Yuto Katsuragawa mempertegas posisi Jepang sebagai kekuatan golf global lewat kemenangannya pada ajang ISPS Handa Championship 2024.

Yuto Katsuragawa akhirnya tampil sebagai juara pada ajang ISPS Handa Championship, yang termasuk dalam kalender DP World Tour. Keberhasilan pegolf berusia 25 tahun ini membuatnya menjadi pegolf Jepang kedua secara berturut-turut yang meraih kemenangan pada sirkuit yang berbasis di Eropa tersebut.

Pada putaran final Minggu (28/4) sore tadi, Katsuragawa memastikan kemenangan tiga stroke setelah mencatatkan skor 7-under 63, yang sekaligus mengalahkan pegolf Swedia Sebastian Soderberg.

Permainannya itu terbilang fantastis lantaran skor 63 itu ia raih melalui tujuh birdie dan tanpa satu bogey pun di Taiheiyo Club Gotemba Course. Lima di antaranya bahkan ia torehkan di sembilan hole terakhir sehingga ia mengumpulkan skor total 17-under 263.

Baginya, kemenangan ini memberinya gelar DP World Tour pertama dalam kariernya, namun menjadi gelar Japan Golf Tour Organization (JGTO) kedua dalam kariernya. Ini berarti, Katsuragawa kini berhak menjadi anggota pada sirkuit global ini.

”Lapangan ini ada di dekat Gunung Fuji dan sangat indah, tapi merupakan lapangan yang sangat menantang, dan saya senang bisa menang di lapangan yang sulit seperti ini.” — Yuto Katsuragawa.

”Saya sudah berlatih banyak untuk bersaing di panggung yang besar,” ujar pegolf yang belum lama ini menuntaskan musim penuh pertamanya pada Korn Ferry Tour. ”Sekarang saya bisa melangkah ke DP World Tour, yang menjadi hadiah yang benar-benar hebat. Saya sangat senang. Saya berniat untuk menjadi anggota PGA TOUR kelak.”

Katsuragawa harus mengatasi rasa gugup, terutama di sepanjang sembilan hole terakhirnya.

”Tangan saya bergetar, tapi saya meyakini diri saya dan berhasil memainkan permainan terbaik saya,” ujarnya. ”Lapangan ini ada di dekat Gunung Fuji dan sangat indah, tapi merupakan lapangan yang sangat menantang, dan saya senang bisa menang di lapangan yang sulit seperti ini.”

Kemenangannya ini sekaligus mempertegas posisi Jepang di kancah golf global. Bermain dalam ajang DP World Tour kelima dalam kariernya, Katsuragawa sukses mengikuti jejak rekan-rekan senegaranya pada musim ini, setelah Rikuya Hoshino (Qatar Masters) dan Keita Nakajima (Indian Open).

Rangkaian sukses ini melanjutkan momentum yang dimulai oleh Ryo Hisatsune ketika menjuarai Cazoo French Open bulan September 2023. Dengan demikian, hanya dalam rentang tujuh bulan ini sudah ada empat pegolf Jepang yang berjaya di panggung besar.

”Kalau saja bisa main 6-under hari ini saya bisa punya peluang menang.” — Ryosuke Kinoshita.

Pencapaian ini menjadi lebih istimewa lagi lantaran pencapaian serupa sebelumnya hanya tercipta oleh dua pegolf Jepang, yaitu Isao Aoki (Panasonic Open 1983) dan Hideki Matsuyama (WGC-HSBC Champions 2016 dan WGC-Bridgestone Invitational 2017.

Para pendukung tuan rumah jelas merasa bangga setelah tujuh pegolf tuan rumah lainnya finis di jajaran 15 besar. Ryosuke Kinoshita finis di posisi T3 setelah bermain dengan skor 69 dan mengumpulan skor total 268. Lalu Masahiro Kawamura (69) dan Yuta Sugiura (69) hanya terpaut satu stroke dari Kinoshita dan berada di posisi T7.

Sementara itu, Nakajima yang berusaha meraih kemenangan keduanya secara berturut-turut harus puas finis dengan skor 71. Ia finis di posisi T11 bersama Shugo Imahira (66) dan Takumi Kanaya (68) dengan skor total 270.

Kinoshita merasa yakin ia harusnya bisa finis lebih baik. ”Saya benar-benar berusaha main tenang dan meyakinkan. Saya kira masih bagus bisa finis tanpa terlalu emosional, tapi saya masih merasa kecewa karena saya membidik kemenangan,” ujarnya.

”Kalau saja bisa main 6-under hari ini saya bisa punya peluang menang. Namun, dengan green yang keras dan posisi pin yang tidak mudah, saya jadi kesulitan menciptakan birdie, jadi permainan saya tidak cukup.”