Ryo Katsumata berpeluang mewujudkan gelar JGTO pertama dalam kariernya berbekal keunggulan tiga stroke menuju putaran final Panasonic Open 2025.

Untuk pertama kali dalam kariernya, Ryo Katsumata memuncaki klasemen sementara untuk menuju putaran final. Pegolf berusia 29 tahun ini berpeluang memenangkan gelar Japan Golf Tour Organization (JGTO) pertama dalam kariernya setelah skor 6-under 65 pada putaran ketiga Panasonic Open 2025 menempatkannya sendirian di puncak klasemen.

Permainannya tadi (27/9) membuatnya kini mencatatkan skor total 18-under 195. Dengan demikian, ia akan memulai putaran final dengan keunggulan tiga stroke dari Hiroshi Iwata dan Naoyuki Kataoka, yang tadi sama-sama membukukan skor 64.

Bagi Katsumata, permainan putaran ketiga tadi lebih mengenai ujian ketekunan daripada serangkaian birdie yang ia ciptakan. Ia menyebut keberhasilannya menghindari petaka di hole 2, di mana bolanya tertanam di bunker, menjadi momen penting.

”Saya mendapat satu bogey tiap hari, tapi saya pikir dampaknya besar karena saya berhasil bertahan dalam situasi demikian.”

”Hal terbesar hari ini terjadi di hole 2, ketika bola saya tertanam di bunker. Saya berhasil mengeluarkannya dan mendapat bogey di sana,” tuturnya. ”Kemarin juga, saya mendapatkan hal serupa dan mendapat bogey juga. Saya mendapat satu bogey tiap hari, tapi saya pikir dampaknya besar karena saya berhasil bertahan dalam situasi demikian.”

Ia mengaku masih dihantui pengalaman putaran ketiga tahun lalu. Kala itu peluangnya untuk meraih kemenangan musnah pada turnamen yang sama. Namun, hari Sabtu kali ini terasa lebih berbeda.

”Saya kira saya berhasil membalas kekecewaan dari putaran ketiga tahun lalu,” renungnya. ”Kali ini saya tidak banyak berpikir. Sedikit gugup, tapi masih bisa fokus.”

”Besok saya akan bermain dengan berpikir bahwa posisi kami sama.”

Dengan kini ia berpeluang meraih kemenangan, ia bakal mendapatkan pengalaman yang sama sekali baru. Putaran final besok (28/9) akan menjadi pengalaman pertama baginya memainkan putaran final sebagai pimpinan klasemen. Ia bahkan memegang keunggulan tiga stroke.

”Ini pertama kalinya saya akan memulai putaran final sebagai pimpinan klasemen, jadi saya tak tahu rasa gugup yang bagaimana yang akan saya rasakan,” akunya. ”Saya punya keunggulan tiga stroke, tapi rasanya tidak cukup banyak. Besok saya akan bermain dengan berpikir bahwa posisi kami sama. Kalau bisa terus mencapai green dan memasukkan putt seperti hari ini, saya pikir saya bisa terus mendapat skor yang bagus.”

Dari kubu internasional, pegolf Australia Brad Kennedy (70) dan pegolf Korea Yang Jiho (71) kini menduduki posisi T12 dengan skor total 11-under 202.