Takumi Kanaya tampil sebagai pemain terbaik dari kubu tuan rumah, Xander Schauffele mengangkat trofi pertamanya tahun 2025.
Takumi Kanaya mengakhiri Baycurrent Classic sebagai pegolf Jepang terbaik. Skor 9-under 62 yang ia ciptakan membawanya finis di posisi T4 dengan skor total 14-under 270.
Kanaya memulai putaran finalnya dengan meyakinkan dan mencatatkan permainan terbaiknya pekan ini. Lima birdie menghias sembilan hole pertamanya, sementara di sembilan hole terakhir ia mencatatkan empat birdie, yang ia raih di enam hole terakhirnya. Tak satu pun bogey ia dapatkan pada putaran final ini.
”Saya bermain dengan baik sejak awal, dan di sembilan hole terakhir berhasil memasukkan sejumlah putt yang menentukan pada saat yang tepat,” tutur Kanaya menyinggung penampilannya. ”Sepanjang pekan ini saya juga berhasil mempertahankan pola pikir. Dan hari ini banyak putt (birdie) yang masuk sehingga kartu skor saya bagus.”
Kanaya memang tak memperhatikan bagaimana dinamika di jajaran atas. ”Daripada memperhatikan papan klasemen, saya berusaha untuk fokus pada gaya bermain saya dan memainkan tiap pukulan sebaik mungkin,” jelasnya lagi.
”Tiga birdie beruntun itu sangat berharga. Dan pada putt terakhir, saya pikir putt itu merupakan salah satu yang terbaik.” — Takumi Kanaya.
Setelah membukukan birdie di hole 15, 16, dan 17 itu ia tutup dengan par di hole terakhir untuk menjadi salah satu wakil Asia terbaik pekan ini.
”Tiga birdie beruntun itu sangat berharga,” sambung Kanaya lagi. ”Dan pada putt terakhir, saya pikir putt itu merupakan salah satu yang terbaik.”
Ia menyebut dukungan penonton sepanjang putaran final ikut memberi energi tambahan untuk bisa mencatatkan skor terbaiknya sepanjang turnamen ini. Yang tak kalah penting adalah prestasi pekan ini bakal menjadi modal berharga untuk melanjutkan musim ini.
”Saya yakin ranking saya akan naik (di kancah Japan Golf Tour Organization). Ada beberapa peluang lagi, jadi saya akan terus berusaha sebaik mungkin dan mempersiapkan diri dengan baik,” tegasnya.

Kanaya ditemani oleh pegolf Filipina Rico Hoey (63) dan pegolf Korea An Byeonghun (66) sebagai wakil Asia terbaik pada satu-satunya ajang PGA TOUR di Asia ini.
Baycurrent Classic 2025 ini akhirnya menjadi milik Xander Schauffele. Pegolf Amerika ini akhirnya bisa kembali mengangkat trofi setelah terakhir meraih kemenangan pada The Open 2024. Sempat cedera pada awal tahun, kini Schauffele bisa tersenyum lega karena bisa kembali ke jajaran para juara.
Pada putaran final tadi, Schauffele berhasil mengemas delapan birdie dengan hanya satu bogey sehingga mencatatkan skor total 19-under 265. Catatan tersebut membuatnya finis satu stroke lebih baik daripada pimpinan klasemen hari ketiga Max Greyserman, yang hanya bisa mengemas skor 6-under 65.
”Rasanya sangat menyenangkan mengetahui kalau saya masih bisa bersaing,” ujarnya. ”Tahun ini memang berat, tapi tim saya berhasil membantu saya melaluinya dengan baik.”


