Kim Gyubeen memastikan kemenangan internasional pertama baginya menyusul penampilan meyakinkan pada edisi ke-12 Pondok Indah International Junior Golf Championship.
Kim Gyubeen akhirnya memastikan trofi Pondok Indah International Junior Golf Championship pada kategori putri jatuh ke tangannya. Skor 1-under 71 pada putaran final di Pondok Indah Golf Course membuatnya mencatatkan skor total 3-over 219, yang memberinya kemenangan enam stroke atas rekan senegaranya, sekaligus juara edisi 2024 Lee Sieun.
Kim harus melakukan penyesuaian terhadap rencana permainannya ketika memulai putaran final hari ini (18/12). Hujan deras yang mewarnai putaran final memaksanya untuk bermain lebih bijak, alih-alih mengincar pin, seperti rencananya semula.
”Kemarin saya sempat menyampaikan kalau saya ingin main agresif pada putaran final, tapi hari ini ketika memulai pertandingan hujan turun dengan deras dan angin juga berembus kencang sehingga saya mesti mengubah rencana permainan dan bermain seaman mungkin, setidaknya sampai hujan berhenti,” ujarnya.
Keunggulan empat stroke ketika memulai putaran final terbukti sangat berharga. Meskipun kemudian meraih bogey di hole 5, posisinya di puncak klasemen masih tetap kukuh. Pasalnya dua pesaing terdekatnya, Amberly Zaira Binti Zamri asal Malaysia dan pegolf tuan rumah Jennifer Quinn Effendi, juga ikut mengalami kesulitan lantaran cuaca yang tidak bersahabat.

Ketika birdie itu akhirnya tiba, Kim berhasil meraih momentum yang ia nantikan dan mulai kembali ke rencana permainannya semula untuk bermain agresif. Usai meninggalkan hole 11 dengan birdie, ia menciptakan birdie keduanya lewat hole 12. Bahkan bogey di hole 13 tak mematikan momentumnya lantaran ia kembali menorehkan birdie di hole 14 dan 15 untuk memperkukuh posisinya.
Sementara itu, Lee, menunjukkan perjuangan luar biasa untuk kembali meramaikan persaingan. Meskipun hingga hole 13 ia bermain 2-over lantaran mencatatkan dua birdie dan empat bogey, ia menutup perjuangannya pekan ini dengan tiga birdie di lima hole terakhirnya, sekaligus memastikan finis sendirian di tempat kedua.
Kim, yang kian fokus pada permainannya sendiri, baru menyadari bahwa ia punya peluang untuk memenangkan kejuaraan ini menjelang hole terakhirnya.
”Saya sama sekali tidak memperhatikan kartu skor dan baru melihat skor saya menjelang hole terakhir. Namun, ketika melihat papan klasemen dengan nama saya, dan melihat jarak yang signifikan dengan pesaing terdekat saya memutuskan untuk main agresif di hole terakhir. Namun, baru setelah melakukan pukulan tee di hole 18 itu saya mulai berpikir bahwa saya punya peluang untuk benar-benar menjuarai ajang ini kalau tidak membuang terlalu banyak pukulan di sini,” ujarnya lagi.

”Dalam olahraga ini, hasil akhirnya tidak akan pernah kita ketahui sampai pertandingan benar-benar berakhir, jadi saya tidak benar-benar membayangkan bisa menang dan hanya berusaha bermain sebaik mungkin sampai saat-saat terakhir.”
Meskipun akhirnya menciptakan bogey di hole terakhirnya, Kim tak hanya berhasil memperbaiki catatan permainannya dari putaran ke putaran—ia menorehkan skor 1-under 71 pada putaran final—tapi juga berhasil meraih kemenangan yang sangat berarti, mengingat inilah kemenangan pertamanya di luar Korea. Ia menyebut prestasi kali ini sebagai sebuah pencapaian signifikan baginya.
”Kemenangan ini juga ikut membuktikan pada diri sendiri bahwa saya punya kemampuan untuk memenangkan sebuah kejuaraan; saya punya kemampuan untuk memenangkan pertandingan lain dan bersaing untuk naik podium. Semua pencapaian ini tentu meningkatkan rasa percaya diri saya,” tegasnya.
Meskipun akhirnya belum bisa memenangkan kejuaraan ini, pegolf berusia 13 tahun Jennifer Quinn Effendi tampil sebagai pegolf terbaik Indonesia pada kejuaraan ini. Pegolf asal Kediri ini memperbaiki permainannya dan akhirnya menorehkan skor 74 dan skor total 226. Ia finis sendirian di tempat ketiga.


