (74) sama-sama menorehkan skor total 8-under 136.
Yuvraj, yang menjuarai BNI Ciputra Golfpreneur Tournament pada bulan Agustus 2023 lalu, tak hanya berpeluang memenangkan gelar ADT keduanya pada musim ini, sekaligus mengukuhkan posisinya di puncak Order of Merit ADT, di mana sepuluh pegolf teratas berhak menyandang status anggota pada Asian Tour.

