Minjee Lee meraih gelar Major pertamanya lewat partai play-off pada ajang The Amundi Evian Championship.

Tertinggal tujuh stroke dari pimpinan klasemen tak menjadi alasan untuk tidak menampilkan permainan terbaik. Itulah mentalitas yang dimiliki pegolf Australia Minjee Lee untuk akhirnya sukses meraih gelar Major pertama dalam kariernya.

”Saya hanya berusaha untuk mendapatkan birdie sebanyak mungkin,” tegas pegolf berusia 25 tahun ini.

Seperti halnya banyak kemenangan, prestasi Lee kali ini tercipta berkat sejumlah faktor penting. Ketika peluang itu terlihat tidak memberikan posisi ideal baginya, Lee tetap fokus pada rencananya untuk membukukan birdie sebanyak-banyaknya. Jika sejak awal ada yang menyampaikan bahwa ia bakal berhasil mencatatkan tujuh birdie, tanpa satu bogey pun, mungkin ia tak cukup mempercayainya. Apalagi, secara teori, tujuh birdie itu hanya cukup untuk mengejar Lee6 Jeongeun, yang tampaknya masih memiliki bekal energi untuk menuntaskan The Amundi Evian Championship sebagai pemenang.

Namun, ketika Lee6 mengungkapkan dirinya merasa bahwa permainannya belum terasa sesempurna yang ia harapkan, putaran final di Evian Resort Golf Club itu sepertinya membuktikan kekhawatirannya. Birdie di hole pertama tampaknya bakal menghapus awan keraguan itu. Sampai akhirnya ia harus mencatatkan tiga bogey berturut-turut dari hole 3, dan dua lagi di hole 8 dan 9, mulai menggoyahkan posisinya. Sebaliknya dengan Lee, yang justru mencatatkan 3-under di sembilan hole pertamanya.

 

Toh, putaran final tidak terasa lengkap tanpa drama yang menegangkan. Seakan menjadi sebuah episode ekstra dalam sebuah drama seri, Lee6 menunjukkan semangatnya untuk bangkit dan menghadirkan kisah tambahan dari episode Major ini. Dan ketika Yealimi Noh gagal mencatatkan birdie di hole terakhir dan harus puas finis di tempat ketiga, episode tambahan pekan itu menjadi panggung penentuan bagi Jeongeun dan Minjee.

”Sembilan hole kedua itu menjadi sembilan hole yang baru, jadi saya terus berkata pada diri sendiri kalau saya bisa melakukannya,” tutur Lee6, yang memiliki enam gelar pada KLPGA dari periode 2017 dan 2018. Dan ia memang berhasil bangkit. Setelah birdie di hole 12, ia menunjukkan perjuangannya dengan meraih tiga birdie berturut-turut di tiga hole terakhirnya.

Upayanya itu memang tidaklah cukup, lantaran Lee telah lebih dahulu menuntaskan permainannya dengan skor total 18-under berkat empat birdie tambahan di lima hole terakhirnya. Maka ketika Lee6 menyamai catatan skor tersebut, keduanya harus kembali ke tee box hole 18 par 5 untuk menentukan pemenang.

Pada hole tambahan tersebut, keduanya sukses mengantarkan bola ke fairway. Keputusan untuk mencapai green dalam dua pukulan tampaknya menjadi sebuah perjudian, mengingat green di hole 18 itu di kelilingi air. Ketika keputusan Lee tersebut berhasil mengantarkan bola hingga 6 meter di belakang pin, Lee6 justru harus menerima fakta bahwa bolanya masuk air. Dan kesalahan pukulannya kali ini terbukti terlalu krusial untuk bisa ditebus. Dua putt sudah lebih dari cukup bagi Lee untuk mencatatkan birdie, sekaligus memastikan kemenangan Major-nya.

 

Lee6 Jeongeun pada putaran final The Amundi Evian Championship 2021.
Lee6 Jeongeun harus bersabar untuk mewujudkan gelar Major dan LPGA kedua dalam kariernya. Foto: Mark Runnacles/LET.

 

”Pukulan tee itu sebenarnya bukan pukulan terbaik saya, tapi cukup bagus karena bola berada di fairway. Namun, pada pukulan kedua, awalnya saya berpikir jarak pukulnya membutuhkan 5-iton, tapi mengingat adrenalin dan hal lainnya, Gilly (kedi Lee) menyarankan untuk menggunakan 6-iron. Dan saya memukul dengan 6-iron dan sepertinya bolanya berhenti sekitar 1,8 meter dari hole,” ujar Lee.

”Saya kehabisan kata-kata. Saya sudah menunggu lama untuk kemenangan ini. Rasanya sulit dipercaya kalau saya sudah menang. Bahkan ketika masuk play-off, dan sepanjang hari, saya bermain sangat baik untuk menempatkan diri saya dalam posisi tersebut, dan saya sangat senang.”

Kemenangan Lee pekan ini menjadi kemenangan manis yang seakan melengkapi kemenangan sang adik, Minwoo, yang baru saja memenangkan gelar European Tour keduanya, yang sekaligus gelar Rolex Series pertama baginya, lewat ajang abrdn Scottish Open dua pekan silam. Uniknya, skor kemenangan mereka juga sama-sama 18-under.

Keberhasilan Lee pekan ini juga tak bisa dilepaskan dari momentum yang ia raih ketika tampil soid pada ajang Dow Great Lakes Bay Invitational, ketika ia berpasangan dengan Yuka Saso dan finis di tempat kelima. Dan uniknya lagi, skor total mereka kala itu ialah 18-under. ”Saya bermain dengan sangat baik pada ajang Dow (Great Lakes Bay Invitational). Pada hari terakhir saya membuat dua eagle dan sepertinya saya bermain 7 atau 8-under waktu itu. Saya tahu saya sudah bermain dengan baik, namun saya tidak datang ke sini dengan terlalu banyak ekspektasi. Hanya ingin main bagus pada ajang Major ini,” ujarnya.

Meski demikian, Lee juga memiliki motivasi tersendiri ketika hendak memulai play-off tersebut. Meski sudah dua tahun berlalu, ia masih ingat bagaimana ia harus mengakui kemenangan Lydia Ko pada ajang MEDIHEAL Championship 2018 lewat partai play-off.

 

Yealimi Noh finis di tempat ketiga pada The Amundi Evian Championship 2021.
Yealimi Noh harus kecewa dan terpaksa puas menuntaskan The Amateur Evian Championship 2021 dengan berada di tempat ketiga. Foto: Mark Runnacles/LET.

 

”Saya harus mengubah hasil kali ini karena partai play-off (sebelumnya) yang saya mainkan ialah dengan Lydia Ko dan ia membuat eagle dan mengalahkan saya. Pikiran itu terlintas dengan cepat dalam benak saya sehingga saya hanya ingin mendapatkan skor yang bagus,” imbuh Lee, yang kini resmi menjadi juara Major, serta mengoleksi gelar LPGA keenam dalam kariernya.

Prestasi Lee ini juga menjadikannya sebagai pegolf Australia pertama yang menjuarai The Amundi Evian Championship yang mulai berstatus sebagai Major sejak 2013. Namun, ia menjadi pegolf Australia keempat yang memenangkan ajang ini sejak kejuaraan ini dimulai tahun 1994. Rachel Teske (2001), Wendy Doolan (2004), dan Karrie Webb (2006) menjadi tiga nama terdahulu, ketika memenangkan ajang yang sebelumnya bernama Evian Masters ini.

Dua pegolf muda ”lulusan” Asian Games 2018, Ayaka Furue dan Atthaya Thitikul berhasil menempati peringkat keempat dan kelima, masing-masing dengan skor 15-under dan 14-under. Sementara empat pemain lainnya sama-sama berada di peringkat enam, termasuk dua mantan juara The Amundi Evian Championship, Lydia Ko dan Chun Ingee. Adapun Leona Maguire berhasil menyamai rekor skor terendah di The Champions Course dengan skor 61 untuk mengoleksi 13-under. Juara AIG Women’s Open 2018 Georgia Hall melengkapi kuartet di posisi tersebut.

Sementara itu, perlombaan menjadi pegolf amatir terbaik pada pekan ini berhasil dituntaskan dengan baik oleh pegolf Perancis, Pauline Roussin-Bouchard. Pegolf yang memulai pekan Major tersebut sebagai pegolf amatir wanita No.6 Dunia pada World Amateur Golf Ranking ini membuktikan dirinya layak menjadi yang terbaik setelah finis di peringkat T38.

Meskipun memulai putaran final dengan tertinggal satu stroke di belakang pegolf Jepang Tsubasa Kajitani, Roussin-Bouchard sukses mencatatkan tiga birdie tanpa bogey pada putaran final, meskipun harus bersabar hingga hole 11 untuk meraih birdie pertamanya. Dengan skor total 3-under 281, Roussin-Bouchard pun menuntaskan pekan berkesan ini dengan keunggulan satu stroke atas Kajitani, yang hanya berhasil bermain 1-under 70 pada hari terakhir. Kajitani menyudahi ajang Major ini dengan finis di posisi T48. Satu pegolf amatir lain yang berhasil lolos cut, Rose Zhang, harus puas finis di posisi T58, setelah mengumpulkan skor 1-over 285.