Meskipun harus mengakui keunggulan Tim Eropa, Kapten Arjun Atwal mengaku merasa bangga akan Tim Asia yang menunjukkan perjuangannya pada partai Tunggal pada ajang EurAsia Cup presented by DRB-HICOM yang dilangsungkan di Glenmarie Golf and Country Club, Minggu (14/1) lalu.
Tim Eropa dengan luar biasa menunjukkan ketangguhan mereka dalam partai tunggal dan berhasil memenangkan 8 dari total 12 partai tunggal yang dipertandingkan. Keberhasilan tersebut membuat Tim Eropa berhasil mempertahankan trofi bergengsi ini dengan keunggulan 14-10.
Meskipun kembali mengalami kekalahan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut sejak 2014, Kapten Arjun Atwal memuji perjuangan seluruh anggota timnya.
”Saya sangat bangga dengan para peain kami. Mereka merupakan pemain yang luar biasa. Kami hanya tidak beruntung dan mengalami kekalahan kali ini. Kami hanya tak memasukkan cukup putt dan mereka (Tim Eropa), di satu sisi, memasukkan lebih banyak putt ketimbang kami,” ujar Atwal.
Meskipun timnya berguguran pada hari terakhir, Atwal mengaku puas menyaksikan munculnya bakat-bakat luar biasa, terutama duo pemain muda asal Thailand, Poom Saksansin dan Phachara Khongwatmai.
”Langit menjadi batasan mereka. Sungguh luar biasa. Mereka pemain yang fantastis. Saya bisa mengenal para pemain ini dengan lebih baik pekan ini dan hanya dengan melihat mereka bermain, saya tahu mereka bisa mencapai apapun yang mereka inginkan. Mereka bisa memenangkan Major. Mereka bisa memenangkan turnamen besar di Tour yang besar. Tak ada limit buat mereka,” sanjung Atwal.
Poom yang memainkan debutnya pada ajang match play beregu ini, menunjukkan permainan yang tidak mengenal rasa takut sama sekali. Pada partai tunggal hari Minggu itu, Poom menaklukkan pemain Ryder Cup berpengalaman asal Inggris, Paul Casey dengan 1-up. Bersama pegolf Korea Kang Sunghoon, Poom juga membuat duo Henrik Stenson dan Alexander Levy harus takluk 5&4.
Adapun Phachara menunjukkan dirinya pantas dianggap sebagai bintang baru Asia setelah menunjukkan kualitas putting berkelas dalam dua hari pertama. Ia juga mempersembahkan dua poin bagi Tim Asia dan menunjukkan dirinya merupakan orang yang tepat untuk ajang-ajang penting seperti ini.
”Lihatlah bagaimana ia (Phachara) menangani tekanan. Kalau saya berusia 18 tahun, saya takkan bisa melakukan apa yang ia lakukan pekan ini dengan menunjukkan permainan yang bisa mengatasi tekanan,” sanjung Atwal lagi.
Meskipun harus menderita kekalahan, Atwal masih patut berbangga. Pengalaman perdananya memimpin sebuah tim seperti ini terbukti membuahkan hasil yang sangat baik. Ia menjadi Kapten pertama Tim Asia yang berhasil membawa Tim Asia unggul dalam dua hari pertama, meskipun pada hari terakhir Tim Eropa menunjukkan kedigdayaan mereka.
”Saya benar-benar bersenang-senang dan mengalami pekan yang luar biasa. Meskipun kami tidak menang, mereka semua adalah juara dan buat saya pribadi, saya akan dengan senang hati melakukan hal ini lagi,” ujarnya.


